Ringkasan Khotbah

1
Apr 2018
1 Tawarikh 20:1-3
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Jika hanya membaca sepotong kisah itu kita bisa salah paham. Daud menghancurkan bani Amon karena ada sebabnya. Daud memiliki hubungan baik dengan Raja Amon yang bernama Nahas, karena Nahas bersikap baik kepada Daud dan tidak memusuhinya. Nahas mati, digantikan Hanun, anaknya (1 Taw.19:1-5). Penghinaan itu tidak berhenti, Hanun menyewa tentara bayaran untuk menghadapi Daud, bahkan hingga berulang kali. Tujuannya menghancurkan. Akibatnya Amondihancurkan.Semua itu dimulai dari “prasangka“. Yesus dianiaya orang Yahudi juga karena prasangka.

A.  Prasangka menyebabkan kita berpikir negatif. Repotnya ketika prasangka sudah menguasai seseorang, ia berpikir bahwa ia sudah benar. Bagaimana mengalahkan setan? Jangan mau dipecah-belah. Targetnya adalah merusak hubungan antar manusia. Mengalahkan setan bukan hanya ditengking saja, tetapi lakukan firman Tuhan! Bangun hubungan yang baik. Usahakan dan bangun hubungan menjadi lebih baik. Tidak ada pihak netral. Bersikap netral dalam peperangan melawan iblis = melawan Allah (Mat12:30). Lihat sisi positif orang lain, jangan terpaku pada kesalahannya. Bfair (Ams.18:17).

B.  Prasangka mempengaruhi sikap dan tindakan kita kepada orang lain. Selangkah lebih jauh, jika pikiran dipenuhi prasangka maka emosi negatif sulit dihindarkan. Lebih jauh lagi sikap, cara berbicara, dan perilaku kepada orang lain menjadi tidak objektif. Konyolnya lagi jika ternyata prasangka itu salah, dan kita tidak dapat menarik perkataan yang terlanjur kita ucapkan. Itu dapat melukai orang lain. Bahaya lebih besar adalah perilaku yang tendensius karena prasangka. Yesus dibunuh oleh orang-orang Yahudi karena prasangka. Mereka tidak paham mengenai Juruselamat, istilah Anak Daud dan Anak Allah, tetapi menghakimi. Dijelaskan menolak mendengar, tetapi ngotot pada pemahamannya sendiri (Mat22:41-46).

C. Prasangka menimbulkan masalah yang seharusnya tidak ada. Sebenarnya Daud tidak merencanakan penghancuran Kerajaan Amon, ia memahami perintah Tuhan. Tetapi lain ceritanya ketika Amon menyerang lebih dulu. Akibatnya: A. Merusak hubungan. B. Memecah persaudaraan. C. Menciptakan musuh yang tidak perlu.1000 teman masih kurang, 1 musuh terlalu banyak. D. Menimbulkan perseteruan. E. Diakhiri dengan kehancuran. Paulus mengajar Timotius dan jemaat untuk menjauhi prasangka saat ia mengajar mereka menghormati pemimpin rohani (1 Tim5:21). Amin.

25
Agu 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
18
Agu 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
11
Agu 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
4
Agu 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
28
Jul 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.