Ringkasan Khotbah

19
Apr 2020
Filipi 4:2-3
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Pit stop di dalam arena balap Formula 1 merupakan sebuah tempat yang sangat penting. Di situ tim mekanik yang ada bertugas untuk: A. Mengisi bahan bakar. B. Mengganti ban mobil. C. Mengadakan perbaikan yang sangat penting, dll. Tim mekanik di pit stop harus bekerja secepat mungkin dengan kualitas kerja yang sempurna. Untuk kita, 1 atau 2 detik waktu belum tentu berarti, tetapi untuk mencapai kemenangan dalam balap Formula 1, waktu 1 detik sangatlah berharga. Kemenangan di dalam olahraga balap Formula 1 sebenarnya tergantung dari: A. Kualitas mobil yang dikendarai. B. Pembalap yang hebat. C. Tim mekanik yang handal. Jadi kita sebenarnya sedang melihat sebuah kemenangan tim di sini, meskipun yang tampil di podium dan dikenal banyak orang adalah pembalapnya. Tahukah Anda berapa lama waktu pit stop tercepat yang dicatat di dalam buku rekor dunia? 1.82 detik, oleh tim Red Bull Racing (Austria) pada tahun 2019. Jangan lupa, rekor dunia tadi bukan dibuat pembalapnya tetapi dibuat oleh tim pit stop. Dalam pit stop, masing-masing anggota tim harus dapat melakukan tugasnya dengan benar tanpa membuat kesalahan sama sekali. Satu kesalahan kecil dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan pada pengemudi dalam tim mereka, pengemudi lain, dan bahkan penonton di tepi lintasan.

Di dalam kehidupan sehari-hari, dan juga pelayanan, kerjasama yang hebat sangat diperlukan agar kita dapat mencapai kemenangan atau keberhasilan bersama-sama. Jemaat di Filipi adalah jemaat yang hebat dan terkenal sebagai jemaat yang memiliki reputasi yang baik di mata para rasul. Namun sehebat apapun manusia pasti memiliki kelemahan .Salah satu kelemahan jemaat di Filipi adalah adanya permasalahan antara dua orang tokoh, yaitu Euodia dan Sintikhe, padahal di dalam pelayanan, mereka berdua tidak diragukan lagi kesetiaannya. Mereka juga berjuang dengan keras bersama-sama para rasul untuk pekabaran injil. Seorang pelayan Tuhan bernama Sunsugos diminta untuk menolong dua orang wanita tersebut agar dapat bekerjasama dengan baik di dalam tim pelayanan. Jadi rupanya permasalahan antara dua wanita tersebut adalah ketidaksukaan atau sentimen satu sama lain. Singkatnya, tidak harmonis karena masalah preferensi pribadi. Repotnya, masalah pribadi ini dibawa masuk ke dalam pelayanan, dan tentu saja sangat mempengaruhi kerjasama tim. Itulah sebabnya mereka berdua dinasihati agar sehati sepikir, mereka berdua diajar untuk melatih diri mengesampingkan ego, preferensi atau kesukaan pribadi dan mengutamakan kemajuan pelayanan. Seperti halnya di dalam pit stop, jemaat di Filipi tidak bisa menjadi jemaat yang hebat hanya dengan memiliki seorang pemimpin yang hebat. Jemaat itu bisa berdampak positif bagi masyarakat jika mereka bersama-sama melayani dengan kompak.

Apa hikmah yang dapat kita pelajari dari renungan firman hari ini?

1. Keberhasilan bersama hanya bisa dicapai apabila kita dipimpin Roh Kudus, bukan ego kita. Apa arti dipimpin Roh Kudus? Tidak dikendalikan oleh keakuan, tapi dikendalikan oleh firman Tuhan. Mental atau cara berpikir kita harus diatur sedemikian rupa. Mengesampingkan ego demi kemajuan pekerjaan Tuhan sangatlah diperlukan untuk mencapai keberhasilan bersama. Keputusan, perkataan dan tindakan yang dikendalikan ego dan dikendalikan Roh Kudus sangatlah berbeda. Contoh: Raja Azarya vs Imam Azarya. Kerajaan Yehuda suatu saat dipimpin seorang raja bernama Amazia. Raja memerintah dengan didampingi imam kepala yang menolong raja mengambil keputusan dalam pemerintahan sesuai firman Tuhan. Saat itu Amazia didampingi oleh Imam Zakharia. Keduanya sama-sama memiliki anak laki-laki sebagai pewaris kedudukan mereka.Anak laki-laki Amazia bernama Azarya, dengan nama lainnya adalah Uzia. Sedangkan anak laki-laki imam Zakharia juga bernama Azarya. Uzia danAzarya sama-sama diasuh oleh imam Zakharia, yang mengajar mereka untuk hidup menghormati dan menaati Tuhan. Raja Uzia kelak akan didampingi oleh Imam Azarya, yang tumbuh bersama, namun rupanya Raja Uzia tidak bisa menerima imam Azarya untuk mendampinginya (2Tawarikh 26:5, 16-17). Ego nya terlalu tinggi, sehingga ia merasa berhak untuk melanggar wewenang imam Azarya. Ia masuk ke dalam bait suci untuk mempersembahkan ukupan bagi Tuhan, ia menyangka bahwa ia lebih hebat dari siapapun sehingga dapat seenaknya melanggar wewenang imam Tuhan. Ketika ia ditegur, ia tidak bertobat, ia malah meluapkah amarahnya kepada Imam Azarya dan imam yang lain. Akibatnya, ia dihukum oleh Tuhan (2 Tawarikh 26:18-21). Ego membuat Raja Uzia tidak bisa merendahkan dirinya dan menolak firman Tuhan. Ego membuat Uzia akhirnya gagal dalam menjalankan tugasnya dengan benar karena ia tidak mencari Tuhan, tidak memberi diri tunduk dipimpin Tuhan, tetapi dikuasai dirinya sendiri. Ia tidak menjadikan Tuhan sebagai Tuhan yang ia taati dalam hidupnya, tetapi ia menjadikan dirinya sendiri duduk dalam posisi pengambil keputusan.Euodia dan Sintikhe ditegur Roh Kudus untuk mengesampingkan ego masing-masing demi kemajuan pekerjaan Tuhan.Mereka berdua harus memperbaiki hubungan yang sudah rusak, bukan membiarkannya.

2. Roh Kudus menghendaki kita bekerja sebagai sebuah tim yang kompak. Alkitab menggambarkan jemaat sebagai anggota tubuh Kristus, sedangkan Kristus adalah Kepala (Efesus 4:15-16). Jemaat juga dipimpin oleh orang-orang yang ditunjuk oleh Tuhan Yesus untuk memimpin mereka. Seluruh pemimpin jemaat harus menolong jemaat hidup dalam ketaatan pada firman Tuhan, mengarahkan jemaat pada Tuhan dan bukan pada diri mereka sendiri (Ibrani 13:17). Tetapi pemimpin rohanipun juga manusia biasa, semua memiliki kelemahan.Taatilah selama perintah yang diberikan adalah firman Tuhan. Keluarga atau rumah tangga juga digambarkan sebagai tubuh dengan kepala dan anggotanya (Efesus 5:22-25). Tidak ada suami yang sempurna, semua laki-laki memiliki kelemahan. Jika istri hanya mau tunduk pada suami sempurna, sebenarnya ia hanya tunduk pada dirinya sendiri. Istri boleh tidak tunduk pada suami jika perintah yang diberikan melanggar firman Tuhan, tetapi tetap dengan sikap yang baikBagaimana dapat membangun tim yang kompak dalam pelayanan, rumah tangga, tim olah raga, tim kerja, dll.A. Masing-masing melakukan tugas dengan penuh tanggung jawab. Inilah salah satu tanda kedewasaan. Di pit stop semua anggota tim fokus pada tugas nya dilakukan sebaik mungkin.Setiap istri memiliki panggilan untuk mendukung suaminya di dalam jalan Tuhan. Setiap anggota tim memiliki panggilan untuk mendukung pemimpinnya. Setiap warna negara memiliki panggilan untuk mendukung pemimpinnya. Jadilah tim pit stop  yang hebat. B. Saling melengkapiJangan terus mencari dan menyerang kelemahan orang lain sambil melihat kelebihan diri kita. Kelebihan kita untuk menolong kelemahan anggota tim kita. Kelebihan tim untuk menolong kelemahan pemimpin. Kelebihan pemimpin untuk menolong kelemahan timnya. Kelebihan istri untuk menolong kelemahan suami. Kelebihan suami untuk menolong kelemahan istri. Jangan fokus pada kelemahan pasanganmu. Hargailah perjuangan dan jasa mereka. Daripada menyerang kelemahan pasangan kita, lebih baik temukan kelebihan mereka bersyukurlah untuk itu. Lalat selalu mencari sampah, tetapi lebah selalu mencari nektar. Mereka berdua punya beberapa kemiripan, tetapi apa yang dihasilkan sungguh sangat berbeda.Yang satu menghasilkan kebusukan, yang satunya menghasilkan madu yang manis. Apa yang selalu Anda cari akan sangat menentukan duniamu, penuh kebusukan atau penuh madu yang manis.Jangan jadi lalat yang membawa kebusukan, jadilah lebah yang mendatangkan madu yang manis. Amin. Tuhan Memberkati!

5
Jul 2020
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
28
Jun 2020
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
21
Jun 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
14
Jun 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.