Ringkasan Khotbah

7
Jan 2018
2 Samuel 7:8-16
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.

Tujuan hidup setiap orang berbeda-beda, tapi tujuan hidup kita adalah menjadi serupa dengan Tuhan. Inilah tujuan hidup yang sejati. Daud sadardan bersyukur atas semua karya Allah,dan itu baru separuh jalan. Usia 30 tahun, Daud menjadi raja danmemerintah selama 40 tahun menjadi raja, usia 70 tahun meninggal. Adakah tujuan hidup Daud? Dalam 1 Raja 2:1-4, Daud sedang memberi nasihat kepada Salomo bahwa Daud ingin menjadi teladan kepada keturunannya tentang tujuan hidupnya yang selalu melakukan kewajiban dan perintah Tuhan, yaitu ingin serupa dengan Tuhan.

Sarana atau fasilitas yang Allah berikan adalah:

1. Allah memberi penyertaan-Nya kepada kita. Semua keberhasilan kita karena Allah yang menyertai kita. Yusuf, Musa dan Daud berhasil karena Allah yang menyertai mereka. Dalam Mat28:20 menunjukkan bahwa penyertaan-Nya akan membuat segala sesuatu menjadi mudah.

2. Allah memberikan mujizat-Nya. Manusia terbatas dan hanya Allah saja yang tidak terbatas. Karena itu, seharusnya manusia sadar bahwa manusia itu terbatas. Semua ciptaan akan merosot, tapi hanya Allah yang kekal. Allah memberikan mujizat-Nya supaya kita selalu ada pengharapan. Mujizat diberikan kepada Daud dan kita juga.

3. Allah memberikan masalah. Masalah atau problem itu baik. Problem artinya dilempar ke depan supaya semakin sekarang dengan masa depan. Masalah yang paling sering kita dengar dan alami adalah gosip. Gosip dan fitnah tidak membuat sakit hati. Respon negatif yang membuat sakit hati. Problem itu tidak salah, tapi respon yang salah yang membuat masalah. Yusuf tidak salah, tapi mengapa menderita? Daud tidak salah, tapi mengapa mederita? Jawabannya karena masalah membuat semakin delay dengan masa depan. Inilah tiga fasilitas yang Allah berikan kepada Daud dalam separuh perjalanan hidupnya. Kitapun mendapatfasilitas yang sama.

Aplikasi: Apakah yang terpenting dari Allah bagi kita? Kemuliaan Allah (Yoh1:14-16). Kemuliaan Allah adalah kasih karunia dan kebenaran. Kemuliaan Allah harus tampak dalam wajah kita. Dalam Roma 8:28 Allah bekerja bagi kita, supaya dunia melihat kita seperti melihat Yesus. Amin.

24
Jun 2018
di Ruang Ibadah
25
Jun 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
18-19
Agu 2018
di Hotel Laras Asri Salatiga
17
Jun 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
10
Jun 2018
Pdt. Gideon Liang
3
Jun 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
27
Mei 2018
Ps. Benny Yulianto, S. Th.