Liputan Video

Ikut-ikutan

Amsal 14:15

 

Sering ikut- ikutan tanpa tahu kebenaran. Orang yang tak berpengalaman percaya pada setiap perkataan. Tetapi orang yang bijak memperhatikan langkahnya.

Suatu hari ada seseorang bertanya kepada saya, “Kamu kenal ga si A?”

Saya jawab, “Oh, kenal. Memangnya kenapa?”

Lalu dia bilang, “Si A itu orangnya begini, begini, bagini dan begini.”

Lalu saya tanya kepada dia, “Memang kamu kenal dengan si A?”

“Oh, tidak.”

Lalu saya tanya, “Lho kamu tahu dari mana?

“Dari si B atau si C.”

Kebencian yang tadinya cuma ada di satu orang berubah menjadi kebencian berjamaah. Tanpa memeriksa kebenaran apakah si A benar-benar punya kelakuan begini dan begitu. Ternyata orang ini bisa percaya.

Dan ada yang lebih lucu lagi. Ada orang berkata begini setelah mendengar dari temannya “Eh, kamu kenal ga dengan si A?” Tanpa dia tau bahwa si A itu yang sedang dia ajak bicara. “Si A itu begini, begini, begini dan begini.”

Si A ini bingung kan? Itu kan tentang gue.

Tanpa tau kebenaran orang kadang-kadang ikut percaya pada apa yang dikatakan oleh orang lain, ikut-ikut membenci, ikut-ikut menyerang dan yang lain sebagainya. Bukankah kita sering melihat ini? Ada banyak orang yang kemudian membenci seseorang karena dia dengar dari orang lain bahwa orang ini salah dan yang lain sebagainya.

Suka ikut-ikutan orang lain tanpa memeriksa kebenarannya.

Saudara, jangan sampai kita menjadi orang yang seperti ini. Kita harus memeriksa kebenaran, menguji setiap kebenaran dan memegang apa yang baik. Itu kata firman Tuhan.

Dengan pengajaran bagaimana kita harus bersikap? Ketika ada orang yang mengajarkan begini dan begitu. Maka kita harus menguji dulu benar tidak sih yang disampaikan? Sebab pengajaran yang memakai nama agama itu berbahaya bagi orang. Katakanlah kita ini orang Kristen, ada banyak orang yang mengajarkan kepada kita, begini, begini dan begini. Kalau kita tidak memeriksa kebenarannya kita bisa salah kan. Kita bisa tersesat.

Maka biasakan kita menjadi orang yang mau belajar firman Tuhan dengan baik agar kita tidak disesatkan. Demikian mudah percaya kepada perkataan orang tanpa kita menguji kebenarannya.

Kita harus tau bahwa asumsi hanyalah apa yang apa orang lain pikirkan sebagai sebuah kebenaran. Belum tentu asumsi adalah sebuah fakta.

14
Apr 2019
di Ruang Baptis
Pkl. 11:00
22
Apr 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 18:00
28
Apr 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
24
Mar 2019
Ps. Ary M. Wibowo (JPCC)
17
Mar 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
10
Mar 2019
Ps. Rizki Madayu, S. S.
3
Mar 2019
Ev. Suryo Supeno