Ringkasan Khotbah

9
Des 2018
Mazmur 132:3-5
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Semua orangtua senang memberkati anak-anak-Nya, tetapi sebagai orangtua yang baik pasti mereka akan memberikan berkat kepada anak-anaknya pada saat mereka telah siap untuk menerimanya. Berkat yang diberikan pada saat anak tidak siap untuk menerimanya biasanya tidak akan dirawat dengan baik/bahkan disia-siakan. Anak-anak kadang belum bisa menjaga berkat yang dimilikinya dengan baik.Jika seseorang tidak siap diberkati dengan harta yang banyak, itu bisa menjatuhkannya/mencelakakannya. Contoh: A. Orangtua membelikan motor bagus untuk anaknya, tetapi karena belum siap, malah dipakai kebut-kebutan dan akhirnya malah mencelakai anak tersebut dan orang lain. B. Seorang pekerja sederhana menang lotere Rp.223 Miliar, tetapi berkat itu justru mencelakai dia dan rumahtangganya karena ia tidak siap untuk menerimanya. C. Orang yang tidak cukup dewasa untuk mengelola keluarga berpotensi menghancurkan berkat indah yang dimilikinya.

Mengapa ada yang menerima berkat besar, mengapa ada yang tidak? Mengapa ada orang yang doanya dikabulkan secara cepat dan mengapa ada orang yang harus menunggu demikian lama untuk doanya dikabulkan? Masalahnya ada pada kesiapan mereka mengelola berkat tersebut. Ada yang hatinya siap, dan ada yang tidak siap. Namun pada umumnya orang yang merasa bahwa doanya lama dikabulkan tidak menyadari kenyataan bahwa dirinya mungkin tidak siap menerima berkat Tuhan. Selain itu kita juga perlu menyadari bahwa Tuhan lebih tahu apa yang baik untuk kita. Jadi Meskipun kita meminta sesuatu yang baik menurut kita, namun itu belum tentu benar-benar baik untuk kita, hanya Tuhan yang tahu  apakah yang kita minta benar-benar baik bagi diri kita. Kalau Tuhan belum mengabulkan doa kita, jangan buru-buru marah dan kecewa, mungkin kita yang belum cukup dapat dipercaya untuk mengelola berkat yang kita inginkan, atau bisa saja Tuhan menunggu waktu yang baik untuk memberkati kita dengan jawaban doa kita. Berserah saja kepada Tuhan mengenai kapan dan bagaimana cara Tuhan mengabulkan doa kita, Tuhan tahu yang terbaik. 

Dalam Mazmur ini kita melihat bahwa Daud sangat diberkati dengan limpah oleh Tuhan. Mengapa? Karena ia siap menerima berkat tersebut. Hati Daud mengasihi Tuhan lebih dari dirinya sendiri. Ia tahu berterima kasih kepada Tuhan atas semua berkat yang dimilikinya. Itulah sebabnya ia diberkati Tuhan untuk menjadi jalur garis keturunan di mana Juruselamat datang ke dunia. Iamerasa sangat diberkati. Ia ingin membangun Bait Allah yang jauh lebih megah dari istananya sendiri sebagai bentuk kasih, pengabdian dan kesadaran diri sebagai seorang hamba Tuhan yang telah menerima banyak kebaikan Tuhan. Oleh karena itu Tuhan memberkatinya dengan limpah: A. Kerajaan yang dipimpin keturunannya turun-temurun. Bayangkananeka macam berkat yang dimiliki oleh keluarga kerajaan. B. Juruselamat yang lahir melalui garis keturunan Daud. Keduaberkat itu adalah berkat yang sangat istimewa.Tuhan senang memberkati, tetapi Tuhan juga ingin kita langgeng menikmati berkat Tuhan tersebut. Tuhan tidak ingin kita hanya sementara menikmati berkat-Nya. Ia mau kita terus-menerus menikmati berkat-Nya (Ula.  4:40).

Bagaimana kita siap menerima berkat Tuhan?

1. Wujudkan hati yang menghormati dan mengasihiTuhan dalam keseharian. Daud menyadari bahwa semua yang dimilikinya berasal dari Tuhan. Daud mewujudkan rasa terima kasihnya melalui tindakan yang menghormati dan mengasihi Tuhan. Menghormati Tuhan harus diwujudkan dalam perkataan, sikap dan perbuatan sehari-hari, bukan sekedar mengikuti ritual agama. Ada sebagian orang berpikir bahwa karena ia mengikuti ritual agamanya, mengenakan jubah/atribut keagamaan, banyak berdoa, banyak menyumbang untuk kepentingan sosial, dll.maka mereka berpikir bahwa mereka telah menjadi umat beragama yang menghormati Tuhan. Namun pemikiran seperti ini tidak sepenuhnya benar. Ada maksud Allah yang tersembunyi di balik peraturan agama yang tertulis. Contoh: Budaya ceng beng/nyekar di makam leluhur. Orang Tionghoa memiliki budaya tersebut untuk menghormati leluhur mereka. Ini budaya yang baik, yang mengajarkan anak-anak menghormati leluhur mereka. Namun sayangnya ada orang yang mengikuti ritual nya lalu sepulang dari tempat itu mereka bertengkar satu sama lain, kakak adik saling membenci, saling menyerang di belakang mereka, berebut harta, dsb. SEANDAINYA leluhur mereka bisa melihat di alam sana, apakah mereka bisa menikmati aneka makanan dan jajanan yang dibawa keturunannya? Menghormati orangtua juga dibuktikan dengan menjaga nama baik mereka. Yangdiinginkan Tuhan bukan manusia mengikuti ritual tanpa memahami kehendak Tuhan, tetapi Tuhan menghendaki agar manusia mengalami perubahan dalam hati danhidupnya karena ia menghormati Tuhan. Apayang terjadi jika ritual diikuti dengan baik, tetapi gagal mengasihi sesamanya? Apakah Tuhan berkenan? (Mat.23:23). Dengan kata lain Yesus berkata : “Aturan dan ritual kamu ikuti, tetapi kamu gagal memahami ESENSI kehendak Tuhan yang sebenarnya”. DalamTaurat ada hukum dan aturan di mana orang berhak membalas sesamanya demi menegakkan keadilan (Kel.21:24). Juga ada aturan mengenai penuntut tebusan darah, yaitu setelah terbukti bersalah maka mereka berhak menuntut balas, tetapi apakah benar Tuhan menghendaki mereka menuntut balas? Ada perintah lain yang sebenarnya tidak boleh diabaikan (Im.19:18). Kanak-kanak rohani akan terpaku pada menuntut ditegakkannya keadilan, tetapi orang yang dewasa rohani tahu kapan saat belas kasihan melebihi keadilan. Tuhanmenghendaki umat-Nya menyadari bahwa mereka banyak berbuat dosa dan diampuni oleh Tuhan, ini seharusnya membuat mereka sadar diri dan dapat mengampuni sesamanya. Orang yang sadar diri banyak diampuni Tuhan akan mampu mengampuni sesamanya. Jadi, meskipun ada aturan legal mereka boleh menuntut balas, tetapi yang dikehendaki adalah belas kasih dan pengampunan. Tujuanakhir dari Taurat sebenarnya untuk merubah hati manusia, tetapi yang terjadi dalam kebanyakan orang justru melahirkan pribadi-pribadi yang merasa dirinya hebat karena mengikuti aturan agama tanpa mengalami perubahan hidup. MenghormatiTuhan bukan dengan cara mengikuti ritual agama, sebab di balik ritual ada maksud Tuhan untuk kita mengalami perubahan hidup. Mengikutiritual tanpa perubahan karakter tidak ada artinya. MenghormatiTuhan harus dibuktikan dengan perubahan karakter. Menghormati Tuhan juga dibuktikan dengan mengambil keputusan yang benar dalam keseharian demi memuliakan nama Tuhan.

2. Utamakan kehendak Tuhan di atas keinginan pribadi kita. Daud mengutamakan Tuhan lebih dari keinginannya sendiri, ia sudah belajar untuk menaklukkan kedagingannya. Waktu muda dia pernah gagal, namun pada masa tuanya ia berubah. Dan berkat Tuhan datang padanya saat ia siap menerimanya. Jikakita mau berubah, mengutamakan kehendak Tuhan di atas keinginan kita sendiri, barulah Tuhan dapat mempercayakan sesuatu yang lebih kepada kita. Apakah Anda akan mempercayakan sebuah hal yang penting pada orang yang hidup mengikuti keinginannya sendiri? Sebenarnya Daud dapat saja menghabiskan waktunya untuk menikmati semua yang ia inginkan, tetapi ia tidak melakukannya, ia menyadari bahwa keinginan telah menjatuhkannya berulang kali. Daud telah belajar dari pengalaman. Iapernah jatuh karena Batsyeba, ia pernah hampir binasa karena enggan membereskan masalah-masalah kecil dalam keluarganya. Namun ia belajar dari semuanya itu. Kita bisa jatuh terpeleset oleh butiran pasir/kerikil kecil, bukan oleh batu yang sangat besar. Jangan pernah meremehkan hal-hal kecil dalam hidup kita. Daud telah belajar untuk menguasai keinginannya, dan kini ia memiliki keinginan yang kudus untuk membangun Bait Allah guna memuliakan Tuhan. Orang yang dikuasai keinginan sangat mudah menyalahgunakan kepercayaan yang diberikan kepadanya. Tuhanakan mempercayakan berkat yang lebih berharga kepada orang yang dapat dipercaya, dan orang itu haruslah orang yang dapat mengendalikan keinginannya dengan baik.Tuhan mendidik kita untuk tidak diperbudak keinginan, tetapi kita dapat menguasai diri dengan baik agar kita dapat dipercaya mengelola berkat Allah yang lebih bernilai (Tit.2:11-12; 1 Yoh.2:15-17). Ingin diberkati lebih? Ingin dipercaya lebih? Ingin menerima jawaban doa lebih cepat? Semua tergantung kesiapan kita dan waktu Tuhan (Luk.16:10). Amin.

21
Jan 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 18:00
27
Jan 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
13
Jan 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
6
Jan 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
30
Des 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
23
Des 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.