Ringkasan Khotbah

4
Mar 2018
2 Raja-Raja 17:1-6
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.

Dalam hidup kita sering dihadapkan oleh keputusan. Saat ini yang mau kita pelajari adalah bukan keputusan orang lain, bukan keputusan Tuhan, tapi keputusan saya untuk saya yang harus memberi dampak bagi dunia ini.

Membaca 2 Raja-Raja 17 kita dapat melihat bahwa Hosea adalah raja terakhir Israel Utara karena telah ditawan oleh Kerajaan Asyur. Dan juga dapat menemukan bahwa Allah yang memecah  Israel (1 Raja 11:11-13). Allah tidak pernah menyuruh Israel yang terpecah menjadi dua itu memiliki dua Allah. Namun kenyataaanya Israel Utara membuat dan memiliki Allah sendiri. Sedangkan Israel Selatan tetap setia kepada Yahweh. Salomo tetap setia kepada Yahweh meskipun ia membuat berhala-berhala. Karena itu, Allah cemburu kepada Israel. Lalu ketika Salomo meninggal, maka Israel pecah menjadi dua.

Selama 300 tahun dari zaman Saul sampai dengan Hosea (1 Samuel - 2 Raja 17) terdapat 25 raja yang memerintah dengan karakter yang berbeda. Ada raja yang berkarakter baik (setia kepada Yahweh), Campuran (setia kepada Yahweh dan juga menyembah berhala-berhala) dan Jahat (tidak menyembah Yahweh).

Bagaimana cara Allah menghukum Israel yang berdosa? Israel ditawan oleh Kerajaan Asyur. Akibatnya Israel berubah dari kerajaan menjadi kabupaten Israel. Dalam 2 Raja 17:7-8; 9-10, 15, 18a terdapat alasan mengapa Israel dihukum Allah yaituoleh karena mereka menyembah allah lain, mendirikan bukit-bukit pengorbanan, mendirikan tugu-tugu berhala dan mengikuti dewa-dewa kesia-siaan. Menurut Amos 5:27 mereka menjadikan orang miskin menjadi budak, menindas orang miskin dan menginjak-injak orang yang lemah. Menurut Hosea 8:1-3 mereka memiliki roh perzinahan, tidak mengenal Tuhan dan tidak taat pengajaran Tuhan.

Keputusan apa yang harus kita buat?

1. Tangkap firman Allah dan buanglah berhala/kesia-siaan (2 Raj.7:8-16; 1 Raj.9:3-7; Mzm. 128; Mzm. 1; Yes1:5-9). Jika kita melakukan firman Tuhan maka kehidupan (pekerjaan/pelayanan) akan dibuat kokoh oleh Tuhan. Jika kita melakukan firman Tuhan, maka keluarga (rumah tangga) akan diberkati oleh Tuhan.

2. Lakukan firman Tuhan dengan gigih (Flp. 2:12-16; Mat.5:14-16). Melakukan firman Tuhan dengan bersungguh-sungguh supaya dapat menjadi berkat bagi dunia ini. Amin.

17
Des 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
23
Des 2018
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
2
Des 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
25
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
18
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
11
Nov 2018
Ps. Benjamin Chew