Ringkasan Khotbah

29
Des 2019
Lukas 8:4-15
Ps. Andreas Soestono (Jakarta)

Banyak orang berpikir dan berpendapat bahwa bila usia bertambah maka pasti bertambah dewasa juga, padahal belum tentu. Kedewasaan bukan dilihat dari bertambahnya umur atau umur yang sudah banyak, namun menjadi dewasa adalah suatu proses dalam menghadapi masalah, yaitu bagaimana menyikapi dengan adanya masalah tersebut di atas, apakah jalan berpikirnya emosi atau tidak. Contoh: Dalam perjalanan menuju kota, kita diperhadapkan dengan jalan macet, karena ada mobil parkir, posisi agak ke tengah jalan, kemudian kita marah-marah, kita emosi dan merasa “Apa ini jalan kepunyaanmu?” Sikap ini seperti orang yang belum dewasa. Di sisi lain, menghadapi jalan macet, ada yang sabar dan tenang, “Ya, pelan-pelan nanti juga sampai rumah (sambil ngemil roti)”. Orang yang seperti ini termasuk orang yang dewasa karena mempunyai penguasaan diri. Contoh lainnya, untuk  mengerti apakah orang itu dewasa atau tidak, coba diajak senyum, kalau balas senyum berarti dewasa, kalau tidak berarti mungkin tidak dewasa (hehe...). Hidup ini harus berkembang secara fisik, berkembang secara intelek, dan berkembang secara relasi. Banyak orang senang dalam beribadah, mereka menyanyi dan melompat-lompat, tertawa, tetapi dalam kehidupannya tidak berbuah. Misal, ada suami yang hidup dalam percabulan, berbuat cabul, namun yang disalahkan adalah Iblis. Seharusnya bukan menyalahkan roh jahatnya. Tetapi semua itu adalah termasuk perbuatan daging, tidak mau menyangkal diri. Sebelum memikul salib, harus belajar menyangkal diri.

Mendengar firman Allah itu penting sebab iman timbul dari pendengaran akan firman Tuhan. Mendengar firman Allah itu mengandung keselamatan, artinya hidup ini dipindahkan dari gelap dipindahkan ke tempat yang terang.

SUPAYA MENJADI DEWASA, ADA 3 HAL YANG HARUS KITA LALUKAN (Lukas 8:13):

1. Mendengar firman Tuhan dengan sungguh (ayat 13).

2. Menerima firman Tuhan.

3. Merenungkan firman Tuhan.

4. Melakukan firman Tuhan.

Menjadi dewasa artinya bertumbuh, berakar, dan berbuah 30, 60,dan bahkan 100 kali lipat. Inilah namanya  menjadi dewasa.

Demikian firman-Nya, Tuhan memberkati. Amin!

29
Mar 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
22
Mar 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
15
Mar 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
8
Mar 2020
Pdt. Johan Chrisdianto