Ringkasan Khotbah

11
Nov 2018
Mazmur 24:3-4
Ps. Benjamin Chew

Pertanyaan penting dalam ayat ini adalah siapakah yang boleh naik ke Gunung Tuhan? Bicara soal Gunung Tuhan berarti tentang hal-hal yang berbeda yang dapat kita lihat setelah mengalami hadirat Allah. Bersih tangannya berarti apa yang dilakukan/perbuatannya benar. Murnihatinya berarti perbuatan kita berhubungan dengan hati kita. Hati yang murni akan melakukan perbuatan-perbuatan yang murni juga (Luk. 6:45). Lidah berbicara tentang hati kita.

1. Lidah menunjukkan isi hati kita. Perbuatan kita menunjukkan hati kita yang sebenarnya. Jika kita memiliki masalah dengan lidah, jangan dipotong, tetapi hati yang harus diubah terlebih dahulu.

2. Lidah bisa membuat kita gagal (Yak. 1:26). Istilah "rohani" (religious) dalam bahasa Yunaninya berarti "menghormati atau menyembah Tuhan". Jadi orang yang menghormati atau menyembah Tuhan harus mengendalikan lidahnya. Jika kita tidak mampu mengendalikan lidahnya, maka kita gagal menjadi penyembah Tuhan.

3. Lidah yang dapat menghasilkan kuasa atau kekuatan luar biasa.  Lidah bisa membuat selamat atau celaka. Lidah yang mengakui Yesus sebagai Tuhan, maka kita akan menerima keselamatan. Tapi lidah yang tidak mengakui Yesus, maka kita akan masuk neraka (Yak. 3:2-11). Lidah bisa membuat kita lebih jahat dari binatang. Lidah kecil, tidak ada manusia yang mampu menjinakkannya. Karena itulah lidah bisa menghasilkan yang positif (menghidupkan) dan yang negatif (mematikan).

4. Lidah dapat menghasilkan hukuman (Mat. 12:36-37). Perkataan kita harus dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan. Rahasia apapun akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan (dihukum atau diberkati).

Oleh karena itulah, kini saatnya hati kita harus diubahkan. Hidup dan mati kita dikuasai oleh lidah.

Ada 6 jenis lidah yang mematikan, yaitu:

1. Lidah dusta (Ams. 6:16-19). Dusta bisa membohongi manusia dan Tuhan. Dusta untuk melindungi diri sendiri. Dusta untuk kepentingan atau keuntungan diri sendiri. Dusta untuk mencelakai orang lain.

2. Lidah yang licik (Ams. 6:24). Lidah yang licik artinya lidah yang digunakan untuk menggoda orang lain supaya menyukai kita. Penjilat atau menyenangkan orang lain saja. Seharusnya lidah untuk menyenangkan Tuhan, bukan melulu untuk mennggoda atau menyenangkan orang lain saja.

3. Lidah pengecut (Ams. 25:23). Lidah pengecut membicarakan orang lain di belakang orang lain itu. Suka menjelekkan, menyerang dan mendendam kepada orang lain dilakukan dengan secara pengecut.

4. Lidah yang bersuka berkata negatif. Lidahyang berkata negatif tentang segala sesuatu, dan tidak pernah berkata positif. Kita boleh mengkritik untuk membangun dan tidak boleh menghancurkan. Kata-kata yang positif akan menciptakan atmosfir positif.

5. Lidah yang suka mengomel (1 Kor.10:10). Bangsa Israel suka berkat Tuhan, tapi setelah itu bersungut-sungut dan mengomel kepada Tuhan. Itu semua karena hati yang tidak tahu berterima kasih kepada Tuhan dan hati yang lupa akan kebaikan Tuhan.

6. Lidah yang menggosip (1 Tim.5:15).  Tidak bisa simpan rahasia orang lain dan suka membicarakan orang lain.

Karena itulah, harus dipahami bahwa hati yang diubah Tuhan akan menghasilkan lidah yang baru yang positif, membangun dan menghidupkan. Amin!

17
Des 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
23
Des 2018
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
2
Des 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
25
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
18
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
11
Nov 2018
Ps. Benjamin Chew