Ringkasan Khotbah

5
Apr 2020
Galatia 2:14
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Antiokhia adalah sebuah kota di mana pada masa para rasul terjadi banyak pertobatan di sana. Ada banyak sekali orang non Yahudi yang awalnya penyembah berhala akhirnya bertobat dan menerima Tuhan Yesus Kristus. Ketika Kefas berkunjung ke sana, ia membangun hubungan yang baik dengan jemaat di Antiokhia. Ia makan sehidangan bersama-sama dengan mereka, juga bersama dengan beberapa rasul lain. Di lain pihak, ada orang-orang Yahudi yang berasal dari golongan Farisi juga bertobat. Mereka ini bertobat karena pelayanan Rasul Yakobus, namun meskipun mereka bertobat, pengertian mereka belum lengkap. Memang pertumbuhan iman memerlukan waktu. Di satu sisi mereka memercayai bahwa Tuhan Yesus adalah Penebus atau Juruselamat mereka, namun di sisi lain mereka juga masih memiliki pemahaman yang keliru, yaitu mereka percaya bahwa Tuhan Yesus mengaruniakan keselamatan hanya kepada orang-orang yang bersedia disunat dan mengikuti ritual ibadah agama Yahudi. Kelompok ini kemudian mengintimidasi orang-orang percaya di Antiokhia agar mereka memberi diri disunat dan tunduk pada aturan Yudaisme. Hal ini menyimpang dari ajaran Tuhan Yesus (Kisah Para Rasul 15:1). Mereka belum memahami bahwa ritual Taurat sebenarnya melambangkan pengorbanan Kristus, dan ketika pengorbanan Kristus telah selesai dilakukan maka ritual tersebut telah selesai masa berlakunya. Tuhan Yesus mengembalikan seluruh orang percaya pada esensi Taurat, yaitu hukum kasih. Dengan mengasihi Tuhan dengan segenap hati, kekuatan, dan akal budi kita serta mengasihi manusia seperti diri kita sendiri. Golongan Kristen yang berlatar belakang Farisi ini akhirnya mengintimidasi jemaat Antiokhia, dan karena Kefas termanipulasi maka kemudian ia mengambil keputusan yang salah. Seharusnya Kefas menjelaskan kepada mereka kebenaran yang sesungguhnya, tetapi karena saat itu ia dikuasai rasa takut kepada kelompok orang tersebut akhirnya ia melakukan sebuah kesalahan, ia malah menjauhi orang-orang kristen non Yahudi tersebut. Akibatnya sangat fatal, karena seorang pemimpin umat Tuhan melakukan hal demikian maka itu menyeret beberapa pemimpin lain dan beberapa jemaat jatuh dalam kesalahan yang sama (Galatia 2:12 -13). Hal tersebut tentu saja sangat melukai perasaan orang-orang Kristen non Yahudi di Antiokhia. Jika hal tersebut tidak dibereskan pada saat itu juga maka peristiwa tersebut dapat menimbulkan kekacauan di kalangan orang-orang Kristen di kota-kota dan negara-negara lain. Maka seorang rasul mengambil sebuah tindakan tegas dengan menegur Kefas ketika peristiwa itu terjadi. Supaya jemaat tidak terluka lebih parah karenanya. Jemaat di Antiokhia adalah jemaat yang dewasa, mereka mengirim beberapa rasul sebagai utusan untuk menemui Yakobus, Yohanes, dan beberapa rasul di Yerusalem agar peristiwa tersebut dapat diselesaikan dengan baik (Kisah Para Rasul 15:5-11). Akhirnya Kefas menjelaskan dengan tegas di hadapan para rasul yang lain sebuah kebenaran yang mutlak diajarkan oleh Tuhan Yesus sendiri. Kefas menunjukkan perubahan hidupnya yang luar biasa, akhirnya ia berani menyuarakan kebenaran tanpa terintimidasi atau termanipulasi lagi seperti ketika ia mengunjungi Antiokhia. Akhirnya Yakobus menyatakan bahwa pendapat beberapa jemaat yang berlatar belakang Farisi yang memaksa orang Antiokhia bersunat adalah pendapat yang salah! Yakobus mengambil sebuah keputusan bahwa orang kristen non Yahudi tidak diharuskan bersunat dan mengikuti ritual Taurat agar dapat menerima keselamatan dalam Tuhan Yesus Kristus, karena keselamatan disediakan bagi semua orang yang bertobat dan menerima Tuhan Yesus sebagaisatu-satunya Tuhan dan Juruselamat, dan Tuhan sendiri tidak membuat perbedaan apapun. Di sini kita bisa melihat bahwa Alkitab memaparkan seluruh peristiwa tersebut dengan jujur sebab Alkitab adalah firman Allah, dan Alkitab adalah kebenaran! Di sini kita melihat bahwa pemimpin umat adalah manusia biasa dan dapat berbuat salah. Oleh karena itu kita jangan mendewakan pemimpin, tetapi kita tetap menghormati mereka. Bahkan pemimpin yang berjuang keras dalam pekerjaan Tuhan harus dihormati dan dihargai dua kali lipat. Itulah sebabnya setiap pemimpin memerlukan Roh Kudus untuk menuntun mereka berjalan dalam kebenaran Firman Tuhan, sehingga mereka juga bisa menuntun jemaat berjalan dalam kebenaran Tuhan.

Apa hikmah yang dapat kita pelajari dari Firman Tuhan hari ini:

1. Roh Kudus menuntun kita hidup dalam seluruh kebenaran. Tuhan Yesus berkata: Yohanes 16:13- 15Dari kisah yang kita baca hari ini, kita melihat adanya upaya iblis mengacaukan iman orang percaya di Antiokhia dan di seluruh dunia, tetapi Roh Kudus tidak tinggal diam. Bukanlah kebetulan jika Roh Kudus menggerakkan Rasul Yakobus dan rasul-rasul lain untuk mengajarkan seluruh kebenaran kepada jemaat di Antiokhia dan beberapa kota lain (Kisah Para Rasul 15:22-24). Yakobus memerintahkan jemaat untuk tidak mengikuti ajaran salah dari beberapa jemaat yang ke sana, lalu pesan Yakobus adalah jemaat Antiokhia menjauhi ritual penyembahan berhala bangsa Pagan. Yakobus dan para rasul mengajar jemaat agar berpegang teguh pada ajaran Tuhan Yesus. Kita bisa melihat bahwa Roh Kudus yang memenuhi hati dan pikiran para rasul bekerja melalui mereka untuk memelihara pemikiran jemaat. Roh Kudus menghendaki orang percaya untuk memahami isi hati Tuhan dengan benar. Tuhan Yesus mengembalikan manusia kepada esensi Taurat, yaitu Hukum Kasih. Jadi saat ini kita berada di bawah Hukum Taurat yang sesungguhnya yaitu Hukum Kasih. Kalau kita mengasihi Tuhan dan sesama, kita tidak akan berzinah, membunuh, mencuri, dll. Sejak zaman Musa hingga kedatangan Tuhan Yesus, mereka memelihara aneka macam ritual Taurat karena mendapat tugas untuk melestarikan kesadaran manusia bahwa mereka memerlukan Sang Penebus. Itulah yang seharusnya menjadi fokus pemahaman orang percaya. Bagaimana kita dapat dipimpin Roh Kudus untuk memahami seluruh kebenaran? Jangan pilih-pilih Firman Tuhan. Jika kebenaran dipotong-potong dan dirangkai semaunya maka pemahaman bisa sesat.

2. Roh Kudus menuntun kita melalui berbagai macam cara. Roh Kudus dapat menuntun melalui nubuatan, rhema, nasihat, dll.Dalam kisah ini kita melihat bahwa Roh Kudus memenuhi hati dan pikiran para rasul, dan menolong mereka semua berpegang teguh pada pengajaran Tuhan Yesus, memahami keseluruhan Alkitab dengan benar.Jika ada satu atau dua pemimpin berbuat salah, Roh Kudus memakai rasul-rasul lain untuk menolong mereka kembali berbuat kebenaran.Jadi, Tuhan juga berbicara kepada kita melalui orang-orang yang diangkat oleh Tuhan untuk menjadi pemimpin rohani kita atau saudara seiman kita.Setiap pengertian dan nasihat harus diuji apakah sesuai dengan kebenaran firman Tuhan atau tidak. Taati yang sesuai dengan kebenaran firman Tuhan.Roh Kudus juga dapat mengarahkan kita melalui para pemimpin kita (Roma 13:4). Jika pemerintah memerintahkan kita untuk sementara waktu tinggal di rumah demi kebaikan bersama karena mencegah penyebaran wabah, maka marilah kita taati. Kita melakukan apa yang menjadi bagian kita masing-masing dengan setia, dan Tuhan akan menolong kita semuanya (1 Petrus 4:7). Jika dikuasai ketakutan berdoapun juga bisa kacau. When you stay at home: Filipi 4:6-9. Tuhan memberkati!

5
Jul 2020
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
28
Jun 2020
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
21
Jun 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
14
Jun 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.