Ringkasan Khotbah

10
Feb 2019
Kidung Agung 2:15
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Beberapa tafsiran tentang jumlah tokoh utama dalam kitab ini: A. Dua tokoh utama, yaitu Gadis Sulam dan Raja Salomo. Di sini penafsir mengatakan Raja Salomo adalah mempelai pria atau gembala domba yang memuji gadis Sulam. B. Tiga tokoh utama, yaitu, Gembala, Gadis Sulam dan Raja Salomo. Tetapi secara umum, di dalam kedua penafsiran tersebut di atas, romantisme antara kekasih digambarkan melalui perlambangan hewan dan alam. Kekasih digambarkan sebagai bunga bakung, pohon apel, merpati, kijang, dll. Adapun perbedaan tafsir dari kedua hal tersebut ada prinsip-prinsip umum yang sama, yang dapat kita petik untuk hidup bijaksana. Hangatnya kasih sayang dan sukacita antara kekasih digambarkan seperti pohon anggur yang sedang berbunga. Namun kebun anggur atau hangatnya kasih sayang dan sukacita ini dapat saja hancur jika dirusak oleh rubah-rubah kecil. Oleh karena itu dikatakan bahwa rubah-rubah kecil itu perlu ditangkap, agar tidak merusak kebun anggur tersebut, atau hubungan tersebut.

Tema besar dari hubungan yang dikisahkan dalam Kidung Agung adalah persatuan. Namun kesatuan dalam hubungan antar manusia bisa hancur gara-gara rubah-rubah kecil.Rubah-rubahkecil melambangkan hal-hal kecil yang dapat merusak kualitas hubungan antar manusia, dan itu harus segera dibereskan. Rubah kecil biasanya tampak lucu, tidak berbahaya, seperti anak anjing. Tetapi jika dibiarkan, akibatnya akan sangat merusak. Demikian juga hal-hal kecil yang tampak remeh, tidak terlalu penting dan tidak berbahaya dalam sebuah hubungan antar manusia dapat sangat merusak jika terus-menerus dibiarkan. Dalam hubungan antara manusia dengan Tuhan, seringkali kita tanpa sadar membiarkan hal-hal kecil merusaknya, seperti hobi, ego, keinginan, dll.yang menghalangi waktu yang berkualitas untuk merenungkan firman Tuhan dan memeriksa kehidupan kita. Demikian pula dalam kehidupan bergereja, jika “rubah-rubah kecil” itu dibiarkan, maka hubungan antara saudara seiman bisa hancur berantakan! Tim pelayanan tidak bisa bersatu, akibatnya pelayanan tidak mengalami kemajuan.

Apa saja rubah-rubah kecil (little foxes) yang perlu diperhatikan agar hubungan (kebun anggur) tidak hancur:

1. Komunikasi dan kebersamaan (waktu bersama) yang kurangDalam tafsir pertama, kita melihat komunikasi yang baik antar kedua mempelai, dan dalam tafsir kedua kita melihat bahwa gembala domba memiliki komunikasi yang baik dengan kekasihnya, yaitu gadis Sulam. Ini yang mempertahankan hubungan yang indah antar kekasih. Komunikasi membutuhkan kebersamaan. Tidak adanya komunikasi yang baik adalah awal terjadinya kesalahpahaman dan perselisihan (Amos3:3). Komunikasi itu dua arah. Namun kebanyakan orang tidak mau mendengarkan meski ia mau mendengar. Berpikir bahwa pemikirannya sendiri sudah benar dan tidak mau mendengarkan orang lain. Ini namanya menghakimi. Orang yang menghakimi sesamanya seringkali fokus pada kelemahan orang lain, dan kelebihan diri sendiri, sangat tidak adil.Tuhanmemberi dua mata, dua telinga, dan satu mulut. Artinya Tuhan ingin kita lebih banyak mendengarkan dan memperhatikan daripada berbicara. Kegunaan komunikasi dan kebersamaan adalah untuk menyatukan persepsi. Ingatlah tentang orang-orang buta yang memegang gajah, jika mereka mau menyatukan persepsi maka sebuah gambaran yang lengkap akan didapatkan. Namun sebaliknya jika setiap orang ngotot dengan pandangannya sendiri, maka hal tersebut tidak akan dapat tercapai. Lihatlah yang tidak terlihat oleh mata. Dengarkanlah apa yang tidak terucapkan oleh mulut. Orang yang terlalu cepat menilai orang lain biasanya akan membuat penilaian yang salah.Gerejamemiliki program integrasi pelayanan pada tahun ini untuk membangun komunikasi dan kebersamaan. Pelayananantar distrik, sehingga saling mengenal dansaling melayani. Contoh: Youth melayani di ibadah umum, Youth melayani di ibadah ABK, Sekolah Minggu/Kids melayani di ibadah umum. Antar pemimpin juga harus membangun komunikasi dan kebersamaan.

2. Karakter yang buruk. Mengapa gadis Sulam setia pada gembala domba yang adalah kekasihnya? Itu karena karakter sang gembala yang sangat mulia.Karakteryang buruk dapat menghancurkan sebuah hubungan.Apakah jika kita bisa melayani Tuhan maka kita sudah cukup dewasa rohani? Tentu tidak! Melayani memang merupakan satu langkah maju daripada sekedar dilayani, tetapi sesungguhnya, kedewasaan rohani seseorang bukan diukur dari apakah ia sudah melayani Tuhan, namun diukur dari apakah ia dapat melayani bersama-sama dengan sesama pelayan Tuhan. Dalam pelayanan, masalah antar manusia dapat saja terjadi, dan kedewasaan akan membuat orang bersedia mengesampingkan ego nya untuk terus bersatu demi kemajuan Kerajaan Allah. Contoh: A. Pendendam/tidak mau mengampuni (Mat. 7:1-3). B. Egois/mau menang sendiri. Mementingkan kenyamanan diri sendiri. Merasadiri paling benar. Orang seperti ini tidak bisa menerima penjelasan dari orang lain, meskipun ia mendengar tetapi itu tidak akan merubah pendiriannya. Ini disebut sebagai keras kepala (Kis.15:37-39). D. Pengecut (tidak membicarakan ketidaksetujuan dengan bijak, tetapi suka menyerang di belakang). Ada jenis orang yang bahkan tidak mau mendukung ide orang lain yang tidak disetujuinya, orang semacam ini tidak bisa bekerjasama dalam tim. Biasanya tidak terang-terangan menyerang, tetapi secara halus melakukan perlawanan dengan kualitas kerja yang buruk, sikap masa bodoh, ketidakhadiran dalam rapat, dll. E. Gosip (membicarakan orang lain tanpa punya kewenangan untuk melakukannya). Sebelum kita membicarakan orang lain, kita perlu berpikir apakah kita memiliki kompetensi untuk membicarakannya. F. Tidak menghargai orang lain.Bisasombong, bisa juga selalu fokus pada kelemahan orang lain.Kitaharus sadar bahwa diri kita juga banyak kelemahannya.

3. Godaan. Waspadalah pada godaan. Dalam tafsiran pertama, Gadis Sulam digambarkan sebagai “kebun tertutup”. Tidak membiarkan tubuhnya dinikmati sembarang pria. Ia wanita setia. Di dalam tafsiran ke dua, Raja Salomo digambarkan sebagai “bad guy” yang dengan segala kebesaran dan kekayaannya mencoba menarik cinta dari gadis Sulam, tetapi meskipun ia berusaha sangat keras, namun gadis Sulam tetap setia pada kekasihnya, yaitu sang gembala domba. Meskipun iming-iming kekayaan dan kenikmatan hidup menggodanya, tetapi ia memilih setia pada kekasihnya yang sederhana. Iblis adalah sang penggoda. Sejak awal ia terus menggoda manusia, mencoba menjatuhkan manusia dan menjauhkan manusia dari Tuhan. Jadi, hubungan suami isteri, antar sahabat, antar sesama pelayan Tuhan, antar rekan sekerja harus dijaga. Iblis senang merusak hubungan-hubungan tersebut (Yak.  4:7). Amin!

19
Apr 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 16:30
21
Apr 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 16:00
22
Apr 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 18:00
28
Apr 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
14
Apr 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
7
Apr 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
31
Mar 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
24
Mar 2019
Ps. Ary M. Wibowo (JPCC)