Ringkasan Khotbah

26
Apr 2020
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.

Kalau kita bicara tentang kedatangan Yesus, maka firman Allah mengatakan dengan jelas, bahwa Yesus akan datang kedua kalinya. Ada 3 kesaksian yang disampaikan kepada kita lewat firman Allah dan diberitakan oleh: 1. Yesus sendiri (Matius 24:29-30). Yesus akan datang di awan-awan bersama orang kudus-Nya, bahwa Yesus memberi kesaksian yang pertama dan bahwa Yesus akan datang kembali. 2. Para Malaikat. Malaikat sudah memberi tahu pada kita di Kisah Rasul 1:10-11. Malaikat memberitahu bahwa Yesus datang kedua kali, waktu itu murid-murid-Nya melihat Yesus terangkat ke Sorga, dengan kagum,dan mata tertuju pada Yesus yang hilang ditutup oleh awan-awan, tiba-tiba ada 2 orang yang bercahaya, yang bersinar dan berkata pada murid-muridnya, “Hai orang Galilea, apa yang kau lihat, Yesus yang terangkat ke Sorga itu nanti akan datang dengan cara yang sama,” jadi kedatangan Yesus kali yang kedua, caranya mirip pada waktu Yesus terangkat ke Sorga, akan terlihatdan akan kelihatan. 3. Para Rasul. Rasul Paulus dan Petrus juga memberi kesaksian kedatangan Yesus kedua kali, bahkan di Alkitab mencatat 300 kali tentang Kedatangan Yesus kedua kali. Maka dari itu, berita ini tentu sangatlah penting.

Bagaimana kita mempersiapkan diri menunggu kedatangan Yesus yang kedua kali?

1. Saling Mengasihi (1Tes. 3:12-13) .Kata mengasihi adalah kata yang telah kita kenal sejak kita sekolah minggu, tetapi sesungguhnya kalau direnungkan, kata itu tidak mudah untuk dilakukan. Dalam Kor. 13, kasih itu sabar. Antara marah dan sabar, mana yang lebih banyak kita lakukan? Itulah sebabnya mengapa kita perlu selalu diingatkan tentang kasih. Kasih itu mengampuni, jangan jengkel. Paulus berkata bahwa untuk menunggu kedatangan Yesus kali yang kedua, hidup haruslah semakin berlimpah kasih itu.

2. Hidup Kudus. Sebelum percaya kepada Yesus, hidup kita mungkin penuh dengan kejelekan, marah, kata-kata kotor, bohong, tetapi pada waktu kita percaya pada Kristus maka semua itu harus kita tinggalkan. Seperti orang yang pakai baju putih, kemudian baju putih ditanggalkan dan memakai baju baru, misalkan warna hijau. Maka ada perubahan atas baju yang kita kenakan. Waktu kita belum percaya Yesus, hobi kita ini melakukan sesuatu yang berdosa, tetapi waktu kita percaya Yesus, kita harus mengenakan manusia baru yaitu kekudusan, artinya marah diganti ramah, mengampuni, murah hati, saling melayani, dll. barulah kita disebut kudus.

3. Setia Melayani (1 Tes.1: 9). Setia melayani harus kita giatkan, kenapa? Karena setia melayani ada tantangannya yang besar, misalkan kita sudah melayani dalam hal pimpin pujian, khotbah, multimedia, dll. Lalu ketika nanti ada yang komplain ataupun ada yang tidak suka akan hasilnya, berarti kita sedang kena ujian. Oleh sebab itu jangan sampai kita menjadi kendor. Kesetiaan perlu ditingkatkan, jangan patah semangat, maju terus!

4. Setia Beribadah (Ibrani 10:25). Semakin dekat kedatangan Yesus yang kedua kali, biarlah kita semakin giat beribadah. Rasanya kita rindu bersama-sama beribadah di gedung gereja sama seperti saat sebelum adanya virus corona. Namun saat ini kita harus tetap semangat beribadah. Ibadah secara online dapat kita lakukan bersama dengan keluarga di rumah. Menjalin hubungan dengan Allah dan intim dengan Allah, itu adalah nilai-nilai Kekristenan, sehingga hidup kita berkenan di hadapan Tuhan. Waktu Tuhan Yesus datang keduakalinya, kita bersama-sama dengan Tuhan Yesus, dengan tubuh kemuliaan. Amin. Tuhan Memberkati!

5
Jul 2020
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
28
Jun 2020
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
21
Jun 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
14
Jun 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.