Ringkasan Khotbah

5
Jul 2020
Ibrani 10:24-25
Bp. Bambang Sulistyo

Ada seorang hamba Tuhan yang mengilustrasikan kuasa Tuhan yang dasyat, yang hebat, yang berdampak dan tidak dibatasi, kuasa Tuhan itu nyata tetapi tidak kelihatan, ilustrasinya sama dengan listrik. Listrik itu ada dan memiliki dampak, hari ini kita nikmati pengunaan listrik, ruangan yang tertutup jadi terang dan listrik mempunyai kekuatan yang luar biasa, tetapi wujudnya tidak kelihatan. Begitu juga dengan kuasa Tuhan itu ada, kuasa Tuhan luar biasa, tetapi kuasa Tuhan itu tidak kelihatan. Ada orang yang lumpuh, didoakan kemudian bisa berdiri, ada orang buta yang didoakan kemudian bisa melihat, kuasa Tuhan itu tidak kelihatan, yang bisa kita lihat dampaknya.Begitu pula kalau kita memiliki koneksi “online ” dengan Allah, hidup kita terhubung dengan Allah, percayalah bahwa akan ada kuasa Tuhan yang luar biasa yang menjamah kita (Ibrani 10:24-25). Dalam kitab Ibrani ini ada beberapa pasal, tetapi mengapa si penulis kitab Ibrani menyelipkan 2 ayat dalam kitab itu, apa pentingnya? Ternyata konteks dari ayat tersebut mengenai jemaat yang sedang mengalami tekanan dan dari tekanan tersebut ada 2 hal yang bisa kita pelajari mengapa kita harus “online” dengan Tuhan, yang pertama yaitu jemaat ada yang diserang oleh ajaran sesat, namanya Yudaisme. Ajaran sesat ini ingin menarik orang untuk menghormati Musa lebih dari pada Yesus, untuk menghormati Daud lebih dari pada Yesus, jemaat ingin ditarik ke situ, ujung-ujungnya nanti menyatakan kalau Yesus bukan Tuhan.Tetapi si penulis Ibrani memberi sebuah solusi yaitu supaya kamu semakin serius ikut Tuhan, keseriusan jangan meninggalkan Tuhan dan lebih semangat di dalam beribadah kepada Tuhan, lebih sungguh-sungguh cinta Tuhan dan mengasihi Tuhan. Yang kedua, karena tabir yang memisahkan antara Ruang Maha Kudus dan Ruang Kudus itu sudah terobek pada waktu Yesus meninggal. Dulu jemaat itu kalau menghampiri Allah hanya sampai di pelataran, tidak boleh masuk ke Ruang Kudus, hanya Imam saja yang boleh. Imam pun tidak boleh masuk sampai ke Ruang Maha Kudus, hanya Imam Besar saja.Tetapi pada waktu Yesus mati di kayu salib, firman Allah berkata bahwa tabir itu sudah terbelah. Semua orang percaya bisa bertemu dengan Allah dan tidak perlu perwakilan Imam. Kita bisa bertemu dengan Allah sendiri, muka dengan muka. Hari ini jika kita punya tekanan, masalah, sakit penyakit, maka tidak perlu perwakilan untuk bisa bertemu dengan Allah. Kita bisa menghampiri Allah secara langsung, Allah akan mendengarkannya, dan Allah akan ikut campur tangan. Maka dari itu, mari hampiri Allah, semakin giat beribadah kepada Allah, dan lebih mengasihi Allah, maka kuasa Allah yang dasyat itu pasti akan terjadi kepada kita yang mempunyai hubungan dengan Allah. Semakin giat dan semangat! Tuhan Memberkati!

2
Agu 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
26
Jul 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
19
Jul 2020
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
12
Jul 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.