Ringkasan Khotbah

1
Des 2019
Markus 11:15-19
Ev. Bambang Sulistyo, M.Th.

Kita pasti diperhadapkan dengan suatu pilihan. Pilihan itu ada yang sifatnya biasa atau ada juga yang sulit bagi kita untuk menentukan pilihan tersebut. Misalnya di toko pakaian, ketika kita mau membeli baju, kita akan diperhadapkan pada pilihan warna seperti merah atau kuning. Di warung makan, saat melihat daftar makanan, kita akan diperhadapkan pada pilihan apakah ingin makan soto ayam atau soto daging sapi, ingin makan nasi pecel atau nasi gudeg.

Hal-hal tersebut di atas adalah pilihan yang mudah, akan tetapi ada juga pilihan yang sulit untuk dibuat dalam kehidupan sehari-hari, baik oleh mereka yang berusia muda maupun tua, yang sudah berkeluarga, yang bekerja, dan yang pelayanan. Semua orang dapat mengalami kebingungan dalam membuat pilihan. Contoh: orangtua dan anak dapat diperhadapkan dalam pilihan sulit ketika harus memilih universitas, apakah universitas A atau universitas B. Con toh lainnya, ada murid kelas 3 SMU yang sudah lulus dan diterima di Universitas di Jakarta, namun bingung dalam memilih apakah mau ambil fakultas A atau fakultas B.

Yang penting di dalam kehidupan ini adalah jangan sampai kita berjalan di tempat yang sama atau bahkan berhenti di tempat. Tuhan Yesus telah memberi teladan di depan murid-murid-Nya untuk memilih dengan tepat, dengan kuasa/otoritas dari Bapa di Surga. Dalam Markus 11:15-19, waktu Yesus tiba di Yerusalem, masuklah Yesus ke dalam Bait Allah dan di halamannya, Ia melihat ada yang berjual beli, ada penukar uang, dan ada pedagang merpati. Waktu Yesus melihat keadaan Bait Allah yang tidak berfungsi dengan semestinya, di dalam hati-Nya ada dua pilihan. Pilihan pertama yaitu membiarkan mereka begitu saja, atau pilihan kedua yaitu mengusir semua orang yang berjual beli di halaman Bait Allah tersebut. Dengan kuasa yang ada dalam diri Yesus, Ia memilih untuk mengusir orang-orang tersebut. Pilihan Yesus sesuai dengan firman Allah.

Begitu juga dengan kehidupan kita sebagai orang percaya di dalam dunia. Ada kuasa Allah di dalam diri kita. Untuk membuat pilihan, gunakanlah kuasa Allah yang ada dalam diri kita dan memilih sesuai dengan firman-Nya. Bacalah firman Tuhan setiap hari sehingga saat kita membaca dan melakukan firman, maka hidup kita akan bagaikan rumah yang dibangun di atas batu (Mat. 7:24). Selain itu, perlu diingat juga, sekalipun kita mempunyai otoritas dari Allah, kita harus menggunakannya dengan kerndahan hati, sama seperti Yesus (Zak. 9:9, Mat. 11:29, Ams. 18:12). Amin!

10
Des 2019
di Ruang Utama GPA
Pkl. 17:00
14
Des 2019
di Ruang Utama GPA
Pkl. 17:00
16
Des 2019
25
Des 2019
di Ruang Utama GPA
Pkl. 09:00
8
Des 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
1
Des 2019
Ev. Bambang Sulistyo, M.Th.
24
Nov 2019
Ps. Ris Maulany
17
Nov 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.