Ringkasan Khotbah

26
Agu 2018
MAZMUR 27:1
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Takut adalah merasa gemetar (ngeri) menghadapi sesuatu yang dianggap akan mendatangkan bencana;  tidak berani. Ketakutan adalah salah satu masalah terbesar dalam kehidupan manusia. Rasa takut yang berlebihan bisa dikategorikan sebagai suatu kelainan yang disebut fobia, yaitu kecemasan yang luar biasa, terus-menerus, tidak realistis sebagai respons terhadap keadaan eksternal tertentu.

Penyebab rasa takut dalam diri tiap-tiap orang tentunya berbeda-beda:  takut terkena bencana alam, takut ketinggian, takut ditinggalkan pacar, takut terhadap anjing yang galak, takut serangga, takut gemuk, takut tidak bisa menyenangkan suami/isteri, takut tidak bisa membayar uang sewa rumah (kontrakan), takut gagal dalam ujian, takut terhadap masa depan anak, takut sakitnya tidak bisa sembuh, takut mati dan sebagainya. Orang yang dikuasai rasa takut sebenarnya sedang hidup dalam penderitaan. Tuhan tidak ingin kita dikuasai rasa takut, Tuhan mau kita mengalahkan ketakutan.

Bagaimana Daud mengalahkan rasa takut dalam hidupnya?

1. Daud mengenal Pribadi Allah melalui pengalaman hidupnya. Dalam ayat 2, ayat itu berbentuk “lampau” atau “past tense”. Jadi Daud mengatakan bahwa ia tidak takut karena ia mengenal Pribadi Allah, sifat-sifat dan rencana-Nya melalui pengalaman hidupnya. Kalimat di ayat 2 lahir dari pengalamannya bersama Tuhan melewati krisis. Orang-orang yang ingin menjatuhkannya justru hancur sendiri.Daud menerima janji Tuhan dan diurapi untuk menjadi raja saat ia berusia kurang lebih 16 tahun. Ia menjadi raja sekitar usia 30 tahun. Selama 14 tahun masa penantian itu ia banyak mengalami permasalahan berat dalam hidupnya. Difitnah, disakiti, dikejar-kejar untuk dibunuh, menjadi buronan negara, rumah tangganya dihancurkan, ia terpaksa meminta suaka di negeri yang memusuhinya, pura-pura gila, dll.Daud mengalami aneka macam pertolongan Tuhan dengan cara-cara yang unik. Salah satunya adalah ketika ia justru menerima perlindungan di negeri orang-orang yang memusuhinya (1 Sam. 21:10-15). Mengenal Tuhan memberikannya kekuatan untuk tetap percaya meskipun ia menghadapi ketidakpastian yang menakutkan. Jadi di ayat 3 meski ia menghadapi peperangan ia tetap memilih percaya bahwa Tuhan mengasihinya. Dan ia yakin bahwa Tuhan yang pernah menolongnya di masa lalu akan menguatkannya dalam pergumulan hari ini. Janganpernah lupakan pertolongan Tuhan di masa lalu.

2. Daud sadar ia memerlukanTuhan lebih dari segalanya (Ay.4). Beribadah tidak boleh karena dipaksa, orang harus sadar bahwa ibadah adalah kebutuhan. Para imam tinggal di pelataran rumah Allah, dan Daud berharap dia juga merupakan salah satu dari mereka. Berbeda dengan sebagian orang yang meremehkan hamba-hamba Allah, salah seorang raja yang terhebat dan terbaik malah ingin ambil bagian di dalam jabatan itu dan tinggal di antara mereka. Atau lebih tepat lagi, dia ingin supaya dia selalu tekun dan rajin menghadiri ibadah bersama-sama orang Israel lainnya yang setia, sesuai dengan kewajiban yang harus ditunaikan setiap hari. Dia rindu untuk melihat akhir dari peperangan yang kini tengah ia geluti, bukan supaya dia dapat hidup dengan nyaman di dalam istananya, tetapi supaya dia bebas dan leluasa menghadiri ibadah di pelataran Allah. Demikian jugalah Hizkia, anak Daud yang sesungguh-sungguhnya, ingin kesehatannya pulih bukan supaya dia dapat bangkit ke singgasana untuk menghakimi, melainkan supaya dia dapat pergi ke rumah Tuhan (Yes. 38:22). Perhatikanlah, semua anak-anak Allah ingin diam di rumah Allah, sebab di mana lagi mereka harus tinggal? Di sana mereka tidak menginap seperti seorang pelancong yang hanya singgah semalam saja, atau untuk sementara waktu seperti seorang hamba yang tidak selamanya tinggal di sebuah rumah, melainkan untuk diam di sana seumur hidup mereka. Sebab, di sanalah Sang Anak tinggal selamanya. Berharapkah kita bahwa memuji-muji Allah itu merupakan berkat untuk kekekalan kita? Tentu saja, jika kita mau memuji-muji Dia sepanjang waktu hidup kita. Betapa sungguh-sungguhnya dia menginginkan hal itu: “Inilah satu hal yang telah kuminta kepada Tuhan dan yang kuingini.” Jika dia hanya diberi kesempatan untuk meminta satu hal saja kepada Allah, maka itulah yang dimintanya, sebab hanya itulah yang ada di hatinya melebihi segalanya. Itulah sesuatu yang baik yang diingininya. Dia memintanya kepada Tuhan sebagai karunia dan tanda perkenan-Nya. Keuntungan apa yang ia incar dengan keinginannya itu. Jika dia mendapat tempat di rumah Allah?

A. Di sana dia pasti akan merasa tenang dan nyaman: di sana kesusahan tidak akan menemukan dia, karena dia akan tersembunyi baik-baik. Di sana kesusahan tidak akan mampu menggapainya, sebab dia akan diangkat tinggi-tinggi (ay. 5). Yoas, salah seorang keturunan Daud, disembunyikan di rumah Tuhan selama enam tahun, di sana dia bukan saja terlindung dari pedang, tetapi juga dijagai hingga mencapai takhta (2 Raj. 11:3). Bait Suci dianggap tempat yang aman bagi Nehemia untuk menyingkir (Neh. 6:10). Akan tetapi, perlu diingat bahwa keselamatan orang-orang percaya bukan terletak pada tembok-tembok Bait Suci, melainkan di dalam Allah yang mendiami Bait Suci itu, dan penghiburan mereka terletak di dalam persekutuan dengan Dia.

B. Di sana dia akan bergembira dan bersukaria: di sana dia hendak mempersembahkan korban dengan sorak-sorai (ay. 6), sebab sukacita mengerjakan pekerjaan Allah adalah imbalan bagi kita. Di sanalah dia mau menyanyi dan bermazmur bagi Tuhan. Perhatikanlah, apa yang menyenangkan kita haruslah menjadi alasan untuk menaikkan puji-pujian. Dan, saat kita datang kepada Allah dalam ibadah suci, kita harus datang dengan segala sukacita dan puji-pujian. Kita harus bernyanyi bagi kemuliaan Allah, dan saat Allah mengangkat kita melampaui musuh-musuh kita, kita haruslah meninggikan-Nya melalui puji-pujian. Tetapi syukur bagi Allah, yang selalu membawa kami di jalan kemenangan-Nya (2 Kor. 2:14). Ada kalanya orang tua jasmani tidak sanggup menolong, dan ada yang bahkan meninggalkan anak-anaknya di tengah kesulitan, tetapi Daud mengenal pribadi Allah yang tidak akan pernah membuang atau meninggalkannya di tengah kesulitannya, dan bahkan ketika ia memiliki banyak dosa. Daud sadar ia memerlukan Tuhan lebih dari siapapun. Apakah Anda menyadari bahwa Anda memerlukan Tuhan lebih dari siapapun dan apapun? Orang yang merasa membutuhkan Tuhan tidak akan pernah meremehkan ibadah.

3. Daud terbuka dan taat pada pimpinanTuhan (Ay.11). Tuhan bisa menolong dengan cara yang ajaib, namun kadang Tuhan justru menuntun umat-Nya melalui perjuangan. Daud tidak protes dan menolak hal tersebut, ia terbuka dengan pimpinan dan cara Tuhan. Tuhan bisa saja langsung memindahkan umat Tuhan dari Mesir ke Kanaan dalam sekejap mata, namun Ia membawa mereka melewati padang gurun. Mengapa demikian? Tuhan memiliki maksud di balik semuanya itu.Tuhan bisa saja langsung menjawab doa kita, tetapi kadang Tuhan menghendaki kota menunggu agar kita lebih bergantung kepada Tuhan dalam doa yang tekun. Intinyaapapun cara dan waktu Tuhan, Daud menurut. Dengan demikian Daud mendapat kekuatan iman. Apapun cara Tuhan, Daud bersedia dibimbing. Ia yakin bahwa jika di masa lalu Tuhan pernah menolongnya, maka sekarangpun Tuhan juga sedang menolongnya, meskipun ia belum melihat perkembangan yang tampak menjanjikan. Ia bahkan percaya bahwa di masa depan Tuhan telah mempersiapkan berkat yang luar biasa.Singkirkan ketakutan dengan hati yang terbuka dan taat terhadap pimpinan Tuhan.Pimpinan Tuhan kadang membawa Anda melewati medan yang berat dan sulit. Tetapi Tuhan tidak pernah meninggalkan Anda. Selama 40 tahun di padang gurun sekalipun, umat Tuhan tidak kekurangan apapun.Selama ribuan tahun ada banyak bangsa ingin memunahkan Israel, namun mereka tetap ada sampai hari ini. Mengapa demikian? Apakah karena mereka kuat? Bukan! Semua itu karena tangan Tuhan (Ef. 3:20-21). Yosafat terbuka dan taat pada cara Tuhan, meskipun Tuhan menyuruhnya menghadapi musuh bukan dengan tentara tetapi dengan tim musik (2 Taw. 20:14-17). Kadang cara Tuhan memang unik, tetapi ujungnya berkat. Amin!

17
Des 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
23
Des 2018
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
2
Des 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
25
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
18
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
11
Nov 2018
Ps. Benjamin Chew