Liputan Video

Tak Ada Logika

Yeremia 25:12


Ada sebuah lirik lagu yang mengatakan bahwa ‘cinta itu tak ada logika’. Seseorang yang sudah menikah menyatakan cinta kepada seseorang dan mereka sama-sama tahu statusnya dan masih main api juga.

Cinta eros atau romantisme itu sumbernya dari hati nurani manusia, keinginan manusia yang sudah tercemar oleh dosa. Makanya kadang-kadang kalau orang sudah cinta itu logikanya juga bisa hilang. Apa yang mereka anggap logis itu ternyata tidak logis.

Ini bisa kita lihat dalam diri umat Yahudi dalam Yeremia 25:12 berkata “Kemudian sesudah genap ketujuh puluh tahun itu, demikianlah Firman Tuhan, maka Aku melakukan  pembalasan kepada raja Babel dan kepada bangsa itu oleh karena kesalahan mereka, juga kepada negeri orang-orang Kasdim, dengan membuatnya menjadi tempat-tempat yang tandus untuk selama-lamanya.”

Tuhan berjanji kepada bangsa itu bahwasanya ketika mereka diangkut menuju ke Babel, maka setelah masa tujuh puluh tahun maka bangsa Babel akan dihukum oleh Tuhan dan nantinya bangsa Yahudi dikembalikan ke tanah perjanjian. Ini bertentangan dengan logika mereka. Karena sebuah kerajaan yang dihancurkan ketika penduduknya diangkut ke negeri lain, tujuannya adalah agar kerajaan itu tidak bisa bangkit lagi. Logikanya demikian.

Tetapi mengapa bangsa Yahudi terus menerus; ada sekelompok orang yang dipimpin raja Zedekia yang menolak Tuhan untuk pergi ke tempat pembuangan. Karena mereka punya logika bahwasanya kalau mereka diangkut keluar menuju ke Babel maka kerajaan mereka tidak akan bisa pulih lagi.

Apa yang mereka anggap logis sebenarnya tidak logis bagi Tuhan, yang logis bagi Tuhan adalah kalau mereka menaati Tuhan dengan dididik di situ, diberi hati yang baru dan kemudian mengasihi Tuhan, maka Tuhan sanggup kok, lebih dari sanggup untuk membawa mereka kembali ke negeri perjanjian. Apa yang logis bagi Tuhan kadang-kadang mungkin kita tidak mengerti dan itu kita anggap tidak logis bagi kita. Contohnya Alkitab berkata “Ampunilah musuhmu. Kasihilah musuhmu. Berbuat baik pada orang-orang yang manganiaya kamu.” Bagi beberapa orang “Ini tidak logis. Aku punya hak untuk membalas. Aku punya hak untuk dendam kepada dia.” Tetapi ketahuilah orang yang dendam kepada orang lain itu seperti orang yang minum racun dan menghendaki orang lain yang mati. Aneh bukan? Tidak logis bukan? Dendam itu, kebencian itu menghancurkan diri kita sendiri. Inilah logika yang benar. Ada beberapa orang yang hancur hidupnya karena mereka punya dendam.

Apa yang logis bagi kita belum tentu logis bagi Tuhan. Oleh karena itu agar kita punya logika yang baik maka marilah kita meresapi firman Tuhan, nilai-nilai kebenaran yang dituliskan dalam Alkitab itu menjadi nilai-nilai kebenaran dalam hidup kita. Tanamkan firman Tuhan dalam tanah hati kita yang baik sehingga bisa berbuah dan mengubahkan hidup kita, berbuah banyak, membuat kita menjadi manusia baru di dalam Tuhan Yesus Kristus.

Tuhan memberkati!

17
Jun 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 18:00
23-21
Jun 2019
di
Pkl. 11:00 - 13:00
16
Jun 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
9
Jun 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
2
Jun 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
26
Mei 2019
Rev. James Singh