Ringkasan Khotbah

11
Agu 2019
Daniel 5:22
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Belsyazar bukan anak kandung Nebukadnezar, tetapi penerusnya saja. Kata “ayah” yang digunakan menggambarkan “pendahulu” atau leluhur.Menurut catatan sejarah, Nebukadnezar meninggal tahun 562 S.M, anak laki-lakinya Ewil-Merodakh (562-560 S.M, lihat 2 Raj. 25:27) melanjutkan takhta, tidak lama kemudian dibunuh. Dilanjutkan oleh Neriglissar (560-556 S.M) dan Labashi-Marduk, bertakhta tidak lama, paling akhir digulingkan oleh Nabonidus; yang merupakan Raja Babel paling akhir, bertakhta sampai Persia Raja Cyrus (Koresh) menyerang Babel (539 S.M). Belsyazar sebenarnya adalah anak laki-laki Nabonidus, ia mewakili ayahnya mejalankan pemerintahan sebagai raja, namun ia adalah orang ke dua setelah ayahnya.

Latar belakang pesta Belsyazar adalah peperangan mempertahankan diri terhadap serbuan tentara Media-Persia. Di awal pasal lima, dicatat Belsyazar mengadakan perjamuan besar untuk para pembesarnya, seribu orang, terlihat seperti sebuah pesta perayaan yang gembira, sebenarnya saat itu tentara besar Persia telah sampai di dekat kota, di akhir pasal lima disebutkan bahwa Darius orang Media mengalahkan negeri Kasdim (Dan5:30). Tentara musuh telah mencabut pedang dan menarik busur panah, kesulitan besar sudah datang. Berdasarkan catatan karya tulis di luar Alkitab, kejatuhan Babel adalah pada tahun 539 S.M. bulan 10 tanggal 12, beberapa hari sebelumnya, Raja Persia Cyrus (Koresh) menyerang kalah Nabonidus dan tentaranya di Sippar yang tidak jauh dari Babel; dan pertempuran paling akhir adalah serangan tiba-tiba dari pihak musuh, merupakan latar belakang dari perjamuan malam ini. Belsyazar masih memiliki minat minum sepuasnya bersama kelompok pejabat meskipun ia sedang menghadapi keadaan yang sangat genting. Belsyazar sebenarnya mengetahui kisah raja pendahulunya, yaitu Nebukadnezar, yang pernah dihukum oleh Tuhan karena sombong dan menganggap diri lebih dari Allah. Namun ia todak bertobat. Bukannya memakai waktu/kesempatan yang ada untuk berdoa memohon belas kasih Tuhan dan membuat perencanaan yang matang untuk mempertahankan diri, ia malah memakai waktunya untuk mabuk-mabukan. Ia memerintahkan orang mengambil perkakas yang biasa digunakan untuk ritual ibadah kepada Tuhan di dalam Bait Suci di Yerusalem, dan telah diangkut ke Babel oleh Nebukadnezar pada zamannya. Ia menggunakan perkakas itu untuk minum-minuman keras. Umumnya perkakas minum dan makan raja terpisah, tidak boleh dicampur dengan orang lain guna menghargai raja. Tindakan Belsyazar terang-terangan menghina Allah. Dan lagi ia malah memuja dewa-dewanya dalam kemabukan tersebut. Bisa jadi memang malam itu ia mengadakan pemujaan berhala dengan segala ritual amoral yang umumnya dikerjakan kepercayaan pagan waktu itu. Ia justru melewatkan kesmepatan yang Tuhan berikan untuk bertobat.

Tuhan mengirimkan tangan untuk membuat tulisan di dinding, yang tidak dapat diartikan oleh orang bijak manapun dalam kerajaannya. Akhirnya Daniel dipanggil oleh permaisuri untuk menjelaskan arti tulisan di dinding tersebut. Daniel dipakai Tuhan untuk menegur keras Belsyazar, sekaligus menyampaikan berita penghukuman. Belsyazar yang selama ini menyangka bahwa ia adalah raja yang berbobot, malah dicelikkan matanya bahwa ia tidak berbobot sama sekali di hadapan Tuhan, dan masa pemerintahannya diakhiri. Malam itu setelah ia mengumumkan Daniel menjadi orang ketiga dalam kerajaannya, ia terbunuh dan kerajaannya diambil alih oleh Darius.

Apakah kemabukan hanya bisa terjadi karena minuman keras? Tidak! Ada banyak macam kemabukan yang dapat dialami oleh manusia. Macam-macam mabuk: A. Mabuk oleh minuman keras. B. Mabuk asmara/nafsu. C. Mabuk agama (Belsyazar mabuk agama pagan, dalam PB ada Ahli Taurat, Farisi, Saduki yang mabuk agama yang mereka tafsirkan sendiri). D. Mabuk keinginan/nafsu. E. Mabuk nilai hidup/doktrin yang salah. F. Mabuk kekuasaan, dll.Contoh: Orang Yahudi pernah mabuk oleh pemikiran yang salah, nilai hidup/filosofi yang salah, dan mereka menikmatinya. Mereka merasa benar ketika mereka melakukan penyembahan berhala yang penuh tindakan amoral dan sadis. Itulah sebabnya mereka tidak bisa memahami maksud hati Tuhan. Mabuk karena konsep berpikir yang salah. Bahkan orang-orang dengan jabatan nabi/jabatan keagamaan sekalipun bisa mabuk oleh konsep/doktrin yang salah (Yes29:9-12).Orang yang mabuk apapun biasanya akan kurang menguasai akal budinya secara penuh, dan sulit dinasihati.

Hikmah:

1. Kemabukan mengacaukan akal budidan kewaspadaan. Belsyazar tidak dapat “melihat” dengan jelas keadaan yang dialaminya. Mengapa? Karena yang ia pedulikan adalah apa yang menurutnya benar. Pesta pora yang dijalaninya bis aja di adalah pesta pora penyembahan berhala yang umumnya diikuti dengan praktek kemabukan dalam berbagai hal. Ia sama sekali tidak dapat melihat dengan jelas keadaan mendesak yang dialaminya. Apa yang kita pedulikanakan kita lihat dengan jelas, tetapi apa yang tidak kita pedulikan akan terlihat samar. Seharusnya dalam keadaan genting dalam suasana perang, ia waspada. Tetapi ia malah mabuk-mabukan. Mungkin ia berpikir bahwa dengan melakukan ritual penyembahan memuji-muji dewa-dewanya ia akan ditolong dewa-dewa yang ia sembah sehingga tidak dikalahkan oleh orang Media-Persia. Dapatkah Anda melihat bahwa akal budi orang ini menjadi kacau? Segala jenis kemabukan berpotensi mengacaukan akal budi dan kewaspadaan.Belsyazar tidak peduli dengan pengalaman leluhurnya. Permaisuri saja mengenal Daniel dan mengetahui pengalaman Nebukadnezar, tetapi Belsyazar tidak peduli dengan hal itu. Alkitab berulang kali menggambarkan manusia yang dikuasai perasaan, keinginan, ataupun dosa sebagai bentuk kemabukan! Contoh: Dikuasai romantisme membuat orang punya slogan “janur kuning yang sudah melengkung masih bisa di-rebonding”, meskipun melihat orang lain sudah menikah tetapi masih saja merebut pasangan orang lain itu.Orang yang berpacaran, seringkali mengalami “tahi ayam rasa coklat“. Itulah sebabnya ada nasihat (Luk21:34-36). Alkitab tidak melarang manusia minum anggur, kecuali seorang Nazir Allah yang memang dikhususkan tidak boleh menyentuh anggur, yang jelas dilarang adalah mabuk oleh anggur. Contoh: Simson mabuk asmara.Saat ia lahir sebenarnya orangtuanya telah memperingatkan  bahwa ia tidak boleh bercukur dan minum anggur apapun, maksudnya tidak boleh berurusan dengan anggur apapun. Tetapi ia malah mabuk cinta dengan Delilah (penderitaan/lemah ), dari Lembah Sorek, yang artinya adalah kebun anggur. Nah, mabuk asmara dengan Delilah menghancurkan kekuatan Simson!Salah satu jenis perpuluhan, digunakan untuk bersukaria, tetapi terkendali. Beli barang yang disukai, barang branded, sekali-kali boleh, tetapi tidak boleh dikuasai oleh hal tersebut! Manusia memiliki keinginan, asalkan keinginan dikuasai dengan baik, sekali-kali yang tidak berdosa boleh dipenuhi (Ul . 14:26). Principle: you have to know when to stop.

2. Kemabukan membuat manusia melewatkan kesempatan. Belsyazar melewatkan kesempatan yang sebenarnya ia miliki untuk bertobat dan merendahkan diri di hadapan Tuhan, seperti Nebukadnezar, pendahulunya. Tetapi ia tidak dapat melihat kesempatan itu, mengapa demikian? memang orang mabuk apapun tidak dapat melihat dengan jelas. Simson tidak dapat melihat arti Lembah Sorek dan Delilah (mabuk asmara menyebabkan dia menderita). Ia juga tidak dapat melihat peringatan Tuhan melalui nama-nama itu sebagai kesempatan untuk bertobat. Yeremia menegur keras umat Tuhan karena doktrin mereka yang salah.Mabuk doktrin sehingga mereka tidak bisa melihat jalan Tuhan (Yer13:13; Rm.13:13). Rupanya perselisihan dan iri hati juga memabukkan, membuat orang tidak bisa melihat Firman Tuhan dengan jelas (Mat18:32-35). Jika kesempatan bertobat melalui Firman Tuhan ini tidak menghasilkan perubahan hidup total, Anda bisa melihat akhirnya.

3. Mendatangkan bencana. Belsyazar kehilangan segalanya karena kemabukan. Bencana yang dialaminya terjadi karena kelalaiannya sendiri.Ada orang celaka karena mabuk oleh ego dan harga diri!Nuh celaka karena mabuk-mabukan (Kej9:21-22). Simson celaka karena mabuk asmara.Nabal celaka karena mabuk oleh ego dan kesombongan. Saul celaka karena mabuk iri hati, dengki, dan ego! Daud pernah celaka karena mabuk oleh nafsu. Demas meninggalkan pelayanan karena mabuk harta dan keduniawian. Tidak perlu disebut lebih banyak lagi. Apakah Anda sedang mabuk oleh sesuatu? Waktunya mengoreksi diri! Temukan yang salah, lalu memperbaikinya (Gal.  5:19-25). Amin.

25
Agu 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
18
Agu 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
11
Agu 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
4
Agu 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
28
Jul 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.