Ringkasan Khotbah

16
Jun 2019
Ratapan 2:14
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Beberapa waktu lalu di dalam berita dikatakan ada orang yang ditangkap polisi karena menanam ganja. Ganja yang disalahgunakan dapat mendatangkan bencana bagi sangat banyak orang, terasa menyenangkan tetapi dapat memabukkan dan mencelakakan. Orang yang mabuk ganja:  A. Kecanduan, B. Tidak bisa berpikir logis, C. Tidak produktif, D. Mendatangkan masalah bagi keluarga, orang lain, dan bahkan bagi dirinya sendiri. Itulah yang terjadi kepada orang Yahudi pada masa Nabi Yeremia. Mereka berdosa terhadap Tuhan dan hampir dihukum. Tuhan mengirimkan nabi-nabi-Nya untuk memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau bertobat, mengapa? Mereka mabuk oleh perkataan para nabi palsu. Nabi-nabi palsu itu mengatakan perkataan nubuatan yang manis-manis, menyenangkan hati, penglihatan yang menipu, dll.yang meninabobokan mereka, seperti ganja (Ams.18:24).

Perkataan seorang teman yang tidak sesuai dengan Alkitab tanpa sadar dapat menanamkan racun dalam pikiran kita jika kita tidak mewaspadainya. Seringkali mereka tidak bermaksud jahat, tetapi tetap saja perkataan yang tidak Alkitabiah itu sangat meracuni.Tanpa sadar, orang-orang seperti itu sedang dipakai oleh setan untuk menghancurkan orang lain dengan cara menanamkan pemikiran yang salah. Contoh: Untuk apa kamu mempertahankan pernikahan dengan pria atau wanita semacam itu? Seakan-akan tempat menyenangkan, membela kita, empati terhadap pada kita, tetapi itu seperti menghisap ganja.Keadaandi akhir zaman: Orang senang “menghisap ganja” (2 Tim4:3-4).

Apa hikmah yang dapat kita petik dari Firman Tuhan hari ini?

1. Peperangan rohani ada di dalam pikiran. Pikiran adalah medan peperangan. Roh-roh jahat memang di udara, tetapi mereka semua membisikkan pikiran yang salah, menentang Firman Tuhan. Itu dapat digambarkan dengan “menanam ganja” dalam pikiran manusia. Bisikan jahat kadang terasa menyenangkan atau menguntungkan kita, tetapi sebenarnya itu merusak. Hati-hati, bisikan yang tidak Alkitabiah dapat datang dari siapa saja (Kej3:1-7).Apakah Anda mengucap syukur dengan hal-hal sederhana yang Anda miliki? Bagaimana dengan kesehatan Anda? Jangan pernah berkata Anda tidak memiliki apa-apa. Pasangan Anda kurang ganteng? Kurang cantik? Kurang ini itu? Pemikiran itu sangat berbahaya.Pikirkanlah hal-hal kecil yang Anda miliki. Ambil waktu untuk bersyukur.

2 .Hati-hatilah dengan pemikiran yang ditawarkan kepada kita. Jangan biarkan orang lain “menanam ganja” dalam pikiran kita. Biasanya ketika menipu, iblis tidak memberi kita kesempatan untuk berpikir panjang, apalagi untuk berkonsultasi dengan pembimbing rohani. Semua penipu membuat mereka atau Anda merasa sedang dalam keadaan darurat, dan memerlukan keputusan saat itu juga.Nabi-nabipalsu era nabi Yeremia menanamkan konsep pemikiran yang salah di dalam diri raja-raja Yehuda, para pembesar, dan seluruh rakyat, dan mereka membiarkan hal itu terjadi. Konsep pemikiran yang menyenangkan, tampak logis, namun sebenarnya mematikan. Pujian dan kata-kata cinta juga dapat memabukkan. Berhati-hatilah. Pujian dapat membuat kita lupa diri, sombong, merasa kuat, merasa hebat atau bisa, dll. sehingga akibatnya melahirkan keputusan-keputusan yang salah dan disesali. Contoh: Simson danDelila (Hakim 16:15-19).Seperti setan menggoda Adam dan Hawa dengan tipuan, sebenarnya ia masih terus menggoda manusia dengan cara yang sama, menipu, menanamkan pikiran-pikiran yang salah baik melalui membisikkan pemikiran yang keliru maupun melalui manusia-manusia yang dipakainya padahal mereka tidak sadar sedang dipakai oleh setan.

3. Hati-hatilah dengan pemikiran yang kita tanamkan dalam diri orang lain. Jangan “menanam ganja” dalam kepala orang lain (Yak3:3-8; Mat. 12:34-37). Minta Roh Kudus menjaga hati danmulut kita setiap pagi. Berhati-hatilah dengan apa yang kita katakan kepada orang lain, itu bisa membangun tetapi juga bisa menghancurkan hidup orang lain. Panduan dalam berkata-kata: Apakah perkataan itu benar? Apakah perkataan itu berguna? Apakah perkataan itu membangun? Amin!

10
Nov 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
3
Nov 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
27
Okt 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
20
Okt 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.