Ringkasan Khotbah

12
Apr 2020
EFESUS 3:14-21
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Di dunia ini ada banyak jenis pekerjaan. Ada yang dapat selesai dalam durasi waktu pendek, namun ada juga yang memerlukan durasi waktu panjang. Ada sebuah pekerjaan atau karya yang memerlukan waktu ribuan tahun untuk menyelesaikannya. Pekerjaan ini tidak mungkin diselesaikan oleh seorang manusia sendirian saja.Pekerjaan apakah itu? Pekerjaan untuk menyelamatkan miliaran manusia di bumi ini.

Ketika Adam dan Hawa jatuh dalam dosa, mereka mewariskan kematian kepada semua keturunannya. Usaha manusia sekeras apapun untuk menyelamatkan dirinya sendiri adalah usaha yang sia-sia. Namun Tuhan berjanji bahwa Ia akan datang ke dunia ini dan untuk mati menebus dosa manusia, sehingga manusia tidak mengalami kematian abadi di neraka. Tuhan memilih manusia demi manusia yang mewarisi hak Kesulungan Adam, mulai dari Set, Enos, Nuh, Abraham, Ishak, Yakub, Yehuda, Daud, hingga Yusuf dan Maria yang dipilih Tuhan untuk menggenapi karya-Nya menyelamatkan manusia. Allah Roh Kudus telah berkarya selama ribuan tahun dalam diri dan kehidupan hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya agar pekerjaan atau karya-Nya selesai dengan tuntas. Pada zaman Musa, janji penyelamatan dari Tuhan dilambangkan dan dilestarikan/dipelihara melalui perayaan Paskah secara turun-temurun.

Paskah yang pertama: Israel yang mewarisi hak kesulungan manusia diperbudak bangsa Mesir. Untuk menyelamatkan mereka dari perbudakan, Tuhan menghukum bangsa Mesir dengan berbagai hukuman agar mereka bertobat. Saat itu bangsa Israel memperingati Paskah pertama di dalam rumah mereka masing-masing. Mereka tidak ikut dimusnahkan oleh Tuhan saat mereka mengikuti perintah Tuhan: A. Mengusapkan darah anak domba di ambang pintu rumah mereka. B. Tetap tinggal di dalam rumah masing-masing sampai pemusnah pergi. C. Mereka memakan daging anak domba Paskah di dalam rumah masing-masing. Ketika Mesir dihukum Tuhan, Israel malah menikmati pertolongan Tuhan, tidak ikut dimusnahkan (Keluaran 12:11-14).

Tuhan Yesus adalah penggenapan janji Tuhan itu. Dia adalah Anak Domba Paskah, yang menyelamatkan semua umat manusia. Para nabi dan hamba-hamba Tuhan dalam zaman Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah hamba-hamba Tuhan yang dipilih untuk menolong jemaat, yaitu kita semuanya, agar kita dan segala bangsa dapat menerima atau mewarisi berkat Tuhan tersebut. Jika berita dan tugas ini tidak diteruskan secara turun-temurun maka manusia akan kehilangan keselamatan yang Tuhan janjikan (Roma 10:13-15). Jemaat di Efesus mendapatkan penjelasan ini, di dalam surat Efesus pasal 3. Ini adalah firman Tuhan yang diucapkan melalui salah seorang hamba Tuhan. Hamba Tuhan itu berdoa agar jemaat: A. Memiliki iman yang kuat pada kasih Sang Penebus. B. Memahami dan mengenal kasih serta rencana Sang Penebus. C. Mengalami perubahan karakter dan hidup sesuai kehendak Tuhan. Roh Kudus telah menjadi Penuntun terhebat, Mentor terbesar, yang telah dan terus menolong hamba-hamba-Nya selama ribuan tahun untuk melaksanakan tugas masing-masing.

Apa hikmah yang dapat kita petik dari firman Tuhan hari ini?

1. Fokuslah pada kuasa Roh KudusRoh Kudus harus menjadi Pusat kehidupan dan pelayanan kita. Hamba Tuhan mengatakan bahwa: bagi Dia yang sanggup melakukan lebih dari yang kita doakan atau pikirkan. Hamba Tuhan itu mengatakan bahwa ia sendiri adalah bukti kehebatan Roh Kudus (Efesus 3:8). Mengapa ia menyebut dirinya sebagai orang yang paling hina dari seluruh orang percaya? Ia tadinya adalah seorang yang keras, garang, menolak Juruselamat, menganiaya jemaat, kejam, pembunuh, salah jalan, dll. tetapi bisa mengalami perubahan hidup yang luar biasa menjadi seorang hamba Tuhan. Ialah yang menjadi provokator pembunuhan seorang Martir bernama Stefanus, ialah yang menganiaya jemaat Tuhan (Kisah Para Rasul 8:1-3, 1 Timotius 1:12-13). Sebenarnya ketika jemaat melihat orang seperti hamba Tuhan itu, mereka tidak akan berpikir bahwa ia dapat bertobat, apalagi menjadi seorang pelayan Tuhan yang setia. Tetapi hamba Tuhan itu mengalami sendiri kuasa Roh Kudus yang mengubah dirinya, seorang yang tadinya sangat ganas menjadi seorang hamba Tuhan yang lembut. Ketika kita sedang menghadapi pergumulan, fokuslah pada kuasa Roh Kudus, bukan pada permasalahan kita. Ketika Musa dan bangsa Israel menghadapi kenyataan bahwa Firaun menolak melepaskan mereka dari perbudakan Mesir, mereka diajar untuk tidak fokus pada masalah yang mereka hadapi. Tuhan memerintahkan mereka fokus pada kuasa Tuhan. Mereka harus tinggal di rumah dan menikmati anak domba Paskah yang menyelamatkan mereka. Akhirnya kelepasan tiba. Bahkan ketika mereka berhasil keluar dari Mesir, di hadapan mereka ada kemustahilan. Saat itu bangsa Israel yang ketakutan berseru-seru kepada Tuhan. Apa kata Tuhan? Keluaran 14:15-16. Maju terus, fokus pada kuasa Tuhan Roh Kudus. Jemaat di Efesus diperintahkan untuk fokus, bahwa Roh Kudus sanggup melakukan lebih dari yang mereka doakan atau bayangkan. Ketika menghadapi aneka macam kesulitan dalam hidup dan pelayanan, mereka harus fokus pada Tuhan Roh Kudus. Apa yang sedang kita hadapi hari-hari ini? Kita merayakan Paskah di rumah masing-masing. Ini mengingatkan saya pada Paskah pertama. Kita sedang menghadapi aneka macam kesulitan, berupa wabah, ketakutan, keadaan ekonomi yang terancam, dll. Jika kita fokus pada semuanya itu, kita dapat menjadi lemah, dikuasai ketakutan, dikuasai kecemasan, dan itu bisa sangat menghancurkan. Daripada begitu, lebih baik kita fokus pada Tuhan Roh Kudus dalam doa-doa kita. Ia sanggup melakukan lebih dari apa yang kita doakan dan pikirkan. Tuhan sanggup menolong kita. Kadang kita berpikir bahwa keadaan demikian berat, besar, dan menekan, tetapi kita harus ingat bahwa kita memiliki Tuhan yang luar biasa.  

2. Roh Kudus harus menjadi pusat pujian kitaYang dimuliakan adalah Tuhan, bukan hamba Tuhan. Hamba Tuhan adalah manusia biasa. Manusia memiliki banyak keterbatasan. Tuhan bisa memakai hamba-hamba-Nya melakukan aneka macam mujizat dan tanda ajaib, tetapi fokuslah kepada Tuhan, bukan kepada hamba Tuhannya. Bangsa Israel diajar untuk memuliakan Tuhan, bukan Musa sebagai hamba Tuhan (Yosua 1:1-3, Ibrani 3:1). Kita tetap menghormati hamba-hamba Tuhan, bahkan memberikan penghormatan dua kali lipat. Tetapi segala kemuliaan hanya bagi Tuhan (1 Timotius 5:17). Jikalau kita melayani, ingatlah bahwa kita adalah hamba Tuhan. Kemuliaan bukan untuk diri kita, tetapi untuk Tuhan. Dengan demikian kita mengingatkan jemaat bahwa mereka harus memusatkan perhatian kepada Tuhan. Jika kita menerima berkat, kelepasan, keberhasilan, mujizat, pertolongan, kesembuhan, pemulihan, kesuksesan, jangan lupa untuk memuliakan Tuhan. Semua itu adalah berkat dari Tuhan. Jika kita memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus, kita akan melihat bagaimana Ia berkuasa menyelamatkan kita, mengubah kemustahilan menjadi kenyataan, mengubah masalah menjadi berkat, kelemahan menjadi kekuatan, dll. Paskah ini, mengingatkan kita untuk selalu siap siaga: Menghadapi aneka macam kesulitan, bersiaplah hidup dalam tuntunan Tuhan. Kita akan melihat kuasa Tuhan menuntun kita semua (Keluaran 12:11). Seperti halnya hamba-hamba Tuhan mengalami mujizat, kita pun akan mengalami mujizat. Fokus pada Tuhan Roh Kudus, He is the greatest Mentor, penuntun yang terhebat dan terbesar. Lakukan bagianmu dengan setia, dan engkau akan melihat Tuhan berkarya dalam kuasa-Nya. Tuhan memberkati!

5
Jul 2020
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
28
Jun 2020
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
21
Jun 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
14
Jun 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.