Ringkasan Khotbah

15
Feb 2015
RUT 1:1-6
Ps. Wahyudi Handaya

Kitab Rut adalah sebuah kitab di dalam Alkitab yang menceritakan tentang kisah Rut. Rut (bahasa Ibrani: רות, ; "belas kasih"; bahasa Inggris:Ruth), adalah seorang perempuan Moab yang menikah dengan Mahlon, salah seorang putra Naomi dan Elimelekh. Suaminya kemudian meninggal karena bencana kelaparan. Rut pada akhirnya menjadi istri Boas dan memperanakkan Obed, kakek Raja Daud dari Israel serta menjadi inti cerita Kitab ini. Menurut Perjanjian Baru, ia salah satu nenek moyang Yesus (Matius 5). Moab, atau orang Moab adalah sebuah suku yang masih mempunyai hubungan darah dengan suku-suku Israel (Kejadian 19:30-37). Moab adalah anak Lot yang diperolehnya dari hasil hubungannya dengan putrinya. Nama Elimelekh berarti ‘My God is King’ (=Allahku adalah Raja), tetapi kenyataannya, tak hidup sesuai dengan arti dari namanya sendiri karena goyah imannya kepada Tuhan dengan tidak menjadikan Allah sebagai Raja yang sanggup memberikan jalan keluar saat ditengah kesulitan kelaparan, sehingga Elimelekh dengan kedua anaknya laki laki meninggal di tanah Moab.

Belajar dari kisah ini saaat kita di tengah kesulitan dalam masalah kita harus:

1. TETAP TINGGAL DALAM PIMPINAN FIRMAN-NYA

a. Tidak berjalan atas keinginan diri. Elimelekh tidak berdoa lebih dulu untuk meminta pimpinan Tuhan (ay 1). Ini adalah sesuatu yang sangat salah! Kalau Anda mau melakukan sesuatu, apalagi itu adalah sesuatu yang penting, apakah Anda berdoa lebih dulu untuk meminta pimpinan Tuhan? 1 Sam. 23:1-13 Daud meminta pimpinan Tuhan dalam setiap langkah yang akan dia lakukan! Mahlon dan Kilyon kawin dengan orang Moab yaitu Rut dan Orpa (ay. 4) Kalau dalam jaman Perjanjian Baru Tuhan melarang orang kristen menikah dengan orang non kristen (2 Kor 6:14) Berjalan dengan kemampuan akal pikiran kita berarti berjalan dengan keinginan kita

b. Bercermin pada Firman Tuhan Elimelekh tidak melakukan introspeksi terhadap kehidupannya terbih dalu dengan tidak bercermin pada Firman Tuhan. Kesukaran bisa disebabkan karena dosa dan karena itu, pada saat kita mengalami kesukaran (apalagi yang berat dan rasanya tak tertahankan), sebaiknya kita mengintrospeksi/memeriksa hidup kita. Kita harus berkaca pada Firman Tuhan dan bersedia berubah sesuai dengan Firman Tuhan (Yakobus 1:22-23) Firman Tuhan akan mengubah kehidupan kita menjadi baik saat kita bukan hanya sekedar pendengar saja tetapi kita menjadi pelaku Firman. Firman bukanlah hanya pengetahuan tetapi benar-benar mengubah hidupa kita. Contoh: Dalam Yosua 7, bangsa Israel dikalahkan oleh Ai. Dalam percakapan antara Tuhan dengan Yosua, Tuhan menunjukkan dosa bangsa Israel, dan setelah dosa itu dibereskan, maka akhirnya bangsa Israel berhasil mengalahkan Ai.

2. TETAP TINGGAL DALAM JANJI TUHAN

Elimelekh tidak tetap tinggal dalam teritorial Tuhan yang telah diberikan kepadanya yaitu meninggalkan tanah perjanjian yaitu Tanah Kanaan dengan pergi ke tanah Moab (ay. 1) . Mereka meninggalkan tanah Kanaan yang adalah tanah perjanjian! Apakah kelaparan itu begitu hebat shg mereka terpaksa pindah? Rasa-rasanya tidak! Sebab orang-orang lain tidak pindah dan tetap bisa hidup. Dari ay. 19,21 kelihatannya mereka adalah orang yang terpandang dan kaya. Mungkin ini menyebabkan mereka tidak tahan penderitaan dan mereka lalu pindah. Dari kehidupan Elimelekh kita belaja untuk tetap setia pada janji Tuhan walau dalam persoalan yang berat sebab Tuhan diantaranya berjanji kepada kita:

a. Damai sejatera dan Hari depan yang penuh dengan pengharapan (Yeremia 29:11).

b. Tuhan turut dalam segala perkara untuk mendatangkan kebaikan kepada kita (Roma 8:28)

c. Tuhan akan mennagung segala perkara dan memberikan kekuatan kepada kita (Filipi 4:13).

AMIN…TUHAN YESUS MEMBERKATI

22
Jan 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00