Ringkasan Khotbah

24
Des 2017
1 Samuel 24:16-20
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Berbuat baik kepada musuh-musuh kita dapat membuat mereka merasa malu (bertobat) dan akhirnya membawa mereka kepada Allah dan keselamatan (Rm12:10-21). Menaruh dendam pada orang lain=meminum racun tetapi berharap orang lain yang mati. Akibat menaruh dendam: A.Kehilangan damai sejahtera dan sukacita yang murni. B.Kehilangan persekutuan dengan Allah. Allah adalah kasih, dalam kasih Allah tidak ada kebencian dan dendam. C.Kehilangan berkat-berkat lain. Contoh: Hubungan antar manusia, kesehatan, dll.

Daud berbeda dengan raja-raja Israel lainnya. Kualitas karakter Daud dalam hal penyerahan dirinya kepada Allah ketika disakiti orang lain menggambarkan Sang Juruselamat sendiri yang tidak melawan ketika disakiti dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan (Yeh37:24). Istilah “hamba-Ku Daud“ merujuk pada kualitas karakter yang dimiliki oleh Juruselamat dunia. Aneka macam perbuatan jahat Saul kepada Daud: Mendengki Daud, mencoba membunuh Daud berulang kali dengan tombak, mengutuki, mengejar Daud dengan ribuan pasukan, merusak nama baik Daud.

Apa berkat yang lahir dari hati yang mengampuni?

1. Dimampukan Allah untuk mempersembahkan diri menjadi korban yang dikenan Tuhan.

Penyembahan=penyerahan diri secara total kepada Allah. Penyembahan digambarkan dengan mempersembahkan korban bakaran kepada Allah. Itu mewakili hati Allah agar manusia memahami bahwa Allah berkorban bagi manusia, sekaligus mengajar manusia bahwa Ia tidak menghendaki korban berupa binatang, tetapi hati yang mengasihi Allah secara total. Daud diapa-apakan tetap diam dan tidak membalas. Daud berserah dan menyerahkan dirinya kepada Allah meskipun hatinya remuk redam karrna peristiwa yang ia alami karena Saul. Daud tidak membalas meskipun ia memiliki kesempatan untuk membunuh orang yang menyakiti hatinya. Daud bersujud di hadapan orang yang memusuhinya. Daud memberkati orang yang memusuhinya. Daud membuktikan dirinya sebagai korban bakaran, dan pada akhirnya urapan Allah menyertai dia dengan luar biasa. Mengapa Daud dipercaya Tuhan dengan urapan yang luar biasa? Jawabannya adalah karena ia menyerahkan dirinya sebagai “korban bakaran” dengan terus mempercayakan masa depannya kepada Allah. Hak ini kelak menggambarkan Mesias/Juruselamat yang berkorban bagi keselamatan manusia (Yes53:9-12). Tuhan berkenan akan persembahan berupa penyerahan diri kita secara total kepada Allah (Rm12:1; 1 Sam15:22-23). Seorang raja Israel haruslah mempersembahkan dirinya untuk menaati Tuhan.

2.   Orang yang memusuhi kita menyadari kemurnian kita dan memberkati kita.

Meskipun Saul berulang kali melakukan kembali kejahatannya, tetapi Daud terus-menerus mengampuni. Akhirnya Saul menyadari kesalahannya, meskipun sayangnya ia tidak sungguh-sungguh bertobat. Mengampuni orang lain itu tidak bersyarat. Daud tetap mengampuni meskipun Saul terus menyakitinya selama bertahun-tahun. Setelah peristiwa itu Saul tetap tidak berubah. Pertobatannya hanya sementara saja. Bahkan hingga kedua kali Daud membiarkan Saul hidup. Saul hanya berhenti mengejar Daud ketika Daud melarikan diri ke negeri asing (1 Sam27:4). Apakah Saul bertobat? Tidak. Namun ia sadar akan kebaikan Daud. Saul menyadari bahwa Daud akan menjadi raja yang diberkati oleh Tuhan (Ams16:7). Mengampuni tidak bersyarat apa-apa, bukan setelah orang sadar akan kesalahannya. Mengampuni adalah mengampuni. Puji Tuhan jika akhirnya orang sadar dan bertobat, tetapi jika tidak sekalipun, itu bukanlah urusan kita. Tuhan akan berurusan sendiri dengan orang yang bersalah. Mengampuni sebaiknya: Karena Tuhan telah mengampuni kita, Karena tidak mengampuni adalah perbuatan kedagingan, Karena kita tidak mendahulukan diri sendiri di atas kehendak Tuhan, dll. (Mat18:32-34). Tadinya Saul berkata-kata kasar tentang Daud, tetapi akhirnya ia memberkati Daud. Saul mengucapkan kata berkat dari Tuhan untuk Daud. “TUHAN kiranya membalaskan kepadamu kebaikan ganti apa yang kaulakukan kepadaku pada hari ini”Set up hati kita agar selalu mengampuni, berkatnya banyak! Amin.

23
Sep 2018
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
23
Sep 2018
di Ruang C-D
Pkl. 11:00
14
Okt 2018
di Ruang Baptis
Pkl. 11:00
16
Sep 2018
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
9
Sep 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
2
Sep 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
26
Agu 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.