Ringkasan Khotbah

22
Mar 2020
Keluaran 12:21-24
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: "Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah. Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorang pun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi. Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi. Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama-lamanya bagimu dan bagi anak-anakmu.
 
Iman yaitu memercayai janji Tuhan atau firman Tuhan. Optimisme yaitu memiliki keyakinan yang tinggi terhadap hal-hal yang akan terjadi di masa depan, namun kita tidak memiliki daya kuasa untuk mewujudkan hal tersebut. Jadi sebenarnya optimisme adalah memercayai diri sendiri. Contoh: Orang Israel jatuh dalam jebakan optimisme (Bilangan 14:42-45: Janganlah maju, sebab TUHAN tidak ada di tengah-tengahmu, supaya jangan kamu dikalahkan oleh musuhmu, sebab orang Amalek dan orang Kanaan ada di sana di depanmu dan kamu akan tewas oleh pedang; dari sebab kamu berbalik membelakangi TUHAN, maka TUHAN tidak akan menyertai kamu." ). Meskipun demikian, mereka nekat naik ke puncak gunung itu, tetapi tabut perjanjian Tuhan dan Musa juga tidaklah meninggalkan tempat perkemahan. Lalu turunlah orang Amalek dan orang Kanaan yang mendiami pegunungan itu dan menyerang mereka; kemudian orang-orang itu mencerai-beraikan mereka sampai ke Horma.
 
Beriman tidak sama dengan optimis (Amsal 22:3: Kalau orang bijak melihat malapetaka, bersembunyilah ia, tetapi orang yang tak berpengalaman berjalan terus, lalu kena celaka, Mazmur 91:1-2, 9-10: Orang yang duduk dalam lindungan Yang Mahatinggi dan bermalam dalam naungan Yang Mahakuasa akan berkata kepada TUHAN: "Tempat perlindunganku dan kubu pertahananku, Allahku, yang kupercayai." Sebab TUHAN ialah tempat perlindunganmu, Yang Mahatinggi telah kaubuat tempat perteduhanmu, malapetaka tidak akan menimpa kamu, dan tulah tidak akan mendekat kepada kemahmu).
 
Contoh kasus: Jika di luar rumah ada banyak serigala berkeliaran dan pemerintah menghimbau warga tinggal di rumah hingga semua serigala tersebut ditangkap oleh petugas, lalu respon Anda bagaimana? Ketika Anda berada di dalam rumah, apakah itu artinya takut? Tinggal di dalam rumah bukan berarti takut, tetapi itu adalah hal yang bijak, tidak perlu ketakutan tetapi tetap waspada. Lalu bagaimana ketika Anda nekat pergi ke luar rumah, apakah itu termasuk optimisme atau beriman? Jika Tuhan jelas mengatakan kepada Anda untuk keluar menghadapi bahaya itu dan ada janji penyertaan Tuhan, maka itu adalah beriman. Tetapi jika Tuhan sudah memperingatkan namun Anda tetap pergi ke luar rumah, maka resiko ditanggung sendiri. Mari kita belajar menjadi orang-orang yang bertindak dengan bijak dan atas dasar iman. Tuhan memberkati!
22
Mar 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
15
Mar 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
8
Mar 2020
Pdt. Johan Chrisdianto
1
Mar 2020
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.