Ringkasan Khotbah

9
Sep 2018
MAZMUR 41:1-2
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Mazmur ini merupakan karya Daud, yang lahir dari pengalaman hidupnya. Daud pernah menderita sakit-penyakit dan ia merasa bahwa penyakitnya disebabkan karena ia berdosa terhadap Tuhan. Di tengah keadaan sakit, apa yang dirasakan dan dialami oleh Daud?

A. Ia merasa lemah. Meskipun ia adalah seorang raja yang berkuasa, ia sadar bahwa besarnya kuasa yang ia miliki tidak dapat menolongnya (Mzm.34;16). Kekuasaan yang ia miliki tidak cukup untuk menyelamatkannya dari penyakit yang dideritanya. Ketika sakit, Daud sadar bahwa ternyata ia sangat lemah. Ketika sehat banyak orang yang merasa dirinya kuat, ini sangat berbahaya. Orang yang merasa dirinya kuat biasanya akan berlaku arogan terhadap orang lain yang dianggapnya lebih lemah. Kapan orang merasa kuat? (1). Ketika memiliki harta yang banyak. (2) .Ketika memiliki kedudukan tinggi. (3). Ketika memiliki “massa” yang mendukungnya. Dalam hal ini meskipun tidak memiliki kedudukan/harta tapi asalkan ia memiliki banyak orang yang ia kira ada di pihaknya, maka ia dapat berlaku anarki. Orang yang merasa kuat biasanya merasa tidak membutuhkan orang lain, ia tidak menghargai hubungan sebanyak ego/harga dirinya. Biasanya orang seperti ini bukanlah pemaaf.

B. Ia mengetahui bahwa musuh-musuhnya mengharapkan ia celaka (Mzm. 41:6). Musuh-musuh Daud mengharapkan Daud mati karena penyakitnya. Ketika mereka menjenguk Daud, mereka bermulut manis, namun sebenarnya hati mereka busuk. Orang-orang tersebut bahkan merencanakan hal-hal yang jahat terhadap Daud. Mereka ingin nama Daud hilang lenyap, artinya sepeninggal Daud mereka tidak ingin ada keturunan Daud yang mewarisi tahtanya. Mereka merencanakan pembunuhan anak-anak Daud demi mendapat tahta. Mereka ingin Daud mati tanpa mempunyai keturunan yang menggantikannya duduk di tahta kerajaan.

C. Ia mengetahui bahwa bahkan orang yang ia kira sahabatnya malah mengkhianati dia (Mzm.41:10). Rupanya mereka menjadi sahabat Daud hanya ketika ia sehat dan berkuasa. Ini tipe oportunis, dekat pada Daud karena keuntungan semata, baik itu secara finansial, kedudukan, dll. Ketika  mereka melihat Daud sakit, dan kedudukannya terancam, mereka berkhianat. Namun Daud berkata di awal lagunya bahwa Berbahagialah orang yang memperhatikan orang lemah! Tuhanakan meluputkan dia pada waktu celaka.Persistepat seperti yang Tuhan Yesus sendiri katakan (Mat.5:7). Kemurahan hati yaitu, memperhatikan orang yang lemah atau sedang menderita, baik dalam pikiran, tubuh, maupun harta benda. Kita harus memperhatikan hal-hal ini dengan bijaksana dan lemah lembut. Kita harus memperhatikan penderitaan mereka, dan berusaha mengetahui keadaan mereka, ikut merasakan apa yang mereka rasakan, dan bermurah hati dalam menilai atau tidak menghakimi mereka. Kita harus memperhatikan orang yang lemah dengan berhikmat. Artinya, kita sendiri harus belajar dari kemiskinan dan penderitaan orang lain.

Daud menceritakan pengalamannya bagaimana ia diajar oleh Tuhan untuk bermurah hati pada orang lemah, dan berkat apa yang didapatnya.

1. Dilindungi dari musuh (Ayat 3). Hewan pemangsaakan mempermainkan mangsanya sampai mati dan kemudian memangsanya. Daud menggambarkan pengalamannya melihat hal tersebut. Ia mengumpamakan bahwa musuh-musuh yang lebih kuat dari dirinya tidak akan dapat menghancurkannya,  karena Tuhan melindungi dia. Berulangkali Daud ditolong oleh Tuhan diselamatkan dari orang-orang yang lebih kuat dari dirinya. Tuhan melindungi orang-orang yang murah hati dari musuh-musuh mereka, termasuk kuasa gelap dan roh-roh jahat. Daud diselamatkan dari binatang buas di Padang, dari Goliat, dari tangan Saul, dari orang Filistin, dari pemberontakan Absalom, dari pengkhianatan Ahitofel, dll.

2. Ditolong Tuhan ketika lemah (Ayat 4). Dalam Mazmur ini kelemahan yang dialami Daud adalah sakit-penyakit yang dialaminya. Ini adalah sebuah ungkapan yang sangat rendah hati, yang biasanya menunjuk pada perhatian yang ditunjukkan oleh orang-orang yang mengobati dan merawat orang sakit, terutama para ibu yang merawat anak-anak mereka ketika sedang sakit, yang harus membuat tempat tidur mereka terasa nyaman. Dan tempat tidur yang harus dibuat benar-benar nyaman itulah yang dikerjakan oleh Allah sendiri. Dia akan membuat nyaman seluruh tempat tidurnya dari kepala sampai kaki, tidak ada bagian yang terlewat. Dia akan membalik alas tidurnya (demikianlah arti kata yang dipakai), menepuk-nepuk dan membuatnya menjadi sangat nyaman; atau Dia akan mengubahnya menjadi tempat tidur orang sehat. Perhatikanlah, Allah sudah berjanji kepada umat-Nya bahwa Dia akan menguatkan mereka, dan membuat mereka merasa tenang ketika mereka sedang menderita kesakitan jasmani dan sakit penyakit. Dia tidak menjanjikan bahwa mereka tidak akan pernah sakit, atau bahwa mereka tidak akan lama terbaring sakit, atau bahwa penyakit mereka tidak akan membawa mereka kepada kematian. Tetapi Dia sudah berjanji akan memampukan mereka untuk menanggung penderitaan mereka dengan sabar, dan menunggu berakhirnya penderitaan itu dengan gembira. Dengan anugerah-Nya jiwa akan dibuat tinggal dalam ketenangan ketika tubuh ada dalam kesakitan. Tuhan senang menyembuhkan orang-orang yang bermurah hati. Pada saat mereka lemah karena sakit-penyakit Tuhan akan menolong mereka dalam menguatkan jiwa mereka maupun bahkan menyembuhkan sakit-penyakit mereka. Tuhan menghargai sikap orang yang memperhatikan orang lemah, saat mereka sendiri lemah, Tuhan menguatkan mereka (Luk6:38). Jadi saat Daud memperhatikan orang lain yang lemah, ia mengalami bahwa Tuhan juga menolongnya saat ia lemah (Kis.  9:39-41).

3. Pengampunan dosa dalam pertobatan (Ayat 5). Jadi rupanya permohonan Daud adalah agar ia dipulihkan Tuhan dari dosanya. Dosa menyebabkan kehancuran jiwa Daud. Dan ia memohon pemulihan Tuhan untuk jiwanya yang bersedih dan merana. Doa Daud terjawab (Mzm.41:13). Ia diampuni (tegak di hadapan Tuhan). Daud menyadari dosa-dosanya, dan ia memohon ampun kepada Tuhan. Daud tahu bahwa Tuhan mengampuni dosanya. Untuk itu, mari jemaat memperhatikan orang lemah. Tidak selalu harus menolong dalam bentuk memberi uang, tetapi memperhatikan keadaan jiwa orang yang lemah, berempati, tidak mudah menghakimi. Mendoakan orang yang lemah. Janganhanya memperhatikan diri sendiri/egois. Belajar memperhatikan orang lain. Amin!

17
Des 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
23
Des 2018
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
2
Des 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
25
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
18
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
11
Nov 2018
Ps. Benjamin Chew