Ringkasan Khotbah

29
Mar 2020
2 Korintus 8:2-4
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
Orang percaya di Yerusalem, Yudea, pada zaman para rasul, sedang mengalami kesulitan dan penderitaan yang sangat besar. Melihat hal tersebut, rupa-rupanya jemaat Tuhan yang ada di kota-kota dan negara lain tidak berpangku tangan. Mereka adalah jemaat di Makedonia, Filipi, Tesalonika, dan Berea. Mereka belajar memberi pertolongan kepada orang-orang percaya di Yerusalem dan Yudea yang sedang sangat menderita. Hari ini kita melihat contoh/teladan dari jemaat yang ada di kota Makedonia. Siapakah mereka? Dalam perjalanan pekabaran Injil, para rasul dibimbing oleh Roh Kudus untuk pergi memberitakan kabar baik kepada jemaat di Makedonia. Jemaat ini bukanlah jemaat yang kaya secara harta, mereka sangat miskin dan sedang menghadapi berbagai macam penderitaan. Ingat bahwa jemaat ini didirikan atas bimbingan Roh Kudus secara langsung. Sangat unik mengetahui bahwa Roh Kudus memimpin para rasul menyelamatkan orang-orang Makedonia, padahal secara ekonomi, jemaat Makedonia bukanlah jemaat yang kaya. Mengapa Roh Kudus memimpin para rasul ke tempat tersebut? Mengapa tidak di kota-kota yang penduduknya kaya? Hikmat Roh Kudus memang sangat dalam. Kata "penderitaan" yang dialami oleh jemaat Makedonia bisa berarti penindasan, penganiayaan, tekanan, kesusahan besar, dll. Namun anehnya, mereka malah memberikan bantuan materi kepada jemaat di Yerusalem dan Yudea yang juga sedang mengalami penderitaan yang sangat berat. Bukankah mereka sendiri sangat miskin dan menderita? Tetapi mereka malah memberikan bantuan materi yang mereka sendiri perlukan kepada orang-orang yang lebih menderita daripada mereka. Mereka bukan hanya memberi sesuai kemampuan mereka, tetapi mereka memberi "melebihi kemampuan mereka". Pemberian mereka adalah sebuah pengorbanan besar! Jemaat Makedonia yang bertumbuh dewasa melalui penderitaan mampu memberikan pengorbanan mereka bagi jemaat Yerusalem.
Keadaan jemaat di Korintus: 2 Korintus 8:7, Jemaat Korintus adalah jemaat yang berlimpah secara materi, pandai/banyak pengetahuannya, pandai dalam berkata-kata/pidato, suka membantu hamba-hamba Tuhan, dll. Mereka pernah berjanji kepada para rasul bahwa mereka juga akan membantu jemaat di kota/negara lain yang sedang dalam keadaan susah. Mereka telah memulai pelayanan kasih mereka dengan menjanjikan akan memberikan sejumlah pemberian kepada jemaat yang ada di Yerusalem dan Yudea, hanya saja pelayanan kasih tersebut belum diselesaikan secara tuntas. Itulah sebabnya para rasul mengingatkan mereka agar menuntaskan pelayanan kasih itu dengan hati yang rela (2 Korintus 8:11). Pelayanan kasih Jemaat Makedonia disebutkan dalam firman penggembalaan ini untuk menjadi teladan bagi jemaat Korintus! Roh Kudus dari semula telah mempersiapkan hal ini, itulah sebabnya jemaat Makedonia dipersiapkan untuk menjadi teladan atau contoh di dalam melakukan pelayanan kasih, baik bagi jemaat Korintus maupun bagi kita.
Apa hikmah yang dapat kita petik melalui firman Tuhan hari ini?
1. Roh Kudus mengingatkan kita untuk berbuat kasih kepada sesama manusia (Yohanes 14:26). Roh Kudus tidak hanya mengajar jemaat memahami firman Tuhan, tetapi juga mengingatkan jemaat pada perintah-perintah praktis yang diajarkan oleh Tuhan Yesus untuk mereka lakukan. Melalui nasihat para rasul, Roh Kudus sedang mengingatkan jemaat Korintus dan kita semua untuk berbuat kasih kepada sesama. Ini adalah perintah Tuhan Yesus secara langsung. Berikut adalah salah satu perintah praktis yang diajarkan oleh Tuhan Yesus: Matius 25:37-40, 44-45.
2. Pelayanan kasih adalah salah satu bentuk ibadah. Tahukah Saudara bahwa ibadah bukan sekedar ritual? Hari-hari ini karena keadaan darurat, kita semua belum dapat menyelenggarakan ibadah di dalam gedung gereja kita. Tetapi tahukah saudara bahwa ritual ibadah di dalam gereja meskipun penting bukanlah merupakan satu-satunya bentuk ibadah? Pertemuan Ibadah dalam gedung gereja memang sangat penting, jika keadaan sudah memungkinkan kita akan kembali beribadah di dalam gedung gereja seperti biasa. Namun ingatlah bahwa ini adalah salah satu bentuk ibadah (Ibrani 10:25). Ibadah kepada Tuhan bukanlah sekedar serangkaian upacara keagamaan. Ibadah kepada Tuhan diwujudkan dalam perilaku kita sehari-hari (Roma 12:1-2). Maksud ayat itu adalah pergunakan hidup kita dalam keseharian untuk menaati firman Tuhan. Itulah ibadah yang sejati. Apa yang kita lakukan di dalam gedung gereja setiap hari Minggu seharusnya mengubah perilaku kita dalam keseharian. Menyanyi lagu rohani bukan hanya di gereja saja, jadikan itu sebagai gaya hidup kita sehari-hari. Jangan malah bersungut-sungut atau mengomel tentang segala sesuatu. Jika di gereja kita mendengar firman Tuhan maka dalam keseharian di rumah, kita diharapkan juga memiliki waktu membaca, merenungkan, dan melakukan firman Tuhan. Kita telah membuat video renungan harian melalui program Reborn di Youtube channel kita, ini dibuat bukan agar kita tidak membaca Alkitab, kita harus tetap membacanya lalu mendengar bimbingannya melalui video tersebut. Jika kita memberi persembahan di gereja, kita sedang diajar untuk mengakui bahwa Tuhan adalah Sumber berkat dalam hidup kita, oleh karena itu sebenarnya kita sedang mengembalikan sebagian dari berkat yang kita terima dari tangan Tuhan. Kita sedang diajar untuk tidak hitung-hitungan kepada Tuhan dan menjadi murah hati. Dalam keseharian, ini harus diwujudkan dalam bentuk mempedulikan sesama kita yang sedang mengalami kesusahan. Jadi jangan berpikir bahwa ibadah hanyalah ritual, itu adalah jebakan roh agamawi! Ibadah dilakukan untuk menyenangkan hati Tuhan, bukan menyenangkan hati kita. Ibadah adalah seluruh perbuatan kita untuk berbakti kepada Allah! Jadi, tindakan ibadah apa yang dapat kita lakukan hari-hari ini? Dalam situasi berat seperti ini, orang-orang mulai membeli berbagai macam keperluan sehari-hari agar mereka dapat bertahan di rumah kalau-kalau keadaan belum membaik. Ini dilakukan untuk berjaga-jaga. Dan ini hal baik selama kita tidak hanya memikirkan diri sendiri. Kita juga perlu memikirkan nasib orang lain. Justru kesempatan seperti ini adalah kesempatan bagi kita untuk berbuat kasih pada sesama. Mari kita meneladani jemaat Makedonia. Meskipun kita sendiri sedang mengalami kesulitan, marilah kita juga belajar untuk memperhatikan sesama kita dengan pemberian-pemberian kecil. Inilah pimpinan Roh Kudus bagi kita semua. Pelayanan kasih tidak harus spektakuler, tidak perlu berbentuk kegiatan amal yang besar dan dihadiri ribuan orang! Berbuat baik bukan untuk dipuji orang, bukan untuk mendapat pahala, tetapi untuk menyenangkan Tuhan. Tahukah Anda, Tuhan tidak pernah berhutang kepada orang-orang yang berbuat kebaikan dengan sikap hati atau motivasi yang benar? Amsal 19:17. Jangan meletakkan seluruh beban di pundak pemerintah, manakala kita duduk di kursi penonton dan mencaci maki perjuangan mereka. Apa tugas kita sebagai warna negara yang baik? Sebagai orang percaya yang baik? Mendoakan pemerintah, mendoakan para dokter, paramedis, mendoakan agar wabah segera berlalu, mendoakan agar ekonomi terjaga, dan melakukan pelayanan kasih secara nyata dalam keseharian kepada orang-orang lemah yang kita kenal dalam jangkauan kita. Amin. Tuhan Memberkati!
31
Mei 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
24
Mei 2020
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
17
Mei 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
10
Mei 2020
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.