Ringkasan Khotbah

25
Mar 2018
Yosua 1;7-8
Pdt. Michael Razie

Ada banyak buku dan seminar yang membahas mengenai Alkitab. Ada banyak renungan yang tersedia tentang Alkitab, sehingga mempermudah kita untuk mempelajari dan memahami Alkitab. Namun seringkali kita jarang membaca Alkitab. Padahal Alkitab adalah sumber keberhasilan dan keberuntungan kita. Disinilah gereja harus tahu apakah jemaatnya memiliki Alkitab dan membacanya.

Dalam Yosua 1:7-8 dikatakan, "Hanya, kuatkan dan teguhkanlah hatimu dengan sungguh-sungguh, bertindaklah hati-hati sesuai dengan seluruh hukum yang telah diperintahkan kepadamu oleh hamba-Ku Musa; janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, supaya engkau beruntung, ke mana pun engkau pergi. Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung". Dalam ayat-ayat ini ada beberapa hal yang penting diperhatikan yaitu (1). Perintah yang ditujukan kepada seorang pemimpin bangsa yang sedang memimpin perjalanan sebuah bangsa yang besar menuju tanah yang dijanjikan. (2). Kesukaran yang diterima, yaitu tanggung jawab sebuah kepemimpinan dan perjalanan yang berat dan tantangan alam (peperangan, kelaparan, kehausan, pemberontakan, dll). (3). Tujuan berdasarkan suara dan pimpinan Tuhan (Tiang Api dan Tiang Awan). Kita butuh pimpinan Tuhan dalam hidup ini.

Kebenaran untuk dipelajari yaitu:

1. Yosua diperintahkan untuk menguatkan dan meneguhkan hati dengan sungguh-sungguh. Tanpa firman Tuhan kita tidak akan kuat dan kokoh dalam iman. Disinilah kita harus melakukan firman Tuhan supaya kuat dan kokoh dalam iman. Urapan dan aktivitas rohani tidak dapat menguatkan iman kita tapi Alkitab penting buat pertumbuhan iman. Berkata tentang firman Tuhan belum tentu mendatangkan mukjizat karena Alkitab bukan hafalan dan rapalan. Firman Tuhan menumbuhkan iman dan hikmat, sehingga kita berhasil dan beruntung.

2. Bertindak hati-hati sesuai dengan segala hukum yang tertulis. Firman Tuhan menjadi kompas supaya kita tidak menyimpang ke kiri dan ke kanan (Mzm. 119:115). Warisan terbesar dari orang tua adalah firman Tuhan. Karena keberhasilan bergantung dari firman Tuhan.

3. Manfaat dari firman Tuhan (2 Tim. 3:16). Pembacaan Alkitab harus berakhir dan berujung pada pengenalan akan Kristus. Firman Tuhan yang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik dalam kebenaran. Ingat saudara, satu perkataan dari Tahun dapat mengubahkan segala sesuatu. Amin.

25
Agu 2019
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
18
Agu 2019
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
11
Agu 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
4
Agu 2019
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
28
Jul 2019
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.