Ringkasan Khotbah

13
Okt 2019
Kidung Agung 8:6
Ps. Benny Yulianto, S. Th.

Kitab Kidung Agung menggambarkan Cinta kuat seperti maut dan tidak bisa berubah seperti dunia orang mati bahkan seperti nyala api Tuhan. Cinta adalah kekuatan dasar untuk menjaga sebuah hubungan menjadi langgeng. Tanpa Cinta hubungan tidak akan bertahan lama dan mendatangkan bencana.

Istilah Cinta tidak banyak dipakai di dalam Alkitab Perjanjian Baru tetapi lebih banyak memakai istilah Kasih. Mungkin disebabkan karena istilah CINTA memiliki makna romantisme atau kasmaran sedangkan dalam Alkitab Perjanjian Baru lebih berbicara hubungan persaudaraan (Philio).

Jika melihat definisinya memang keduanya tidak memiliki perbedaan yang jauh. Keduanya sama-sama memiliki makna tentang perasaan kepada objek untuk menyayangi bahkan rasa ingin memiliki sehingga rela untuk berkorban demi objek yang disayangi.

Khotbah ini tidak sedang membahas perbedaan atau kesamaan dari istilah Cinta dengan Kasih tetapi berbicara pentingnya CINTA atau KASIH dalam kehidupan manusia khususnya orang percaya sebab Cinta menjadi hal yang sangat penting dan menentukan segalanya sebab bersifat kekal (1 Kor. 13:13).

Cinta/Kasih adalah karya Allah sebab Allah adalah Cinta/Kasih (1 Yoh. 4:16b). Cinta bukanlah hal yang sepele dan remeh sebab Cinta berperan besar dalam kehidupan umat manusia. Manusia diselamatkan karena CINTA/KASIH-NYA (Yoh. 3:16). Bahkan Cinta-Nya dinyatakan-Nya kepada kita ketika kita masih berdosa (Roma 5:8).

AKIBAT KEALPAAN CINTA/KASIH DALAM HIDUP KITA:

Kealpaan Cinta kepada Tuhan, maka menyebabkan pelayanan menjadi tidak berkenan kepada Tuhan. Apapun yang dilakukan tidaklah berarti apa-apa di hadapan Tuhan dan menjadi percuma (Why. 2:4).

Kealpaan Cinta di dalam pasangan suami istri, menyebabkan hubungan menjadi dingin dan berakibat kehancuran dalam rumah tangga. Timbul keinginan berselingkuh dan niatan untuk bercerai sebab sudah tidak ada lagi gairah Cinta (Ef. 5:25). Mencintai bukan hanya kewajiban suami tetapi istri juga wajib mencintai suami dan anak-anaknya (Titus 2:4).

Kealpaan Cinta Orangtua kepada anak-anak, menyebabkan anak-anak akan bertumbuh penuh kepahitan. Kurangnya Cinta atau Kasih sayang orangtua kepada anak-anak akan menyebabkan anak-anak mencari perhatian kepada orang lain sehingga sulit untuk hormat kepada orangtua (Kol. 3:21). Cintai dan sayangilah anak-anak kita selagi masih menaruh hormat kepada kita dan jangan terlambat.

Kealpaan Cinta Anak-anak kepada Orangtua, mengakibatkan kedurhakaan (2 Tim 3:2). Bangunlah Cinta/Kasih kepada orangtua selagi masih hidup dan turutilah nasihatnya dengan dasar Cinta/Kasih (Kol. 3:20).

Kealpaan Cinta di dalam Kehidupan Sosial, mengakibatkan perpecahan dan kehancuran. Dunia medsos cenderung tempat untuk menyampaikan kebencian daripada Cinta/Kasih sayang. Sindiran, caci makian, umpatan, olokan bertebaran menjadikan suasana hati panas berujung kepada perseteruan. Dunia semakin kehilangan Cinta/Kasih terhadap sesama (2Tim 3:3-4). Sebagai orang percaya, kita harus menjadi pelopor kedamaian dengan kata-kata yang positif dan membangun. Cinta bukan hanya untuk pribadi saja tetapi juga kepada materi atau pekerjaan. Jika kita mencintai sesuatu barang yang dipercayakan Tuhan dalam hidup kita, maka kita akan menghargai dan merawatnya dengan baik dengan penuh tanggungjawab. Pekerjaan yang dipercayakan Tuhan kepada kita juga perlu dilakukan atas dasar Cinta. Jika kita mencintai pekerjaan kita, maka semuanya akan terasa nikmat dan tidak menjadi beban. Mencintai pekerjaan sama dengan bertanggungjawab kepada Tuhan.

Cinta harus dipelihara dan dijaga dalam hidup kita.. Cinta akan semakin merosot dengan berkembangnya zaman karena kehidupan manusia yang semakin jahat (Mat. 24:12). Dan hal ini menjadi perhatian yang serius untuk kita sebagai anak-anak Tuhan yang memiliki panggilan untuk menjadi garam dan terang bagi kehidupan umat manusia.

Kesimpulan: Lakukanlah kepada apa yang kita Cintai dengan Cinta dan bukan karena motivasi yang lain. Cintailah Tuhan karena Cinta kepada Tuhan dan bukan karena berkat. Cintailah pasanganmu karena Cinta dan bukan karena harta atau raga. Cintailah saudaramu karena Cinta dan bukan karena keuntungan pribadi semata. Cintailah pekerjaan/pelayananmu karena Cinta Tuhan dan bukan karena manusia. Amin!

10
Nov 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
3
Nov 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
27
Okt 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
20
Okt 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.