Liputan Video

Lulus Ujian

Yesaya 59:2


Tujuan akhir pada saat kita bersekolah dan menuntut ilmu adalah kita menguasai pelajaran yang kita terima. Dan tujuan akhir dari sekolah kehidupan adalah perubahan hidup kita.

Manakala tujuan belum tercapai maka terus kemudian ujian-ujian yang terus dilakukan masih diperlukan. Bahkan kita mengenal sekarang ada istilah remidiasi atau perbaikan bagian-bagian pelajaran yang belum kita kuasai atau belum kita mengerti dengan sebaik-baiknya agar pada saat ujian akhir dilakukan maka kita sudah benar-benar menguasai apa yang diajarkan. Demikian halnya yang terjadi di dunia pendidikan itu juga terjadi dalam kehidupan orang-orang percaya.

Tuhan memberkati sebuah bangsa yang namanya bangsa Ibrani yang tadinya adalah budak di Mesir, tidak punya tanah air, lalu Tuhan memanggil orang-orang Ibrani ini untuk tinggal di sebuah tanah yang menjadi milik Tuhan dengan sebuah perjanjian; mereka boleh tinggal dan memiliki tanah itu untuk selama-lamanya jika mereka mentaati sebuah perjanjian yaitu perjanjian Taurat. Mereka ikut aturan-aturan Tuhan untuk tinggal disana. Dan jika mereka melanggar Tuhan akan kasih peringatan. Tetapi terus jika mereka melanggar maka mereka akan dididik dengan keras dengan cara diusir keluar dari negeri itu sampai mereka bertobat, sampai mereka sungguh-sungguh berubah, baru mereka diberikan kesempatan kembali ke negerinya untuk kembali tinggal dan menikmati dan memiliki tanah yang dijanjikan Tuhan tersebut.

Dalam Yesaya 59:2 dikatakan “Tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu. Dan yang membuat dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar adalah, ialah segala dosamu.”

Nabi Yesaya menubuatkan bahwa suatu hari bangsa yang bebal ini akan dihukum oleh Tuhan, mereka diperbudak di Babel dan di Persia. Dan di situ mereka akan berseru-seru “Tuhan mengapa Engkau tidak mendengar doa kami? Mengapa kami belum dilepaskan dari perbudakan ini? Kenapa Tuhan tidak segera menolong?” Jawabannya bukan karena tangan Tuhan kurang panjang untuk menyelamatkan, bukan karena Tuhan tidak mampu, bukan karena itu terlalu sulit bagi Tuhan. Tetapi yang merupakan penghalang antara kamu dan Allahmu adalah dosamu. Dengan kata lain Tuhan berkata “Engkau belum lulus ujian. Engkau masih harus memperbaiki hal-hal yang salah; pola pikir yang salah, pola hidup yang salah.” Sampai mereka benar-benar mengakui bahwa Tuhan adalah Tuhan yang benar. Ketika proses pendidikan itu sudah selesai maka mereka akan ditolong oleh Tuhan.

Dalam kehidupan kita berapa kali kita juga mengalami pergumulan, kesulitan dan tantangan hanya gara-gara kita mempertahankan konsep berpikir atau sebuah nilai hidup yang salah. Selama kita tidak mau berubah dari konsep berpikir dan nilai hidup yang salah tersebut maka kita akan terus berjuang, bergumul, berjuang, bergumul dan mungkin kita minta pertolongan Tuhan pun, Tuhan diam saja. Bukan karena Tuhan jahat. Tetapi karena Tuhan tidak mau mengganggu proses belajar kita. Tuhan mau proses belajar kita lengkap; Tuhan mau kita lulus ujian sehingga konsep berpikir yang salah bisa rontok dan hidup kita berubah sesuai dengan firman Tuhan. Sehingga ketika kita lulus ujian kita bisa menjadi orang yang selangkah lagi lebih dewasa dan memuliakan nama Tuhan. Pada saat itulah doa-doa kita akan kita lihat dikabulkan oleh Tuhan. Pertolongan-Nya, pemulihan-Nya, berkat-berkat-Nya, kuasa-Nya menyertai hidup kita.

Jangan remidi lama-lama, tetapi sebaiknya kita segera lulus ujian.

Tuhan memberkati!

17
Jun 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 18:00
23-21
Jun 2019
di
Pkl. 11:00 - 13:00
16
Jun 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
9
Jun 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
2
Jun 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
26
Mei 2019
Rev. James Singh