Ringkasan Khotbah

12
Jan 2020
Mazmur 128:1-6
Ps. Benny Yulianto, S. Th.

Keluarga dibentuk oleh Allah, keluarga adalah lembaga kecil yang dibentuk oleh Allah. Dengan adanya keluarga, Allah akan menyatakan kehendak-Nya. Itu semua juga sudah ditulis oleh Allah di dalam kitab Kejadian, yaitu ketika membentuk atau menciptakan Adam dan Hawa, mereka dibentuk oleh Allah sendiri. Selain membentuk keluarga, Allah juga akan memberkati dan menggenapi janji-janji-Nya. Keluarga yang berpusat pada Kristus adalah keluarga yang takut akan Tuhan. Suami berperan sebagai kepala keluarga atau sebagai imam, maka Allah menghendaki supaya suami hidup dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga dalam memimpin keluarga tentunya suami tersebut adalah seorang yang takut akan Tuhan dan mengerti rencana Tuhan. Keluarga yang diberkati akan dimulai dari suami yang takut akan Tuhan, sebab suami adalah kepala dari keluarga dan suami secara rohani juga merupakan wakil Allah. Dengan begitu, istri dan anak-anak juga dapat hidup takut akan Tuhan.

Keluarga yang mencintai Tuhan adalah keluarga yang lebih mengasihi Tuhan sehingga suasana keluarga akan damai sejantera, bahagia, dan sukacita. Ada kasih Kristus di dalam keluarga yang takut akan Tuhan.

BERKAT BAGI KELUARGA YANG BERPUSAT PADA KRISTUS ADALAH:

1. Dapat menikmati berkat jerih lelahnya (ay. 2). Tidak banyak orang dapat menikmati harta yang banyak. Mungkin mobil nya ada 7, rumahnya ada di mana-mana, bahkan di luar negeri juga punya rumah dan punya vila, tetapi mereka tidak dapat menikmatinya. Di rumah ada kolam renang, tapi yang menikmati adalah pembantunya, sedangkan yang punya rumah sedang sakit stroke sehingga sering keluar masuk rumah sakit dan opname yang berulang-ulang sampai tidak bisa menikmati kolam renangnya. Dalam Pengkotbah 5:18, dikatakan bahwa setiap orang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagianya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya juga. Itulah karunia Allah. Itu semua dapat kita peroleh kalau kita hidup takut akan Tuhan.

2. Memiliki istri yang cakap (ay. 3). Mencari istri bukan hanya mencari yang wajahnya cantik, tetapi juga yang cakap. Artinya yaitu seorang wanita yang tahu kewajiban dan tanggung jawab dalam rumah tangga, tahu mengatur rumah tangga, tentang kebersihan, kerapian, dsb .(Amsal 31:10-31). Istri yang cakap adalah seorang wanita yang: a. Dipercaya oleh suaminya. b. Berbuat baik kepada suaminya sepanjang umurnya. c. Bekerja dengan sukacita. d. Bangun pagi mempersiapkan segala sesuatunya untuk keluarga.

3. Memiliki anak-anak yang dapat membawa nama baik keluarga (ay. 3). Sering dijumpai ada banyak orangtua yang kuatir terhadap pergaulan anak-anaknya di luar rumah. Sebab ada banyak kasus dalam kehidupan ini di mana anak-anak terlibat pergaulan bebas, narkoba, perkelahian masal, minum-minuman keras (mabuk), dll. Namun jika suami dan istri takut akan Tuhan dan menjadi teladan dalam kehidupan keluarga mereka, maka anak-anaknya juga dapat memiliki sikap takut akan Tuhan dan mengasihi Tuhan sehingga mereka akan menjadi generasi penerus Gereja.

4. Beroleh umur panjang (ay. 4-6). Suami yang takut akan Tuhan diberi umur panjang untuk dapat melihat anak-anak dan cucu-cucunya sehingga dari orangtua sampai ke anak, ke cucu, dan ke buyut, semua dilindungi dan dipelihara oleh Tuhan. Semua itu diperoleh karena menjadikan Kristus sebagai pusat dalam keluarga. Amin. Tuhan memberkati!

26
Jan 2020
di Ruang Ibadah
Pkl. 09:00
19
Jan 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
12
Jan 2020
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
5
Jan 2020
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
29
Des 2019
Ps. Andreas Soestono (Jakarta)