Ringkasan Khotbah

4
Jan 2015
Yosua 1:1-9
Ps. Wahyudi Handaya

Yosua dipilih Tuhan untuk mengantikan Musa memimpin Bangsa Isael untuk memasuki tanah perjanjian dan ia diteguhkan Tuhan akan berhasil membawa bangsa Isreal ke Tanah Perjanjian atas kedaulatan Tuhan.

Memasuki Tahun 2015, setiap orang senantiasa mengharapkan keberhasilan dan keberuntungan. Sebagai orang percaya, kita mau belajar dari Yosua sehingga kita dapat berhasil dan beruntung.

Yosua dapat berhasil dan beruntung karena:

1. Teguh dalam setiap persoalan (ayat 6-7)

Sebagaimana Firman Tuhan kepada Yosua, maka kita pun untuk dapat berhasil harus teguh dalam menghadapi setiap persoalan yang ada di depan, kita harus teguh sebagaimana Yosua teguh di dalam:

a. Iman

Dalam bahasa Yunani "pistis" yang memiliki arti kepercayaan atau keyakinan dengan, dapat kita maknai keberhasilan akan dapat kita peroleh bila kita memiliki keyakinan dapat mencapainya, kita tidak boleh goncang keyakinan kita dengan segala halangan yang ada di depan kita, sebagaimana rasul Paulus menguatkan jemaat di Kolose agar tetap kuat di dalam iman mereka akan Injil.

b. Tidak tawar hati

Tawar hati dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki arti kehilangan keberanian, tidak gembira, tidak bernafsu, dingin hati. Tuhan mengingkatkan kita melalui Yosua tidak tawar hati tetapi memiliki antusias dalam setiap visi yang akan kita capai, belajar Daud yang seorang gembala tidak tawar hati dalam menghadai raksasa sehingga ia menang atas Goliat (1 Sam. 17:32-36) maka Daud dapat mengalahkan raksasa. Jangan pernah takut akan raksasa masalah yang di depan kita, hadapi bersama dengan Tuhan maka akan berhasil.

c. Tekun

Yosua memiliki ketekunan walau berulang kali gagal tetapi ia tidak putus asa. Tekun adalah terus mengerjakan tanpa jemu dan putus asa, keberhasilan akan dapat diperoleh bila kita kita tidak putus asa dalam menghadapi setiap persoalah kita. Paulus memiliki suatu visi yang besar dalam mengabarkan Injil Tuhan. Ia tdak pernah putus asa tetapi terus ia kerjakan walau ancamannya besar (2 Kor. 4:8-9) dan kita harus memiliki keyakinan dengan ketekunan pasti ada buah yang akan dihasilkan (Yak. 1:4)

2. Hidup dalam kebenaran Firman Tuhan (ayat 8)

Orang yang berhasil dan beruntung adalah orang hidupnya mengantungkan Firman Tuhan, Yosua teruji bahwa hidupnya hanya menggantungkan Firman Tuhan, sebagai mana dalam Maz. 1:1-6  bahwa orang yang akan menghasilkan buah pada musimnya adalah orang yang hidup dalam perenungan Firman Tuhan. Kita harus memiliki rasa haus dan lapar akan Firman Tuhan agar hidup kita adalan dalam terang-Nya. Kita harus terus belajar, dan selanjutnya, berjalan dalam Firman Tuhan agar hidup kita berhasil dan beruntung.

3. Mencari hadirat Tuhan dengan sungguh-sungguh (ayat 5, 9)

Hadirat Tuhan adalah kunci keberhasilan dan keberuntungan dari Yosua, itu dinyatakan Tuhan dalam ayat 5, 9 yang menyatakan bahwa "Aku menyertai engkau" yang artinya Yosua terus harus menghadirkan Tuhan dalam setiap perjalanan-Nya. Bangsa Israel mengalami keberutungan karena Tuhan hadir di tengah mereka dengan tiang Awan dan tiang Api (Kel. 13:21-22; Bil. 14:14; Neh. 9:12,19), serta juga saat Tuhan Yesus hadir bagi murid-murid menberikan keteduhan dengan badai (Mark.  4:39). Kita harus menghadirkan Tuhan dalam setiap waktu dengan membangun relasi yang baik dengan Tuhan dengan saat teduh secara teratur sehingga hadirat-Nya membawa keberhasilan dan keberuntungan dalam langkah hidup kita. Amin!

23
Apr 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
13
Mei 2018
di Ruang Baptis
Pkl. 11:00