Liputan Video

Mengubah Hati Mengubah Kelakuan

Yeremia 22:3


Kekristenan bukanlah sebuah agama, tetapi sebuah pemulihan hubungan yang mengubah hati dan kemudian mengubah kelakuan.

Ada banyak orang menjadi kristen tetapi tidak mengalami perubahan hati, hanya perubahan kelakuan saja. Dan jika seperti ini tidak akan bertahan lama. Sebab perubahan harus dimulai dari dalam. Kalau perubahan hanya dari luar saja, dari kelakuan saja, maka orang itu sedang hidup dengan topeng dan kemudian dia akan lelah sendiri. Tetapi jika hati memang sudah berubah maka orang akan berperilaku, berkata-kata dan menunjukkan ekspresi wajah yang alami; bahwa dia menjadi orang yang sungguh-sungguh diubah; bukan hanya pura-pura sabar, bukan hanya pura-pura baik, bukan hanya pura-pura tenang tetapi betul-betul menjadi orang yang sabar, baik, tenang dan yang lain sebagainya.

Yeremia 22:3 berkata begini “Beginilah Firman Tuhan: lakukanlah keadilan dan kebenaran, lepaskanlah dari tangan pemerasnya orang yang dirampas haknya, janganlah engkau menindas dan janganlah engkau memperlakukan orang asing, yatim dan janda dengan keras, dan janganlah engkau menumpahkan darah orang yang tak bersalah di tempat ini.”

Tuhan memberi peringatan terakhir kepada raja-raja Yehuda. Ada beberapa raja yang Anda bisa baca dalam pasal ini; diberi peringatan bahwa status mereka sebagai bangsa pilihan Tuhan, status Yerusalem dan Bait Allah sebagai lambang dimana Allah boleh tinggal itu tidak akan disayangkan oleh Tuhan. Sebab Tuhan tidak hanya menghendaki status seperti itu. Tuhan menghendaki raja-raja itu betul-betul mengalami perubahan hati dan perubahan hidup; barulah Tuhan berkenan tinggal di sana. Jika tidak maka kerajaan itu akan dimusnahkan dan Bait Allah, Yerusalem akan dihancurkan.

Tuhan tidak ingin hanya status kita menjadi orang kristen. Tetapi kita harus betul-betul mengingat bahwa Tuhan datang ke dunia menjadi manusia, mati menggantikan kita. Dia bangkit pada hari yang ketiga untuk naik ke surga dan kemudian menyediakan tempat tinggal bagi kita yang percaya kepada-Nya. Jika kita diberikan sebuah kasih yang seperti ini maka hati kita harus mengalami perubahan. Perubahan hati itu haruslah menuntun pada perubahan kehidupan. Jika kita tidak mengalami perubahan hati dan perubahan kehidupan maka kekristenan kita perlu dipertanyakan. Mungkin kita hanya mengandalkan kekuatan pribadi kita.

Kalau kita betul-betul menghayati kasih dan kebaikan Tuhan dalam hidup kita, maka kekristenan itu bukan hanya sekedar menjadi agama bagi kita tapi benar-benar hubungan yang dipulihkan dengan Allah. Pada saat kita benar-benar mengalami kasih Allah dalam hidup kita, merasakan itu, itu akan menuntun pada perubahan kelakuan yang permanen. Karena hati kita sudah diubahkan terlebih dahulu.

Tuhan Yesus memberkati!

22
Jul 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 18:00
28
Jul 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
29
Jul 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 19:00
21
Jul 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
7
Jul 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
30
Jun 2019
Pdt. Dr. Subagio M., M. Th.