Ringkasan Khotbah

17
Nov 2019
Matius 24:37-39
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Tuhan Yesus datang ke dunia dalam wujud/rupa Manusia melalui rahim seorang perawan bernama Maria. Tuhan Yesus mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia, lalu pada hari ketiga bangkit dari kematian.Berulang-ulang selama 40 hari setelah kebangkitan-Nya, Tuhan Yesus mengajar murid-murid tentang Kerajaan Allah.Tuhan Yesus memberi pesan untuk menjadikan semua bangsa murid Kristus, lalu Ia naik ke surga dan mengirimkan Roh Kudus untuk menyertai orang percaya dalam tugas pelayanan.Tuhan Yesus berkata bahwa Ia pergi untuk menyediakan tempat tinggal bagi semua orang percaya, lalu setelah itu Ia akan datang kembali untuk membawa orang-orang percaya tinggal di tempat yang disebut-Nya sebagai rumah Bapa, atau langit dan bumi yang baru (Yohanes 14:2-3).

Namun Alkitab mengatakan bahwa pada kedatangan-Nya yang kedua kali, akan juga berarti akhir dari dunia ini dan penghakiman terakhir bagi seluruh umat manusia (Matius 16:27, Wahyu 22:12).Selagi kita orang percaya menantikan penggenapan janji ini, Tuhan Yesus menghendaki kita hidup menaati Firman-Nya.Tuhan Yesus memberikan gambaran bahwa pada saat kedatangan-Nya yang kedua kali, keadaan manusia akan mirip dengan situasi saat peradaban manusia dimusnahkan Tuhan melalui air bah/banjir besar yang meliputi seluruh bumi, yaitu pada masa nabi Nuh.

Apa yang terjadi mengapa peradaban dunia pernah dihancurkan oleh Tuhan pada masa nabi Nuh? Adam danHawa memiliki anak bernama Kain dan Habel. Kain memberontak melawan Tuhan, ia membunuh Habel, dan tidak mau bertobat, akhirnya ia dikutuk oleh Tuhan.Dikutuk, dalam konteks Kain, berarti dipisahkan dari garis keturunan ilahi. Artinya Kain kehilangan gelar/status sebagai "anak Allah", manakala Adam, Hawa, Set, dan selanjutnya masih memiliki gelar tersebut. Dari sini Alkitab menyebutkan dengan jelas bahwa keturunan Kain kemudian hanya disebut sebagai "anak manusia itu", sedangkan keturunan Adam melalui Set terus menyandang gelar/status sebagai "anak Allah". Para penulis Perjanjian Baru juga menuliskan hal ini secara konsisten (Lukas 3:38). Yang dipentingkan dalam hukuman nā‘ wānad adalah keterpisahan dari keluarga/komunitasnya. Bagi masyarakat kuno hal ini merupakan sesuatu yang sangat berat karena pada waktu itu seseorang mendapatkan identitas diri dan perlindungan dari komunitasnya.Alkitab mengatakan bahwa pada suatu waktu, garis keturunan Adam dari anaknya yang bernama Set mengadakan perkawinan campur dengan keturunan Kain. Garis keturunan yang beriman dan taat pada Tuhan mencemari dirinya dengan yang tidak beriman dan melawan Tuhan.Perkawinan campur tersebut menghasilkan keturunan yang disebut "raksasa" dalam Alkitab Terjemahan Baru.Bahasa aslinya "nephilim", yang terbentuk dari kata dasar "naval" yang bisa berarti raksasa, jahat, suka menindas, tiran, dll, dan diberi akhiran "im" yang berarti banyak laki-laki.Sebenarnya maksud dari terjemahan raksasa bukanlah soal ukuran tubuh, tetapi dalam makna antagonis, suka menindas orang lain dan sangat jahat.Inilah yang mendasari larangan pernikahan beda iman.

Alkitab menyebutkan bahwa pada akhirnya penduduk seluruh bumi mengalami kerusakan moral yang sangat parah, sehingga Tuhan memutuskan untuk memusnahkan manusia, kecuali Nuh dan keluarganya, karena Nuh hidup benar di hadapan Tuhan.Ini dapat dibaca di Kejadian 6:1-8. Tuhan memberi waktu/kesempatan pada umat manusia untuk bertobat selama 120 tahun, jika tetap tidak bertobat maka mereka akan dimusnahkan. Tuhan memerintahkan Nabi Nuh membuat bahtera besar sebagai satu-satunya jalan keselamatan bagi manusia pada saat itu. Nabi Nuh berkhotbah dengan cara memberi peragaan/teatrikal melalui proses pembuatan kapal tersebut. Namun sayangnya manusia menolak bertobat, sehingga akhirnya hanyalah Nuh dan keluarganya yang selamat dari pemusnahan oleh air bah tersebut (1 Petrus 3:20).

Kondisi manusia pada jaman Nabi Nuh: A. Meremehkan danmenolak Firman Tuhan yang diberitakan oleh Nabi Nuh selama 120 tahun. B. Hidup semaunya sendiri mengikuti kesenangan mereka. C. Mereka tidak mengetahui bahwa kesempatan yang mereka terima dari Tuhan telah habis, dan akhirnya dimusnahkan.Bahtera telah lengkap dibuat, Tuhan telah menyelamatkan Nuh dan keluarganya, tetapi mereka tetap menolak kesempatan bertobat yang disampaikan Nabi Nuh.Tuhan Yesus berkata bahwa pada saat kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kalinya, keadaan manusia persis sama seperti pada saat peradaban manusia dimusnahkan dengan air bah. Saat akhir dunia, bumi ini akan dimusnahkan dalam api.

Keadaan manusia sama saja, secara umum keadaannya:A. Meremehkan dan menolak Firman yang diberitakan oleh para hamba Tuhan (2 Petrus 3:3-7). B. Hidup semaunya sendiri mengikuti kesenangan mereka (2 Timotius 3:1-5). C. Mereka tidak mengetahui bahwa kesempatan yang mereka terima dari Tuhan bisa habis, dan akhirnya dimusnahkan (2 Petrus 3:14-15).

Lalu apa yang harus kita lakukan sebagai orang percaya selagi kita menantikan kedatangan Tuhan? Berjaga-jaga! (siap sedia - hetoimos). Bagaimana berjaga-jaga? Berjaga atau siap sedia bukan berarti duduk diam menantikan Tuhan tanpa berbuat apa-apa. Bukan juga berkumpul di dalam gedung gereja lalu menyanyikan lagu-lagu pujian, berdoa sambil menunggu kedatangan Tuhan.

Lalu apa yang harus kita lakukan selagi menantikan kedatangan Tuhan yang kedua kalinya?

1. Mengerjakan tanggung jawab masing-masing dengan setia. Perumpamaan talenta (Matius 25:30). Talenta menggambarkan apapun yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita untuk kita kelola: A. Waktu, B. Uang, C. Pekerjaan & pelayanan, D. Keluarga, E. Kesempatan, dll. Mari kita mengelola semuanya itu dengan penuh tanggung jawab (Kolose 3:18-22).

2. Bertanggungjawab terhadap pelayanan dan pemberitaan Injil. Keselamatan jiwa-jiwa adalah sebuah tanggung jawab yang dipercayakan oleh Tuhan kepada kita. Kita dipercaya oleh Tuhan dengan berbagai talenta untuk pekerjaan Tuhan tersebut, bukan untuk kesenangan pribadi kita saja.Setiap bagian tubuh Kristus dipercaya oleh Tuhan talenta khusus. Semua harus berfungsi dengan benar (1 Korintus 12:27, Lukas 12:37). Dedikasi dalam pelayanan sangatlah penting. Contoh: Tuhan Yesus membayar bea masuk bait Allah agar tidak menjadi batu sandungan bagi pemberitaan Injil (Matius 17:27).

3. Menjaga diri sendiri berbuah.Jangan terlalu sibuk menjaga orang lain tetapi lupa menjaga diri sendiri.Jangan terlalu sibuk mengubah orang lain sampai lupa mengubah diri sendiri (1 Korintus 9:27).Nasihat Paulus pada jemaat Efesus: Kisah Para Rasul 20:28-32. Tuhan Yesus menolong jemaat Efesus sepeninggal Paulus, tepat seperti doa yang dinaikkan oleh rasul Paulus: Wahyu 2:5. Ingat, tahu Firman tidak membuat kita berubah. Firman Tuhan harus diterapkan dalam hidup kita sehari-hari. Amin!

10
Des 2019
di Ruang Utama GPA
Pkl. 17:00
14
Des 2019
di Ruang Utama GPA
Pkl. 17:00
16
Des 2019
25
Des 2019
di Ruang Utama GPA
Pkl. 09:00
8
Des 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
1
Des 2019
Ev. Bambang Sulistyo, M.Th.
24
Nov 2019
Ps. Ris Maulany
17
Nov 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.