Ringkasan Khotbah

23
Feb 2020
Benny Khusbin (Makassar)

Orang Kristen ada yang sering datang ke dukun, paranormal atau suhu-suhu sakti untuk minta petunjuk supaya cepat sukses. Padahal itu nanti akan ada akibatnya, mereka akan menerima balasan dari Tuhan sampai kepada 3 atau 4 keturunannya, akan dibalaskan kepada anak, cucu, dan buyut. Lalu apa gunanya cepat sukses dengan cara seperti itu? Jelas tidak ada gunanya. Bagaimana agar orang Kristen dapat meraih kesuksesan dengan cara yang benar? Ada 3 langkah menuju sukses yaitu:

1. Mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh (Mat. 6:33). Tidak ada yang utama selain mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh. Tuhan berkenan pada orang-orang yang punya hati yang sungguh-sungguh beribadah kepada Dia. Mengutamakan Tuhan haruslah menjadi gaya hidup anak-anak Tuhan.

2. Rajin kerja keras (Ams. 10:4). Kalau kita hidup rajin, maka kita akan menjadi sukses. Rajin bekerja keras adalah bekerja dengan disiplin, jujur, tanggung jawab, dan semangat. Banyak orang Kristen sering izin karena ada seminar, izin lagi karena ada retret, izin lagi karena ada kegiatan doa, dan semua itu dilakukan saat jam kerja. Akhirnya sebagai pekerja, mereka memiliki konduite jelek dalam hal waktu kehadirandan jam kerja, ini namanya tidak disiplin. Kalau kita rajin kerja keras, maka Allah pasti memberkati. Didiklah anak-anak untuk bangun pagi-pagi dan mengerjakan tugas dengan hati sungguh-sungguhdan dengan kerja keras. Kita kerja sama-sama dan belajar bekerja keras.

3. Pandai mengelola uang (Ibr. 13:5). Jangan jadi hamba uang. Tuhan memberikan rasa cukup dalam hati kita. Kita harus belajar cerdas dan berhikmat dalam mengelola keuangan, ada bagian-bagian dalam keuangan:

a. Bagian untuk persembahan perpuluhan.Kita harus setia dalam memberi perpuluhan dengan hati tulus. Jangan menunda-nunda untuk memberi apa yang menjadi bagian Tuhan.

b. Bagian dalam memberi pada orangtua dan keluarga. Memberi kepada orangtua sebagai tanda kalau kita mengasihi dan berbakti kepada mereka. Berbagi berkat kepada mereka dapat dilakukan dalam hal-hal yang sederhana sekalipun seperti membelikan makanan kesukaan mereka.

c. Bagian dalam memberi pada hamba Tuhan, orang miskin, dan orang yang sakit atau yang perlu kita bantu. Menjadi saluran berkat bagi orang lain tentunya akan memuliakan dan menyenangkan hati Tuhan.

d. Bagian untuk ditabung. Ada kebutuhan-kebutuhan yang dapat muncul tanpa kita duga, misalnya ketika sakit. Jika kita memiliki tabungan, maka kita dapat menggunakannya di kala kita membutuhkan.

e. Bagian untuk dinikmati. Ada orang yang sangat kaya dan punya mobil mewah tetapi takut memakai mobil tersebut untuk pergi-pergi, misalnya untuk pergi ibadah. Dia jadi takut kalau mobilnya nanti kotor kehujanan. Orang seperti itu diberkati dengan memiliki mobil namun ia tidak bisa menikmati, malah lebih parahnya, mobil menjadi berhala bagi dia. Kita boleh menikmati apa yang kita punya, asal jangan sampai menjadikannya berhala dalam hidup kita.

Seperti yang dikatakan Raja Daud di Mazmur 37:25, keturunan orang benar tidak akan meminta-minta karena mencari Tuhan dengan sungguh-sungguh dan mengandalkan Tuhan. Janji Tuhanbagi anak-anak Tuhan yang mencari-Nya dengan sungguh-sungguh adalah keturunan yang berhasil dan hidup berkelimpahan. Amin! Tuhan memberkati!

22
Mar 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
15
Mar 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
8
Mar 2020
Pdt. Johan Chrisdianto
1
Mar 2020
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.