Ringkasan Khotbah

24
Mar 2019
Kejadian 1:28
Ps. Ary M. Wibowo (JPCC)

Dalam hidup ini ada pilihan, baik atau buruk. Ketika kita memilih baik, apakah yang baik itu membawa kita kepada kehendak Allah? Sebab apa yang baik menurut kita, belum tentu baik menurut orang lain. Jadi baik itu relatif sifatnya. Apa yang baik menurut seseorang, belum tentu baik juga menurut kita. Di sisi lain harus juga dipahami bahwa apa yang kita anggap baik kadangkala bisa menjadi tidak cukup baik. Pertanyaannya, apa dasar kita mengambil keputusan untuk melakukan yang baik?

Manusia adalah makhluk keputusan. Artinya apa yang kita lakukan adalah hasil dari keputusan kita sendiri. Dalam Kejadian 1:28 dikatakan bahwa kita harus "Be Fruitful & Be Multiply" (Berbuah dan bertambah banyak). Keduanya harus berjalan seimbang. Karena bertambah banyak belum tentu berbuah banyak. Berbuah dan bertambah banyak belum tentu sudah berdampak banyak. Untuk bisa berbuah dan berdampak banyak dibutuhkan sebuah keputusan. Ada langkah iman untuk berbuah.

Dalam 1 Korintus 6:12, dinyatakan bahwa segala sesuatu adalah halal. Tidak semua yang baik adalah berguna. Jadi apa yang baik belum tentu berguna. Tapi apa yang berguna pasti membangun (1 Kor. 10:23). Di sinilah mindset (cara pandang) sangat mempengaruhi perspektif (sudut pandang) yang akan menghasilkan keputusan. Dalam mengambil keputusan tidak cukup hanya baik, tapi juga harus bisa membangun. Every decision is a perspective judgement. Yesterday is history. Tomorrow is a mystery, but today is a gift (present = hadiah dari Tuhan).

Bagaimana pandangan kita tentang pelayanan? Kewajiban atau kehormatan/kesempatan untuk membangun/berbuah? Kekristenan adalah tentang perjalanan rohani dengan Tuhan, bukan rutinitas dan ritualitas agamawi. Pelayanan bukan posisi, tetapi fungsi (berbuah dan berdampak bagi banyak orang). Dalam Roma 15 :1-2 menjelaskan pelayanan itu berguna karena dapat membangun.

Tiga Tantangan Pelayanan: (1). Individualisme (Fil. 2:4-7). Merasa bisa sendiri adalah sebuah kesombongan rohani. (2). Entitlement (Mat. 20:25-26). Padahal Pelayanan adalah bukan posisi, tetapi fungsi. (3). Insecurity (Mat. 20:26-27). Perasaan tidak aman dalam pelayanan. Sinergi menghidupkan relasi. Kompetisi mematikan relasi. Di sinilah kita harus memahami dampak pelayanan yaituhidup kita harus berbuah, berdampak dan membangun. Amin!

17
Jun 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 18:00
23-21
Jun 2019
di
Pkl. 11:00 - 13:00
16
Jun 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
9
Jun 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
2
Jun 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
26
Mei 2019
Rev. James Singh