Ringkasan Khotbah

21
Apr 2019
YESAYA 64:8
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Bangsa Yahudi dipakai Tuhan untuk  jalan Juruselamat datang ke dunia, mereka juga dipanggil untuk hidup sesuai standar firman Tuhan dalam Kitab Taurat, agar mereka dapat memberi teladan hidup yang benar kepada bangsa-bangsa lain. Kondisi moral masayarakat umum saat itu: menyembah berhala dengan praktik tumbal anak-anak, seks bebas, dll. Tuhan sangat membenci perbuatan-perbuatan itu. Itulah sebabnya bangsa Yahudi dipanggil untuk memimpin bangsa lain. Namun masalahnya mereka tidak melakukan tugasnya dengan benar! Mereka malah hidup jauh lebih jahat dibandingkan bangsa-bangsa lain. Kerajaan Yehuda hidup jauh lebih berdosa dibandingkan bangsa manapun. Kota mereka penuh dengan berbagai macam upacara tumbal, seks bebas dll. Berhala mereka bukan hanya 1, tetapi sangat banyak!

Nabi Yesaya menjalankan perintah Tuhan untuk menyadarkan orang Yahudi pada masanya agar mereka bertobat. Namun sayangnya masyarakat yang ia layani sudah terlalu rusak. Sejak lahir mereka telah melihat dan terbiasa dengan praktIk-praktIk amoral tersebut. Sehingga mereka berpikir bahwa mereka sudah benar dan Yesaya yang salah! Saat ditegur para nabi mereka malah berpikir bahwa nabi-nabi itu yang salah, mereka melawan, menganiaya dan bahkan membunuhi para nabi Tuhan. Sungguh berat perjuangan yang harus dihadapi oleh nabi Yesaya. Di mata sang nabi, bangsanya telah gagal untuk menjadi alat Tuhan menyelamatkan bangsa lain. Dalam doa nya, nabi Yesaya menggambarkan bangsa nya telah gagal. Yesaya sadar bahwa Kerajaan Yehuda akan runtuh dan rakyat mengalami pembuangan di negeri asing. Tetapi Yesaya berdoa dengan rendah hati memohon Tuhan memulihkan bangsa nya. Yesaya menggambarkan bangsanya sebagai “tanah liat” di tangan Penjunan. Jika tanah liat tersebut gagal dibentuk menjadi sebuah benda, ia akan dihancurkan lalu dibentuk kembali menjadi bentuk yang lain (Yer. 18:4-6). Nabi Yesaya berdoa agar kelak setelah kerajaan Yehuda runtuh, dihancurkan oleh tangan Tuhan, maka Tuhan berkenan membentuknya kembali menjadi bejana yang indah.

Apa hikmah yang dapat dipetik dari firman Tuhan ini?

1. Hancur dalam proses kehidupan bukanlah akhir segalanya. Yesaya percaya bahwa meskipun bangsanya dihancurkan itu bukanlah akhir dari segalanya. Ia percaya bahwa Tuhan dapat membentuk bangsanya kembali menjadi bejana baru. Proses setiap orang berbeda. Tuhan tahu proses yang diperlukan oleh setiap orang. Setiap keputusan yang kita ambil akan menentukan proses kehidupan yang kita jalani. Kita semua memiliki latar belakang kehidupan masing-masing. Berdasarkan latar belakang itu kota semua mengambil aneka macam keputusan. Kadang keputusan yang kita ambil bisa salah, kadang dalam keseharian kita mengambil langkah-langkah yang salah dalam kehidupan dan kita menghancurkan hidup kita sendiri. Namun itu bukanlah akhir segalanya. Jika kita datang kepada Tuhan dan bersedia tunduk untuk dipulihkan oleh Tuhan maka Tuhan dapat memulihkan hidup kita. Berhenti terus menyalahkan diri sendiri, datang kepada Tuhan dan memberi diri tunduk pada firman, maka Ia akan mengubah hidupmu menjadi lebih baik. Contoh hidup yang hancur tetapi dipulihkan Tuhan: A. Rut. Ia tidak mau hidup dalam kepahitan ketika kehilangan suaminya. Ia memilih untuk terus maju berjalan bersama dengan Tuhan dalam bimbingan mertuanya, meskipun ia tidak memiliki jaminan apa-apa untuk masa depannya. Ia bisa saja meninggalkan Naomi dan menikah lagi dengan orang lain sebangsanya, tetapi ia memilih untuk terus menyembah Tuhan Allah Israel. Akhirnya ia bertemu dengan Boas, dan namanya tercantum dalam silsilah Daud dan bahkan Sang Mesias. Ada berkat tersembunyi di balik pergumulan. Temukan itu! Pergumulan dapat menyembunyikan berkat kematangan pribadi yang hanya dapat dimiliki oleh orang yang mampu melihatnya (Rut 1:16-17). B. Oprah Winfrey. Menggunakan nama pembawa acaranya, “The Oprah Winfrey Show” adalah acara talkshow terlama dan tersukses di Amerika Serikat. Selama 25 tahun membawakan acara itu, Oprah Winfrey jadi salah satu wanita terkaya di AS. Namun kehidupan Oprah sebelumnya sangat kelam. Di usia 9 tahun dia pernah diperkosa, dipukuli, dll. sangat parah. Awal kariernya tidak berjalan mulus. Dia pernah dipecat dari salah satu stasiun TV karena dianggap kegemukan untuk layar kaca. Tapi Oprah membuktikan bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil. Kerja kerasnya membuahkan kekayaan. Tuhan mengubah laut merah menjadi tanah kering. Kemustahilan menjadi mujizat (Maz. 66 :6). Jika hari ini Anda sedang menghadapi laut merah, berdoalah kepada Tuhan agar Ia membelahnya dan membuka jalan mujizat!

2. Proses kehidupan bertujuan mengubah kita menjadi manusia yang lebih baik. Semua tanah liat yang melewati proses di tangan Penjunan akan keluar sebagai produk yang lebih baik. Itu tujuan Sang Penjunan. Jadi jika Anda mengalami proses kehidupan, pastikan bahwa Anda menjadi manusia yang lebih baik.Namun masalahnya ada orang-orang yang malah menjadi pahit hati dengan proses kehidupan yang ia jalani. Memang air panas yang sama dapat melembutkan kentang, dan sekaligus mengeraskan telur. Masalahnya apakah Anda memilih untuk memiliki hati yang semakin lembut karena menghadapi proses kehidupan ataukah malah menjadi semakin keras? Ahitofel, seorang yang diurapi Tuhan, sangat pandai dan seorang ahli taktik kemiliteran. Tetapi sayangnya, cucunya yang bernama Batsyeba diperkosa oleh sahabatnya sendiri, yaitu Daud, Raja yang dilayaninya. Ia tidak dapat berbuat apa-apa. Menghadapi proses kehidupan ini ia malah menjadi pahit hati. Ia hidup dalam dendam dan berusaha membunuh Daud. Dan dendam itulah yang menghancurkannya. Ketika ia gagal balas dendam, ia malah bunuh diri. Daud, orang yang dibenci nya justru bertobat dan dipulihkan, tetapi Ahitofel sendiri hancur (2 Sam. 17:23). Kadang kita menghancurkan diri kita sendiri, jangan selalu menyalahkan Tuhan! Namun kadangkala keadaan yang menghancurkan diri kita atas seijin Tuhan, tetapi pilihan tetap ada di tangan kita apakah kita mau tetap hancur atau kita bangkit dari keterpurukan. Jika Tuhan mengijinkan hidupmu hancur, Ia tidak pernah bermaksud jahat, Tuhan sedang membentuk tanah liat yaitu hidupmu dalam bentuk yang baru, yang jauh lebih indah dan kelak hidupmu dapat menjadi berkat bagi banyak orang. Stormie Omartian dibesarkan oleh seorang ibu yang tidak sehat secara mental, sejak kecil ia biasa mengalami penganiayaan, diperkosa, dll sehingga ia tumbuh besar terkungkung dalam kepahitan, terikat dengan alkohol dan obat terlarang, hubungan yang tidak sehat, okultisme, dll. Ketika ia hampir bunuh diri ia ditolong okeh temannya. Setelah ia mengampuni, berkat Tuhan datang dalam hidupnya. Memang dendam menghalangi berkat Tuhan. jika Anda disakiti, maukah engkau mengampuni? Tuhan ingin memberkatimu. Amin!

22
Jul 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 18:00
28
Jul 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
29
Jul 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 19:00
21
Jul 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
7
Jul 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
30
Jun 2019
Pdt. Dr. Subagio M., M. Th.