Ringkasan Khotbah

31
Des 2017
1 Samuel 31:11-13
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Israel meminta raja agar seperti bangsa-bangsa lain. Tuhan mengizinkan permintaan itu dengan syarat bahwa raja yang memerintah Israel adalah kepanjangan tangan Tuhan bagi umat-Nya. Raja Israel harus memberi teladan umat Tuhan hidup menaati Tuhan. Tuhan mengangkat Saul. Saul terus-menerus memberontak dan menolak bertobat. Tuhanmenolak Saul. Tuhan mengangkat Daud menjadi raja. Mari melihat perbandingam antara Saul vs Daud. Daud menjadi menantu Saul. Yonatan Sang Putra Mahkota menjadi sahabat Daud. Yonatan menyerahkan jabatan raja kepada Daud. Saul terus-menerus memberontak dan mencoba menggagalkan rencana Tuhan dengan cara membunuh Daud. Daud melarikan diri ke negeri asing. Berulang kali Tuhan menyelamatkan Daud. Saat ia berpura-pura gila di negeri Filistin, Tuhan menolongnya. Saat Daud terjepit, misalnya saat ia bergabung dengan tentara Akhis, sebenarnya ia melakukan hal itu Bukanuntuk mengkhianati bangsanya. Dalam keadaan terjepit, Tuhan menyelamatkan Daud dari keadaan tersebut. Tuhan menghindarkan Daud menjadi pengkhianat bangsanya dan melawan Saul serta anak-anaknya dalam peperangan (1 Sam29:9-10). Akhir hidup Saul tragis karena ia terus memberontak melawan Tuhan. Akhir hidup Daud mulia karena ia terus hidup dalam pertobatan, menurut saat dididik Tuhan.

Apa hikmah yang dapat dipetik dari kisah tersebut?

1. Tuhan memiliki rencana yang terbaik bagi anak-anak-Nya. Meskipun Tuhan menolak Saul sebagai raja, sebenarnya Ia tidak menolak Saul sebagai anak-Nya. Jika Saul datang dengan pertobatan, Tuhan akan memulihkannya. (a) Rencana Tuhan selalu berasal dari kasih-Nya. Tuhan berulang kali menegur, menolong, menasihati Saul, bahkan Ia mempersiapkan sebuah akhir kehidupan yang baik dan berbahagia. Tuhan menjamah hati Yonatan hingga rela menyerahkan kedudukannya sebagai raja. Daud adalah menantu Saul. Bukankah semua itu menunjukkan maksud Tuhan agar Saul memiliki akhir hidup yang baik? Meskipun akhir hidup Saul mengenaskan, namun Tuhan membangkitkan orang-orang Yabesh-Gilead untuk mencegah mayat Saul dipermalukan oleh orang Filistin. (b). Rencana Tuhan tidak dapat dipahami oleh orang yang tidak murni hatinya. Hati Saul dikuasai iri hati, kebencian, dan keingjnan membunuh. Itulah sebabnya ia tidak dapat melihat rencana Tuhan yang tersembunyi di balik peristiwa-peristiwa yang ia alami. Yusuf memahami rencana Tuhan dalam hidupnya karena hatinya murni (Mzm.50:20-21; 24:3-4). Salah satu kecemaran hati Saul adalah menolak untuk berserah kepada Tuhan.(c)Rencana Tuhan kadang bertolak belakang dengan ego dan pemikiran manusia. Ego dan pemikiran Saul: terus menjadi raja dan ia ingin membunuh Daud. Kadang kemunduran sesaat sebenarnya merupakan jalan Tuhan untuk memberi kemajuan. Saul bersalah dan hasilnya adalah kemunduran. Namun sebenarnya kemunduran tersebut dimaksudkan untuk memberi kemajuan baginya. Jika ia mengikuti rencana Tuhan yang nampak sebagai sebuah kemunduran bagi egonya, sebenarnya ia malah akan mengalami damai sejahtera dalam hidupnya. Akhir hidupnya akan menjadi sangat jauh berbeda, pewaris tahtanya adalah tetap anak cucunya sendiri. Turun tahta bagi Saul adalah kemunduran, padahal Tuhan memaksudkannya untuk melindungi Saul dari malapetaka. Penderitaan yang dialami Daud sebenarnya merupakan proses yang harus ia alami agar ia dapat memimpin umat Tuhan seturut kehendak Tuhan (Rm28:8). Allah turut bekerja dalam hidup orang percaya, tujuan-Nya untuk mendatangkan kebaikan dalam hidup anak-anak-Nya.

2. Respon manusia pada rencana Tuhan menentukan hasil akhir yang akan diterima. Saul terus memberontak, akhir hidupnya tragis. Daud terus menurut dididik Tuhan, hasilnya diangkat Tuhan. Daud melakukan banyak dosa yang tidak kalah parah dibandingkan dengan Saul, tetapi ia bertobat dengan sungguh ketika diperingatkan. Bagaimana respon Anda terhadap rencana Tuhan atas hidup Anda? Ingatlah 3 hal: (a). Tuhan mengasihi Anda. (b). Maukah Anda memahami rencana-Nya dalam hidupmu? Miliki hati yang murni. (c). Meski rencana-Nya bertolak belakang dengan ego dan pemikiran Anda, maukah Anda menurut dalam rencana-Nya? Membuang prinsip hidup yang salah membuat kita memperoleh prinsip hidup yang benar. Kehilangan = memperoleh? Adakalanya justru dengan meninggalkan cara hidup yang lama, saya memperoleh cara hidup baru yang lebih baik. Kehilangan ego = memperoleh hidup yang lebih dewasa dan matang dalam karakter. Mengalah = memperoleh kemenangan atas ego. Mundur1 langkah kadang justru mendatangkan kemajuan 10 langkah. Apakah Anda sedang mengalami suatu keadaan yang membuat hidup Anda serasa ditarik mundur, jauh dari harapan? Alkitab menggambarkan kita sebagai anak panah di tangan pahlawan. Anak panah akan dipasang dalam busur-Nya ditarik kebelakang sejauh mungkin untuk mencapai sasaran-Nya (Mzm. 127:4). Semakin jauh tarikan busur itu, semakin jauh jarak yang akan ditempuh anak panah tersebut dan semakin cepat pula anak panah itu melesat membelah angin. Apakah Anda merasa seperti dalam keadaan yang mundur? Mungkin Allah tengah meletakkanmu di busur-Nya. Bersabar dan terus menuruti rencana Allah akan menghasilkan kemajuan yang luar biasa. Amin!

22
Jan 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
14
Jan 2018
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
7
Jan 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
31
Des 2017
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
24
Des 2017
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.