Ringkasan Khotbah

30
Des 2018
Amsal 3:27
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Kitab Amsal adalah kumpulan kata-kata/nasihat yang ditulis oleh Salomo, dan juga sebagian kecil orang lain dengan tujuan agar pembacanya menjadi bijaksana.Penulismemberitahu di awal Kitab ini bahwa: A. Jika orang ingin menjadi bijaksana, pertama-tama ia harus memastikan hatinya menghormati Tuhan. B. Orang harus jeli memetik hikmah dari peristiwa di sekitarnya. C. Target nya adalah gaya hidup orang percaya sejalan dengan firman Tuhan.Mengubah gaya hidup! Salah satu pengajaran yang diberikan terdapat dalam Amsal di atas. Di ayat (6) dikatakan bahwa “Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”Maksudnya bahwa gaya hidup harus berubah, sesuai dengan kehendak Tuhan, dengan kata lain hidup manusia perlu “diluruskan”! Jika kita belum hidup sesuai dengan nasihat Amsal ini, maka jalan hidup kita belum lurus/belum benar di hadapan Tuhan. Dosa pada umumnya dapat dibagi menjadi 2 bagian besar: A. Melanggar larangan Tuhan (comission). B. Mengabaikan perintah Tuhan (omission): Tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan. Singkatnya Omission = Lalai. Akibat dari kelalaian dapat merugikan diri sendiri dan orang lain, bisa besar maupun kecil. Jika Anda tidak melanggar apa yang dilarang Tuhan, jangan berbangga dulu, sebab dosa bukan hanya melanggar apa yang Tuhan larang, tetapi dosa juga mencakup “tidak melakukan apa yang Tuhan perintahkan”. ContohJika Anda hampir tenggelam, dan saya ada di tepi kolam, lalu saya tidak menolong Anda padahal saya mampu melakukannya, maka saya bersalah.Ingat, jika kita tahu bagaimana berbuat baik tetapi tidak melakukannya maka kita berdosa.

Apa hikmah yang dapat kita petik dari Amsal tersebut?

1. Berbuat baik bukan sekedar menyenangkan hati orang lain. Kata “baik” (Ibrani: tob) berarti: kualitas yang tertinggi/sempurna, menyenangkan hati, berharga/mulia, etis, dll.Jadiberbuat baik belum tentu berarti “menyenangkan” saja, tetapi bermanfaat bagi orang lain, mulia, etis, dengan kualitas yang tertinggi sesuai kemampuan kita. Jika kita hanya ingin menyenangkan hati orang lain, bisa saja kita mengatakan kebohongan. Dalam pekerjaan sehari-hari, apakah Anda melakukannya dengan kualitas yang terbaik bagi atasan Anda/institusi di mana Anda bekerja? Bekerja bukan sekedar mencari uang. Bekerja sebenarnya adalah sebuah pengabdian, dan bahkan ibadah. Apakah perbuatan yang Anda lakukan mengabaikan nilai etika/moral? Kebaikan harus diwujudkan dalam tindakan yang membangun, tidak sekedar menyenangkan orang lain. Contoh: Kadang teguran lebih baik daripada pujian yang kosong (Ams.  27:6).

2.  Berbuat baik dengan hati yang tulus untuk memuliakan Tuhan. Perbuatan baik bukanlah perbuatan baik jika kita melakukannya untuk diri kita sendiri Berbuat baik harus tulus! Bukan untuk diri kita sendiri, tetapi untuk kebaikan orang lain. Berbuat baik bukan untuk mendapatkan pujian (Mat. 6:1-4; Ams.27:2). ContohUntuk apa Anda berbuat amal? Jika Anda melakukannya agar Anda mendapat tiket masuk surga/untuk menebus dosa Anda, maka sebenarnya Anda sedang melakukannya untuk diri sendiri. Orang seperti ini sebenarnya tidak melakukan apa-apa untuk Tuhan dan sesama. Kurang lebih tindakan seperti itu disebut “mencoba membeli keselamatan” (Mat. 25:40-46). Jika berbuat baik karena ingin memperoleh keuntungan, ini namanya “memancing”. Tabitaadalah orang baik, dan karena kebaikannya ia menjadi berkat bagi lingkungan.  Orang-orang Yahudi memanggilnya Tabita yang berarti rusa betina. Di dunia Timur istilah “rusa betina” melambangkan kecantikan.  Kecantikan Dorkas ini terpancar melalui perbuatan baik yang ditunjukkan.Begitu mendengar bahwa Dorkas sakit dan meninggal, orang-orang menjadi sangat kehilangan dan bersedih hati. Mereka pun berusaha mencari cara bagaimana agar Dorkas dapat hidup kembali.  Ketika mendengar Rasul Petrus ada di Yope, orang-orang memohon kepadanya agar bisa membangkitkan Dorkas. Tuhan mendengar doa-doa mereka dan membangkitkan Dorkas dari kematian.

3. Berbuat baik harus bijaksana. Berbuat baik sesuai kemampuan. Jadilah bijak dalam berbuat baik. Mempersembahkan korban pun juga sesuai kemampuan (Ima.14:22). Jika pemberian malah berdampak buruk bagi si pemberi dan penerima, maka sebenarnya itu bukanlah hal yang benar-benar baik. Contoh: Memberi nasihat/teguran harus dengan: A. Motivasi yang benar. B. Sikap yang benar. C. Cara yang bijak. Tanpa ketiga hal tersebut maka nasihat/teguran justru dapat menghancurkan (Ams.11:30). Memberi kepada seorang pemalas dapat menjerumuskannya lebih dalam dalam kemalasan. Lebih baik memberi pancing/memberi ikan? Terkadang kebaikan seseorang bisa disalahartikan dan disalahgunakan, itu salah satu risiko melakukan perbuatan baik. Oleh karena itu kita harus bijaksana dalam berbuat baik.Adasaja orang yang memanfaatkan kebaikan orang lain untuk keuntungan pribadi, tetapi hal ini tidak boleh menghalangi kita berbuat baik kepada orang lain, sebab masih banyak orang yang benar-benar tulus yang perlu ditolong. Jadilah bijaksana dalam berbuat baik. Amin!

22
Jul 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 18:00
28
Jul 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
29
Jul 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 19:00
21
Jul 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
7
Jul 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
30
Jun 2019
Pdt. Dr. Subagio M., M. Th.