Ringkasan Khotbah

3
Feb 2019
Pengkhotbah 7:15-19
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Sudah terlalu sering, nasihat Pengkhotbah (Salomo) diartikan salah, seakan-akan ia telah mengatakan, "Janganlah menjadi terlalu suci dan janganlah menjadi penjahat yang terlalu jahat; berdosalah sedang-sedang saja!" Padahal bukan itu yang ia maksudkan. Pengkhotbah bukan memperingatkan mereka yang baik-baik saja atau yang saleh atau teguh dalam iman mereka. Ia sedang memperingatkan orang-orang yang terjebak dalam kesalehan yang palsu. Saleh sesuai standar yang ia buat sendiri. Jadimaksudnya begini: Janganlah memainkan peranan orang bijak (dalam pandanganmu sendiri), mengapa harus menghancurkan diri sendiri?

Ekstrim agamawi yang salah (Mat23:23). Setiap orang bisa menipu diri sendiri melalui pemikiran bahwa ia adalah orang yang saleh jika ia melakukan ini dan itu, padahal yang ia pikir benar ternyata salah, dan ternyata Alkitab tidak mengajarkan demikian. Contoh: A. Merasa saleh ketika berbuat baik dan banyak beramal, menyangka bahwa ia sudah berbuat baik bagi sesama, bahkan rela berkorban danmenderita demi bisa menyumbang, namun sesungguhnya ketika diteliti lebih dalam perbuatan baik itu ia lakukan untuk dirinya sendiri agar mendapat tiket masuk surga. Ini kesalehan asli atau palsu? Dilakukan untuk Tuhan atau untuk diri sendiri? Arti “saleh” menurut KBBI: taat dan sungguh-sungguh menjalankan ibadah  dan sucidan beriman. Ibadah: untuk Tuhan. Jikaperbuatan baik dilakukan agar masuk Surga, itu bukan ibadah karena dilakukan untuk dirinya sendiri, bukan untuk Tuhan.B.  Ada orang yang merasa diri lebih pantas untuk diampuni dengan menyiksa diri dan mengasingkan diri hidup jauh dari masyarakat dan banyak berdoa. Apakah Tuhan mengatakan bahwa dengan demikian orang diampuni? Apakah itu cara menunjukkan pertobatan? Tentu tidak. Padahalgaram dan terang tidak ditaruh di bawah gantang. Orang percaya harus menerangi orang lain, maksudnya menjadi teladan dalam perubahan kehidupannya (Luk11:23). C. Ada orang yang berpikir bahwa jika ia berdoa dengan kata-kata yang banyak disertai dengan janji-janji kepada Tuhan, berpuasa, maka doanya lebih didengar oleh Tuhan, padahal semua itu tidak benar. OrangYahudi berpikir bahwa dengan berpuasa maka doa mereka didengar Tuhan, padahal mereka masih memeras orang lain, egois dan tidak mempedulikan orang lain (Yes58:5-9; Mat6:7). Jadi, jangan sampai kita celaka karena kebodohan kita sendiri.

Ada 2 bentuk kebodohan: A.  Ekstrim agamawi. Memaksadiri menjadi “saleh” yang kriterianya kita ciptakan sendiri. B. Ekstrim duniawi. Menjadi sangat jahat dan tidak peduli aturan sama sekali. Dengan bahasa yang mudah, ayat 18 mengatakan bahwa: Hikmat itu haruslah lengkap. Jika tidak lengkap maka orang dapat mengambil keputusan yang salah. Orangyang mengerti bagaimana menghormati Tuhan akan dijauhkan dari kedua ekstrim yang salah tadi (sangat agamawi dan sangat duniawi), sehingga mereka tidak celaka. Singkatnya, melalui khotbahnya, Salomo mengajar kita untuk mengambil tindakan berdasarkan hikmat yang lengkap, bukan sepotong-sepotong saja. Semuapotongan hikmat yang kita miliki harus diintegrasikan. Integrasi: pembauran hingga mencapai sebuah kesatuan yang utuh atau bulat. Seperti puzzle, potongan gambar harus lengkap.

Pengambilan keputusan harus berdasarkan hikmat yang utuh. Contoh: A. Beberapa orang buta memegang gajah di bagian hidung, telinga, ekor, dan badannya. Masing-masing orang ngotot dengan pendapatnya bahwa gajah berbentuk pipa panjang, lembaran tipis, seperti tali kecil, dan seperti bongkahan karung pasir. Itulah hasilnya jika mengambil kesimpulan berdasarkan pemahaman yang sepotong-sepotong saja. B. Ketika menyetir mobil, sopir dan rekan yang duduk di sebelah kiri harus menyatukan apa yang mereka lihat untuk mendapatkan gambaran yang utuh di depan mereka.

Contoh praktis dalam pelayanan: A. Perjamuan Kudus. PerjamuanKudus itu esensinya apa? Memperingati pengorbanan Tuhan Yesus, mengingat janji kedatangan-Nya yang kedua kali, memperbaharui janji setia untuk hidup benar di hadapan Tuhan, mengingatkan jemaat untuk meninggalkan dosa, dll. Bisa dilakukan melalui Perjamuan Kudus dan juga bisa melalui doa dan altar Call. PerjamuanKudus jangan dilakukan dengan sembarangan! (1 Kor.11:23-27). Kesalahan jemaat Korintus adalah ketika berkumpul membawa roti dan anggur mereka makan sendiri-sendiri tanpa mempedulikan yang lain yang tidak memiliki apa-apa, hingga yang satu kekenyangan sednag yang satu kelaparan. Itulah sebabnya mereka disebut tidak mengakui tubuh Tuhan, artinya mereka tindakan mereka yang egois dan tidak membagikan roti dan anggur sama saja dengan tidak mengakui bahwa yang tidak mampu juga adalah anggota tubuh Kristus. Dilakukanberkelompok sesering mungkin, agar jemaat selalu ingat dan berpusat pada Kristus, tetapi ingat bahwa itu haruslah sesuai kemampuan kita. Setiap hari boleh, setiap minggu juga boleh, sebulan sekalipun juga boleh. Mengingatkan orang untuk setia dan mengingat Tuhan Yesus semakin sering semakin baik, tetapi jadilah bijaksana. B. Saling melayani. Gerejaada beberapa bagian  Kids, Youth, Gen act, Family, Lansia dan ABK. Semua saling melayani, bukan terpisah sendiri-sendiri. Kita akan mengatur dalam acara ibadah umum akan ada pelayanan dari Kids, ABK, youth, dll. Dalamibadah ABK ada pelayanan dari yout, STT, dll. Inilah integrasi pelayanan. Tidak berjuang sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung dan melayani bersama.

Contoh praktis dalam kehidupan sehari-hariA.Tidak mau bergaul? Kadang ada alasan yang tidak bisa diceritakan oleh orang lain di balik keputusan yang mereka lihat. Inilah yang seringkali tidak terlihat. Seorangteman diajak makan bersama selalu saja menolak, dengan berbagai macam alasan, ia menolak lagi ajakan makan dari teman-temannya yang kesekian kalinya dengan alasan sakit, teman-temannya mulai marah dengan tindakannya itu, dan berpikir bahwa orang itu tidak mau menjalin pertemanan yang baik. Salah satu teman menenangkan yang lain dan berkata jangan berburuk sangka dania akan memeriksa keadaan orang itu di rumahnya, lalu didapati bahwa orang itu tampak baik-baik saja, dan ia kemudian melaporkan pada teman-teman yang lain bahwa orang itu baik-baik saja. Mereka menyimpulkan bahwa memang orang itu buruk adanya. Apakah benar demikian? Sungguh kah dalam hati orang itu ia benar-benar tidak mau berkumpul dengan teman-temannya? Yang dilihat adalah kenyataan bahwa ia baik-baik saja. Namun ada hal lain yang tidak terucapkan, alasan sebenarnya ia tidak mau datang adalah karena ia sedang tidak memiliki uang yang cukup untuk pergi makan dengan teman-temannya, kadang bagi orang tertentu alasan ini tidak akan bisa keluar dari mulut mereka. Sebenarnya jika ia memiliki uang yang cukup tentu saja ia senang ngobrol dengan mereka. Lihatlah jauh ke dalam, apa yang tidak terucapkan seringkali merupakan kebenaran yang tersembunyi. B.Bagaimana memandang seorang pelacur? Tidaksemua pelacur melakukan profesinya karena gaya hidup mewah, seringkali itu terjadi karena kebutuhan hidup yang mendesak, di mana ia harus menopang keluarganya yang memang berat. Ia menjadi kepala rumah tangga yang harus menanggung orang tuanya yang tidak bisa bekerja karena keduanya sudah sangat tua dan sakit keras. Ia tidak memiliki ketrampilan dan pengetahuan yang cukup untuk menghasilkan uang bagi kebutuhan keluarganya. Dengan gampangnya orang menghakiminya dan memandang orang tersebut sebagai sampah. Jangansalah mengerti, bukan saya membela dan membenarkan tindakan tersebut. Dosa tetaplah dosa, dan itu salah. Yang saya maksudkan adalah jangan menghakimi orang yang perlu ditolong. Daripada menghakimi dan mengatai, lebih baik menolongnya untuk bertobat dan keluar dari lumpur dosa (Yak2:25). Rahabdibenarkan bukan karena melacur, tetapi karena membuktikan pertobatannya dengan melindungi utusan Yosua. Ia mengakui Allah yang Maha Kuasa. Namanya disebut dalam silsilah Tuhan Yesus (Ibr.  11:31). Kesimpulan: Berhati-hatilah dalam membuat kesimpulan, belajarlah melihat yang tidak terlihat oleh mata, dan jadilah berkat bagi orang lain. Kita dipanggil bukan untuk menghakimi tetapi memulihkan (Yoh7:24). Membuat penilaian haruslah berdasarkan hikmat yang utuh, data yang lengkap, oleh sebab itu fakta-fakta harus diintegrasikan. Amin!

24
Feb 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
17
Feb 2019
Ps. Marcel Kanon
10
Feb 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
3
Feb 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
20
Jan 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.