Ringkasan Khotbah

23
Des 2018
MAZMUR 146:3-5
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Pemazmur mengawali nyanyian ini dengan komitmen untuk memuliakan Tuhan selama ia masih hidup. Ia mengajak umat Tuhan untuk mengharapkan pertolongan Tuhan lebih daripada mengharapkan pertolongan manusia. Ia berkata bahwa mempercayai bangsawan/orang yang berkuasa adalah hal yang tidak berguna. Namun ia berkata bahwa orang yang mengandalkan Tuhan akan berbahagia. Berbahagia.

Manusia belum tentu bisa menolong kita karena: A. Manusia penuh keterbatasan. Mungkin mau menolong, tetapi tidak mampu.Jika memang ia memiliki kemampuan untuk menolong pasti ia mau menolong. Kadang orang dapat memberi “melampaui kemampuan”, hak ini disebut sebagai pengorbanan. Tetapi pengorbanan pun ada batas maksimalnya juga. Jika benar-benar telah mencapai titik maksimal, ia tetap tidak dapat berbuat apa-apa (2 Kor8:1-5). B. Manusia kadang malah menindas orang lemah yang perlu pertolongan (Ams29:13). Kadang orang lemah yang meminta pertolongan pada orang yang kuat malah semakin dicelakai. Orang yang jahat melihat kelemahan orang lain sebagai peluang baginya untuk mendapat keuntungan. Memang sepertinya kejam, tetapi itulah dunia yang penuh dosa. C. Manusia harus bertanggung jawab pada urusannya sendiri. Inimerupakan hal yang sebenarnya alamiah. Setiap orang memiliki urusannya sendiri, dan ia harus fokus pada urusannya tersebut (Mat .25:8-9). Alkitab mengajar bahwa kita harus bertanggung jawab pada Tuhan atas semua yang dipercayakan-Nya kepada kita, namun Alkitab juga mengajar kita untuk menolong sesama manusia, tentunya semampu kita. Ada orang yang kecewa karena mengharapkan pertolongan manusia lalu tidak mendapatkannya. Sebenarnya tidak perlu kecewa, sebab memang setiap orang bertanggung jawab pada urusannya sendiri, jika ia meninggalkan kewajibannya demi orang lain, itu juga tidak bijaksana. Mengandalkan pertolongan manusia adalah sebuah hal yang keliru, sebab meskipun mereka bersedia menolong kita, tetapi belum tentu ia mampu melakukannya. Orang yang mengandalkan manusia tidak akan diberkati, melainkan mendapatkan hal yang sia-sia, sedangkan orang-orang yang mengandalkan Tuhan akan diberkati sehingga ia berbahagia. Lalu di ayat 6 dst ia menyebutkan reputasi Allah yang hebat dalam sejarah manusia.

Mengapa Tuhan adalah Jaminan Yang Pasti bagi umat-Nya?

1. Tuhan telah membuktikan kuasa-Nya yang luar biasa dalam sejarah. Tidak ada yang mustahil bagi Tuhan.Jangan mempercayai sesuatu yang belum terbukti, biasanya mengecewakan.Peribahasa Jawa: Njagakke Ndok Si Blorok. Menantikan telur si blorok. Artinya: Mengharapkan sesuatu yang tidak pasti. Si blorok tidak bertelur sesuai keinginan atau prediksi kita, ada saja hal-hal yang tidak diketahui yang dapat menyebabkan penundaan waktunya bertelur. Contoh kasus: Banyak orang mengandalkan sesuatu yang tidak pasti dalam pekerjaannya, akibatnya mereka kecewa. Perhitungan yang salah banyak dibuat karena ini.

2. Tuhan mengatur segala sesuatu dengan kebijaksanaan-Nya. Tuhan menjaga orang-orang tersebut melalui peraturan/Taurat-Nya yang disampaikan-Nya melalui Musa. Perintah tersebut tercantum dalam Hukum Sipil pada zaman Musa (Kel. 22:21-27). Tuhan mengatur agar sesama manusia dapat hidup tenteram dan teratur sesuai kehendak-Nya. Pengaturan yang Tuhan berikan bertujuan untuk kesejahteraan manusia. Tidak ada seorangpun yang dapat melawan apa yang telah diatur oleh Tuhan. Itulah sebabnya Tuhan adalah Satu-satunya Jaminan yang pasti bagi kita. Kita perlu berserah pada rencana Tuhan sepenuhnya, sebab ujungnya adalah demi kebaikan kita.Tuhan berulang kali memberi peringatan kepada Firaun untuk membiarkan bangsa Israel pergi, tetapi Tuhan tahu bahwa Firaun akan terus menolak Firman Tuhan. Firman yang seharusnya melembutkan hati juga dapat mengeraskan hati, itu tergantung respon orang yang menanggapinya. Air panas yang sama dapat melembutkan kentang yang direbus, tetapi juga dapat mengeraskan telur yang ada dalam air itu.

Tuhan bukan sengaja mengeraskan hati Firaun lalu menghukumnya, tetapi frasa “mengeraskan hati” merupakan bentuk majas ironi (Kel. 4:21). Ironi berasal dari kata Yunani "eironeia"yang berarti "pura-pura tidak tahu". Dalam bentuk majas, ironi adalah majas yang menyatakan makna yang bertentangan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan sindiran. Majas ironi melakukannya dengan cara menyatakan sebaliknya dari apa yang sebenarnya yang dimaksud. Dengan kata lain, ironi itu bersifat menyembunyikan dan menutup-nutupi. Ironi merupakan penggunaan kata-kata yang berbeda dan apa yang ditulis atau diucapkan. Ironi dapat dikatakan sebagai praktik kepura-puraan karena menyembunyikan makna sebenarnya. Makna yang dimaksud berlawanan dengan apa yang dikatakan. Ironi dapat bersifat halus tetapi dapat juga menyatakan makna yang kasar. Majas ironi digolongkan sebagai salah satu majas pertentangan atau majas sindiran.

Jadi Tuhan sebenarnya dari awal sudah memberitahu Musa bahwa ia akan menghadapi penolakan dan tantangan dari Firaun, tetapi Tuhan akan menolong Musa menghadapi semuanya itu. Tujuan semuanya itu adalah demi kebaikan Israel sendiri. Tuhan sudah mengatur semuanya, bahkan jalan keluar saat tidak ada lagi harapan. Di laut merah, Tuhan membuktikan semuanya itu (Yer. 29:11). Jangan dikuasai ketakutan, kita punya Allah yang mengatur masa depan kita. Kita mungkin tidak mengetahui tantangan apa yang harus kita hadapi di kemudian hari, tetapi satu hal yang kita percaya bahwa Tuhan sudah ada di sana untuk menolong kita.Berjuang tetapi mengandalkan Tuhan. Bukan hanya berdoa tetapi malas berjuang. Bukan hanya bekerja keras, tetapi belajar bekerja dengan lebih cerdik. Bukan hanya berjuang sendiri tetapi banyak belajar dari orang lain.Tuhan tahu kapan dan bagaimana Ia akan memberkati/menolong kita. Amin!

22
Jul 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 18:00
28
Jul 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
29
Jul 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 19:00
21
Jul 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
7
Jul 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
30
Jun 2019
Pdt. Dr. Subagio M., M. Th.