Ringkasan Khotbah

31
Mar 2019
Yesaya 43:18-21
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Bangsa Israel pernah menghadapi jalan buntu ketika mereka dikejar tentara Firaun di tepi laut merah. Di belakang mereka serbuan pasukan bersenjata lengkap, di depan mereka laut merah, di kanan kiri rangkaian gunung batu. Posisi mereka maju kena mundur kena, lalu ke mana mereka harus melangkah? Tuhan melakukan mujizat bagi mereka, dengan cara yang ajaib Ia menyelamatkan mereka meskipun semua tampak mustahil. Kini ratusan tahun kemudian mereka juga menghadapi masalah yang kurang lebih sama, namun kali ini masalah yang mereka hadapi terjadi karena kesalahan mereka sendiri. Kerajaan mereka runtuh, dan mereka diangkut ke negeri lain menjalani perbudakan (Kel. 14:30-31).

Selama ratusan tahun mereka memberontak melawan Tuhan, menyembah berhala dengan segala amoralitas seksual dan praktek tumbal anak-anak mereka, melalaikan sabat karena ketamakan mereka, memperbudak sesama bangsa Israel, dll. sehingga Tuhan menghukum mereka dibuang dari Tanah Perjanjian selama 70 tahun di Babel dan Persia. Sebuah bangsa yang dibuang jauh dari negerinya setelah keruntuhan kerajaannya sebenarnya memiliki satu konsekuensi sederhana: bangsanya tidak mungkin dipulihkan lagi!

Namun Tuhan berkata melalui Nabi Yesaya bahwa Ia akan memulihkan mereka setelah mereka selesai menjalani masa penghukuman mereka, mereka akan dibawa kembali dari seluruh penjuru dunia ke mana mereka diserakkan, dari seluruh wilayah jajahan Babel dan Persia ke mana mereka dibuang. Tujuannya adalah agar mereka dan bangsa-bangsa lain tahu bahwa Tuhan peduli dan berkarya dalam kehidupan manusia (Yes. 41:20). Untuk membawa mereka kembali dari Babel dan Persia, seandainya mereka dapat lepas dari perbudakan, mereka tetap harus melewati Padang gurun yang luas, tetapi Tuhan berkata bahwa Tuhan akan membuka jalan bagi mereka di sana dan menyediakan perbekalan yang mereka perlukan di sepanjang jalan.

Bagi orang Yahudi, janji Tuhan yang disampaikan melalui nabi Yesaya tampak mustahil untuk mereka alami. Tetapi Tuhan berjanji bahwa meskipun mereka diserakkan sampai ke ujung bumi, Ia tetap dapat mengumpulkan mereka kembali di Tanah Perjanjian. Jadi tindakan Tuhan membawa mereka kembali dari pembuangan Babel dan Persia adalah bukti bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan (Yes. 43:5-7). Tuhan mengingatkan orang Yahudi bahwa jika dulu Ia membelah laut merah bagi leluhur mereka, maka Tuhan juga sanggup membuka jalan bagi mereka untuk dilepaskan dari perbudakan Babel dan Persia (Yes.  43:14-17).

Intinya: Tuhan berkata kepada mereka bahwa tidak ada jalan buntu bagi Tuhan. Hal ini pun berlaku bagi orang percaya masa kini, tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Kadang dalam kehidupan sehari-hari, manusia mengalami kesulitan dan masalah, itu dapat terjadi karena: A. Keputusan yang salah. B. Rencana Tuhan untuk mendatangkan kebaikan. Dalam menghadapi kesemuanya itu Tuhan menghendaki anak-anak-Nya percaya kepada-Nya dengan sepenuh hati. Tuhan sanggup menolong anak-anak-Nya yang mencari Tuhan dengan segenap hatinya.

Apa hikmah yang dapat dipetik dari bacaan firman Tuhan hari ini?

1. Tuhan selalu punya cara untuk menolong umat-Nya. Di masa lalu Tuhan membelah laut merah, tetapi pada masa yang baru Tuhan akan membuka jalan bagi mereka di masa perbudakan Persia dan untuk melewati padang gurun. Keadaan yang dihadapi Yehuda adalah kemustahilan. Mana ada bangsa yang memperbudak bangsa lain mau melepaskan mereka? Mana ada bangsa lain yang telah diangkut dalam pembuangan kemudian dipulihkan. Seandainya ada, orang Yahudi tidak punya uang untuk membangun kembali Bait Alah dan tembok Yerusalem. Allah di atas kemustahilan! Allah menggerakkan Koresh, Darius, dan banyak raja lain untuk tidak hanya memulangkan bangsa Yahudi ke negerinya, tetapi juga menanggung segala kebutuhan keuangan untuk semuanya itu. Meskipun berulang kali pembangunan Bait Allah dan Tembok Yerusalem terhambat, namun Allah terus bekerja dan mujizat terjadi! Ada banyak hambatan dari berbagai macam orang yang membenci orang Yahudi, namun Tuhan membalikkan keadaan, terpaksa orang-orang yang membenci mereka malah diwajibkan untuk menyokong dan memberkati orang-orang Yahudi! Tatnai dan Syetar-Boznai mencoba menghalangi orang Yahudi membangun Bait Allah, mereka melaporkan kabar busuk kepada Raja Darius. Tetapi justru mereka dipaksa oleh Raja Darius untuk menyediakan semua yang diperlukan dalam pembangunan Bait Allah (Ezra 6: 12). Darius bahkan melindungi Bait Allah, Yerusalem, dan orang Yahudi!. Perintahnya menjamin keamanan bagi seluruh rakyat Yahudi yang pukang dari pembuangan. Jadi nubuatan Yesaya digenapi dengan cara yang unik!!! Apa yang mustahil bagi manusia, tidak mustahil bagi Allah! Pemazmur berkata bahwa Allah menyediakan hidangan baginya di hadapan para lawannya. Ada waktunya di mana Allah menunjukkan kuasanya agar semua orang melihat kuasa-Nya yang besar, dan agar mereka tahu bahwa kita adalah anak-anak yang dikasihi-Nya! (Maz. 23:5).

2. Belajar berseru kepada Tuhan. Apa yang dilakukan oleh manusia ketika menghadapi jalan buntu? Umumnya mereka putus asa, lari pada kekuatan gelap, mengandalkan orang lain, dll. Sebenarnya Tuhan menghendaki anak-anak-Nya berseru kepada-Nya (Maz. 50:15). Berseru bukan berdoa biasa, tetapi dalam berseru orang akan berdoa sekuat tenaga, merasa kecil dan tidak berdaya di hadapan Tuhan, merasa tidak layak di hadapan Tuhan, menggambarkan penyerahan total kepada Tuhan. Berseru kepada Tuhan berarti kita mengakui bahwa tanpa Tuhan kita tidak berdaya, bahwa hanya Tuhan yang kita andalkan. Apapun yang sedang kita hadapi hari-hari ini tidak boleh membuat kita terus-menerus lemah. Berserulah kepada Tuhan, maka Ia akan menolong kita (Mat. 9:28-29). Mengajak jemaat untuk berseru kepada Tuhan, berdoa dengan segenap hati di dalam keseharian. Bukan hanya sekali, tetapi terus-menerus berdoa dengan tekun. Kesulitan yang mereka alami adalah kesempatan untuk berdoa mencari Tuhan, berseru kepada Tuhan! Kesempatan Tuhan menunjukkan kuasa-Nya. Amin!

10
Des 2019
di Ruang Utama GPA
Pkl. 17:00
14
Des 2019
di Ruang Utama GPA
Pkl. 17:00
16
Des 2019
25
Des 2019
di Ruang Utama GPA
Pkl. 09:00
8
Des 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
1
Des 2019
Ev. Bambang Sulistyo, M.Th.
24
Nov 2019
Ps. Ris Maulany
17
Nov 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.