Ringkasan Khotbah

18
Nov 2018
Mazmur 111:10
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Dalam dunia ini ada orang-orang yang hidup sembarangan, memakai waktu dengan sembarangan, memakai mulut untuk berkata-kata sembarangan dan memakai hidup mereka untuk melakukan segala macam hal yang merugikan orang lain maupun diri sendiri. Ada yang memuaskan diri dengan mengikuti semua nafsu mereka, meskipun pada umumnya mereka tahu bahwa mengikuti nafsu sama saja dengan mencelakai diri sendiri.

        Memiliki gaya hidup semacam itu bisa dikatakan tidak memiliki hikmat. Orang yang berhikmat akan tahu bagaimana menjaga hidupnya di jalan yang benar. Itu luarnya, daun dan rantingnya. Akarnya apa? Itu yang mendasari semua yang di luar. Namun ada satu hal yang mendasari perilaku manusia, yaitu sikap hatinya.

       Jika hati manusia takut akan Tuhan/menghormati Tuhan setiap hari maka itu akan menolongnya untuk berperilaku baik/berhikmat. Memang semuanya berawal dari hati mereka. Jika hati benar, maka apa yang keluar dari hati adalah perkataan serta tindakan yang benar (Luk. 6:43-45).

Pertanyaannya bagaimana kita dapat memiliki hati nurani yang takut akan Tuhan supaya kita memiliki hikmat?

1. Memiliki gaya hidup bertobat (ayat 1-4). Pertobatan harus menjadi gaya hidup orang percaya, artinya setiap hari hidup dalam pertobatan. Dalam keseharian jika Roh Kudus mengingatkan kita melalui suara hati kita bahwa kita bersalah, atau melalui cara lain, maka kita dengan segera harus bertobat (Ayat 1-4). Pemazmur berkata bahwa perbuatan Tuhan dijadikan-Nya peringatan, tujuannya mengingatkan manusia agar berhenti dari perbuatan yang salah. Dengan kata lain, orang-orang yang menghormati Tuhan akan juga menghormati peringatan Tuhan, karena itulah mereka akan memiliki gaya hidup bertobat. Tuhan menghendaki manusia bertobat agar tidak dihukum, ini adalah bukti dari kasih sayang Tuhan yang besar (1 Pet. 3:21). Dalam pertobatan kita dapat meminta kepada Allah untuk memberikan hati nurani yang baik.

2. Memperhatikan tindakan Allah dalam sejarah dan kehidupan sehari-hari (ayat 5-9). Pemazmur mengingat perbuatan-perbuatan Tuhan dalam sejarah: Tuhan menghukum bangsa Kanaan yang terus berdosa meskipun diberikan kesempatan ratusan tahun untuk bertobat, Tuhan memberkati umat Tuhan dengan tanah air yang baik, Tuhan menegakkan keadilan serta kebenaran sepanjang sejarah. Kita dapat membiasakan diri kita menjadi pengamat karya Allah, kita perlu mempelajari apa yang terjadi dalam sejarah, apa yang salah jangan diulang, apa yang benar kita ikuti (2 Tim. 3:16-17). Firman Allah adalah tulisan yang diilhami oleh Roh Kudus, jadi Alkitab adalah firman Allah. Ada bagian dari kitab suci yang bergenre sejarah. Dari sejarah dapat kita pelajari apa yang pernah dilakukan oleh manusia dan apa tindakan Allah mengenai hal tersebut (Yer. 11:10). Ada sejarah orang-orang berdosa yang dihukum Tuhan karena tidak bertobat, ada yang dipulihkan karena bertobat. Ada yang diberkati, ada yang dihajar. Seharusnya itu diperhatikan. Bangsa Israel mengulang-ulang kesalahan yang dilakukan oleh nenek moyang mereka sehingga mereka tidak bertobat, lalu mereka dihukum oleh Tuhan. Kita perlu memperhatikan sejarah dan belajar darinya. Kita juga dapat memperhatikan dalam kehidupan sehari-hari ada orang-orang yang melakukan kejahatan, tidak bertobat dan dihajar. Memperhatikan kehidupan orang-orang yang lain dan memperhatikan karya Allah dalam keseharian. Karya Tuhan dalam hidup kita setiap hari juga perlu kita perhatikan (Ul. 32:28-31). Amin.

17
Des 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
23
Des 2018
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
2
Des 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
25
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
18
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
11
Nov 2018
Ps. Benjamin Chew