Ringkasan Khotbah

2
Des 2018
Mazmur 125:1-5
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.

Orang percaya di sini diibaratkan seperti Gunung Zion yang tidak pernah goyah dan Kota Yerusalem yang dikelilingi Tembok. Orang percaya harus tetap kokoh di dalam Tuhan. Orang percaya harus mempercayai Tuhan yang menjadi perlindungan.

Dalam Ibrani 11:1-3 dinyatakan bahwa iman sama dengan percaya. Iman sebagai dasar dan bukti. Konteks surat Ibrani adalah jemaat yang bergumul dalam penganiayaan dan tekanan. Surat Ibrani inilah yang memberitahukan bahwa iman yang membuat kuat dan bertahan. Karena imanlah yang membuat tangan Tuhan yang menolong dan melindungi kita.

Bagaimana iman menjadi nyata? Pertama, Kita harus melangkah. Kedua, Langkah kita harus dengan setia sampai menjadi kenyataan. Yakobus 2:17 menyatakan iman ditambah perbuatan akan menghasilkan kenyataan iman. Percaya tambah melangkah dengan setia adalah kesetiaan sampai menjadi kenyataan (Ams. 19:22).

Ludwig Nommensen menghasilkan gereja terbesar di Asia Tenggara (HKBP). Van Gessel menghasilkan Gereja Gerakan Pentakosta. Walker menghasilkan Sekolah Alkitab Tawangmangu. Kesetiaan orang-orang tersebut telah menghasilkan "buah pelayanan" yang luar biasa. Roma 4:17 menyatakan orang benar akan hidup oleh karena iman. Bertolak dari iman kepada pelabuhan iman selanjutnya. Semakin besar iman, semakin besar tantangannya.

Marthin Luther (tokoh reformasi protestan) dan John Wesley (tokoh/pendiri gereja metodis) setelah mengalami pertobatan, maka mereka mampu menghasilkan pergerakan besar di dalam dunia. Mereka telah membuktikan bahwa orang benar hidup karena iman (Roma 1:17).

Mazmur 41:1-4 menunjukkan bahwa dengan "memperhatikan orang yang lemah", maka Tuhan akan melindungi dan membuat kita berbahagia. Amin.

17
Des 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
23
Des 2018
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
2
Des 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
25
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
18
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
11
Nov 2018
Ps. Benjamin Chew