Ringkasan Khotbah

6
Mei 2018
Kisah 2:46-57; 5:42
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.

Sesuatu yang besar tentu dimulai dari yang kecil. Musa memimpin mulai dari 10 orang, 50 orang, 100 orang dan 1000 orang. Yesus mulai dengan 12 orang, 70 orang, 100 orang, dan orang banyak. Paulus juga dengan Timotius, dengan orang yang dapat dipercaya dan orang lain (2 Tim. 2:2). Jadi dari contoh Musa, Yesus dan Paulus menunjukkan bahwa Alkitab mengajarkan visi besar harus dimulai dari kelompok kecil. Kekuatan kelompok kecil sudah diterapkan dalam gereja mula-mula (Kis. 2:46-47; 5:42).

Gereja yang sehat dan kuat harus terdiri dari 2 wujud, yaitu: ibadah raya dan kelompok kecil. Sel adalah unit dasar pembentuk tubuh (gereja). Tubuh terdiri dari sel (kelompok kecil). Sel yang bermasalah akan berdampak buruk pada kesehatan tubuh. Dalam 2 Kor. 12:12,14 dinyatakan bahwa tubuh banyak anggota tetapi satu. Kristus banyak anggota tetapi satu. Berbeda tetapi satu tubuh. Karena itu, supaya gereja mengalami pertumbuhan kuantitas dan kualitas harus dimulai dengan membentuk kelompok kecil.

Teori pertumbuhan gereja: 10% bertumbuh, 10% pengkritik dan 80% penggembira. Pertumbuhan gereja 100% dapat terjadi dengan terlibat dalam "CARE". Nilai "CARE" Gereja Pengharapan Allah Indonesia adalah bangun hubungan, menerima apa adanya, pembaruan atau dimuridkan dan dilengkapi. Allah membangun saya lewat orang lain. Allah membangun orang lain lewat saya. Disinilah Amanat Agung Tuhan Yesus (Mat. 28:18-20) supaya dunia mengenal orang percaya sebagai "murid Kristus". Kalau kita bertumbuh dan melayani bukan untuk kemuliaan gereja atau diri sendiri, tetapi hanya untuk kemuliaan Tuhan.

Sebab itulah, jangan meremehkan kelompok kecil dan libatkan diri dalam pergerakan Allah untuk goncangkan dunia bagi Tuhan. Amin!

25
Agu 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
18
Agu 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
11
Agu 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
4
Agu 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
28
Jul 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.