Ringkasan Khotbah

21
Jul 2019
Yakobus 2:1-13
Ps. Benny Yulianto, S. Th.

Memandang muka artinya memberikan perhatian khusus terhadap orang tertentu berdasarkan penilaian lahiriahnya. Pada umumnya orang kaya secara materi lebih banyak sahabat daripada orang miskin, seperti pepatah mengatakan "ada gula ada semut" (Ams. 19:4, 6-7). Bagi orang dunia, sikap memandang muka menjadi hal yang biasa dan wajar sebab pada prinsipnya orang dunia mencari keuntungan bagi diri sendiri khususnya kehormatan dan penghargaan.

Apa kata firman Tuhan melalui surat penggembalaan rasul Yakobus perihal sikap memandang muka?

1. Memandang muka adalah sikap penghakiman (Yak. 2:4). Perilaku membeda bedakan golongan adalah sikap penghakiman sebab memberikan penilaian menurut kehendak hati dan pikiran manusia dan bukan hati dan pikiran Tuhan. Kata memandang muka dalam bahasa aslinya adalah "Prosopolepsia" yang artinya keberpihakan kepada orang-orang tertentu, dalam hal ini kekayaan dan beroleh perlakuan secara istimewa. Perlakuan diskriminatif juga merupakan tindakan penghakiman perlakuan tidak adil kepada orang tertentu, dalam hal ini adalah orang miskin. Manusia memandang rupa tetapi Tuhan memandang hati (1 Sam. 16:7).

2. Memandang muka adalah sikap penghinaan (Yak. 2:6). Sikap memandang muka dengan merendahkan atau meremehkan merupakan bentuk penghinaan kepada sesama khususnya kepada Tuhan Sang pencipta umat manusia (Kej.  1:27; Ams.  14:31).

3. Memandang muka adalah dosa dan pelanggaran (Yak. 2:9). Sebagai orang beriman hendaknya dapat bergaul dengan berbagai lapisan masyarakat dan tidak memilih-milih kepada golongan tertentu (Yak. 2:1). Sebagai orang beriman hendaknya melakukan seluruh kebenaran firman Tuhan dan tidak hanya melakukan yang satu dan yang lain diabaikan (Yak. 2:10).

Penerapan dalam gereja: CARE dibentuk bukan bertujuan untuk mengadakan pembedaan atau penggolongan tetapi pengelompokkan secara homogen bertujuan untuk penjangkauan jiwa baru yang belum terbiasa dengan lingkungan yang berbeda status sosialnya. CARE adalah wadah untuk membimbing anggota untuk bertumbuh rohani sehingga dapat bergaul dengan siapa saja sebagai keluarga Allah dengan tanpa memandang muka. Amin!

25
Agu 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
18
Agu 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
11
Agu 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
4
Agu 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
28
Jul 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.