Ringkasan Khotbah

28
Sep 2014
1 Samuel 30:11-15
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Minggu ini kita membaca kisah pelarian Daud, bagaimana ia melarikan diri ke mana-mana. Daud dikejar-kejar Saul untuk dibunuh, dalam pelariannya kita melihat pertolongan Tuhan. Di dalam Kitab ini, kita akan melihat sebuah perbandingan. Perbandingan antara kehidupan Saul dan Daud. Yang satu hanya meraih kemenangan beberapa kali lalu mengalami kehancuran bertubi-tubi, sedangkan yang lainnya mengalami banyak pergumulan demi pergumulan, tetapi karena setia kepada Tuhan maka ia mengalami kemenangan demi kemenangan.

Alkitab tidak pernah menjanjikan bahwa jika kita mengikut Tuhan maka tidak akan ada masalah. Masalah serta tantangan tentu saja ada di dalam kehidupan orang-orang beriman, tetapi Tuhan yang akan menolong orang-orang beriman untuk mengalami kemenangan dalam setiap pergumulan yang kita hadapi.

Kadang Tuhan dapat menolong kita melalui orang-orang yang tampak tidak berarti bagi kita. Seseorang yang seringkali kita kira tidak dapat berbuat apa-apa, justru Tuhan dapat memakai mereka untuk menjadi saluran berkat-Nya. Apa yang dapat kita pelajari dari kisah ini?

1. Tuhan turut campur tangan menolong anak-anak-Nya. Kita melihat berulang kali Daud ditolong oleh Tuhan, bahkan ketika ia berbuat salah yang mengakibatkan ia terpaksa menghadapi kesulitan yang lebih berat. Tuhan tidak pernah membiarkan anak-anak-Nya berjalan dan bergumul sendirian. Namun seringkali manusia tidak dapat melihat campur tangan Tuhan di dalam hidup ini. Apakah Tuhan berbicara kepada kita melalui hamba-hamba-Nya? Ya. Meskipun tidak selalu demikian, tetapi seringkali Tuhan berbicara melalui manusia, yaitu hamba-hamba Tuhan (Luk 13:34).

2. Kita perlu belajar menanggapi kehidupan dan bimbingan Tuhan dengan benar. Daud tidak menanggapi kehidupan serta persoalannya dengan keputusasaan, stres, bersungut-sungut, memberontak, tetapi ia menaati Tuhan dengan segenap hatinya. Daud tidak terus-menerus meratapi nasibnya, tetapi ia mencurahkan isi hatinya kepada Tuhan dan mempercayai Tuhan dengan sepenuh hati. Tetapi Saul melakukan yang sebaliknya (Bil 14:27-30). Bersungut-sungut bukanlah perkara sepele. Akibat bersungut-sungut atau mengeluh tanpa henti: a) Menjadi jahat dalam pandangan Tuhan, b) Dihukum oleh Tuhan, c) Kehilangan berkat. Daud mengenali bimbingan Tuhan melalui manusia (1 Sam 25:32-34). Tanggapan Daud ketika Tuhan berbicara kepada-Nya: bertobat sungguh-sungguh!

3. Campur tangan Tuhan disertai tanggapan yang benar dari manusia akan menghasilkan berkat dan kemenangan. Kemenangan dicapai ketika manusia bersedia bekerjasama dengan Tuhan. Kemenangan = campur tangan Tuhan + tanggapan yang benar! Campur tangan Tuhan itu pasti, yang menjadi masalah adalah seringkali manusia yang tidak melakukan bagiannya dengan baik. Ketika kita melihat bahwa Tuhan juga campur tangan dalam kehidupan Saul berulangkali, dan Saul yang tidak menanggapi kehidupan serta bimbingan Tuhan dengan benar, maka kita bisa melihat bahwa ternyata seringkali manusialah yang gagal melakukan bagiannya. Kemenangan demi kemenangan akan kita peroleh jika setiap hari kita memastikan diri kita memberi tanggapan yang benar pada kehidupan dan bimbingan Tuhan (1 Sam 30:18-20; Yes 41:10). Amin!

22
Jan 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
14
Jan 2018
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
7
Jan 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
31
Des 2017
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
24
Des 2017
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.