Ringkasan Khotbah

13
Mei 2018
1 Yohanes 4:1
Paul G. Caram

Mari kita uji pikiran kita pada saat kita putus asa. Saat kita putus asa kita harus berharap kepada Tuhan. Allah itu terang, jadi tidak ada yang negatif. Apakah pikiran yang masuk dari Tuhan atau dari yang lain? Disinilah kita harus percaya bahwa apa yang kita ucapkan sangat penting sekali (1 Tim. 6:12; Rm. 8:28). Allah bekerja baik pada waktu yang baik maupun waktu yang buruk. Kita harus percaya bahwa Allah mampu mengubah kutuk menjadi berkat.

      Yusuf pada waktu dijual menjadi budak, pasti ada rencana Tuhan yang baik, dimana janji-janji Tuhan dinyatakan. Tuhan pasti akan menyatakan kebenaran-Nya (Yes. 5:17). Tuhan mampu mengubah hal-hal yang buruk menjadi hal-hal yang baik (Kej. 3:17).

    Paulus pernah berdoa supaya Tuhan mencabut duri dalam tubuhnya. Duri itulah yang membuat Paulus terus berjalan dalam jalur Tuhan (2 Kor. 12:9). Ini pula alasan mengapa kita tidak langsung dibebaskan dari masalah, yaitu supaya kita berjalan "lurus" dalam Tuhan (Gal. 5:13).

   Keputus-asaan adalah produk dari pikiran kita (1 Yoh. 4:1). Karena itu, ujilah roh dari Tuhan atau tidak. Dan bagaimana mengalahkan setan (Why. 12:11)? Melalui darah anak domba, melalui perkataan kesaksian kita dan tidak menyayangkan nyawa sampai mati. Disinilah kita harus memberikan respon yang tepat supaya kita dapat mengalahkan kekecewaan (Ayub 1:1).

    Betapa sering kita mengeraskan hati ketika punya masalah. Paulus mengingatkan supaya jangan mengeraskan hati kita (Ibr. 3:8; 4:16). Karena apa yang kita katakan, itulah yang akan menjadi kenyataan. Kita mengalahkan iblis melalui perkataan kita (Bil. 24:18, 28). Sebab itu jangan keraskan hati kita, supaya Tuhan memberi kasih karunia kepada yang rendah hati. Amin!

25
Agu 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
18
Agu 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
11
Agu 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
4
Agu 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
28
Jul 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.