Ringkasan Khotbah

22
Des 2019
Lukas 15:1-3
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Dalam pembacaan Firman Tuhan di Lukas 15:1-3, ada 3 tokoh yang bertemu dengan Tuhan Yesus, yaitu: A. Pemungut Cukai. Di mata orang Yahudi, para pemungut cukai adalah orang-orang yang mereka benci, karena: Mereka sering menarik pajak lebih banyak dari seharusnya, sisanya mereka kantongi sendiri. Mereka dianggap antek penjajah Romawi, ada tentara Romawi di belakang mereka untuk menindas rakyat, sehingga mereka dianggap pengkhianat bangsa. B. Orang-orang berdosa (Harmatolos). Mereka adalah golongan orang yang dianggap menyimpang dari standardan gagal menaati Taurat. Biasa dipakai untuk menyebut para pelacur, germo, pencuri, perampok, koruptor, dan orang yang dianggap sampah masyarakat. C. Rohaniawan. Mereka terdiri dari ahli Taurat dan orang Farisi. Ahli Taurat adalah golongan yang sangat fasih Perjanjian Lama. Mereka golongan pengajar Taurat. Sedangkan orang Farisi adalah golongan rohaniawan yang mengikuti adat istiadat yang mereka anggap sebagai tafsiran Taurat. Dua kelompok tersebut menganggap diri mereka lebih baik dan suci dari orang lain. Mereka berpendapat bahwa tidak seharusnya Tuhan Yesus menerima orang semacam itu.

Tuhan Yesus juga mengajarkan 3 perumpamaan, yaitu: A. Domba yang hilang. Seekor domba hilang dicari, yang 99 ekor domba yang ada diletakkan dalam kandang. Hal ini menggambarkan bahwa Tuhan memandang orang berdosa yang tersesat perlu dibimbing sampai ke tempat yang aman. B. Dirham yang hilang. Dirham menggambarkan mata uang yang sangat berharga, yang jika hilang, akan dicari sampai ketemu. Tuhan memandang orang berdosa sebagai harta yang sangat berharga. C. Anak bungsu yanghilang. Anak Sulung dalam perumpamaan tersebut seperti golongan rohaniawan. Sulung dalam artian nomor satu, dalam urutan dan nomor satu dalam kualitas hidupnya. Anak Bungsu sebagai golongan orang berdosayang kelakuannya kurang ajar, namun akhirnya bertobat. Melihat anak bungsu bertobat, anak Sulung protes kepada ayahnya. Hal tersebut adalah pola pikir yang salah dari anak sulung. Mengapa golongan rohaniawan jatuh dalam pemikiran yang salah? Karena mata hati mereka buta, dibutakan oleh kepentingan dan kedengkian (Markus15:10).

Hikmat yang dapat kita petik dari firman Tuhan:

1. Mata hati yang gelap mengacaukan objektivitas (Matius 6:3). Contoh: Mata hati Saul tertutup sehingga tidak bisa melihat kasih Tuhan, tidak melihat kesetiaan Daud kepadanya (Samuel 24:11-12).

2. Tuhan mengingatkan kita untuk menjaga mata hati. Murnikan hati dari kepentingan, kebencian, dan prasangka.

Demikian firman Tuhan, Tuhan memberkati. Amin!

29
Mar 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
22
Mar 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
15
Mar 2020
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
8
Mar 2020
Pdt. Johan Chrisdianto