Ringkasan Khotbah

17
Des 2017
Yohanes 10:10
Ps. Paul Zhang

Pertemuan dengan Tuhan Yesus merupakan pengalaman yang luar biasa yang mengalahkan doktrin-doktrin kita. Menjadi pengikut Yesus bukan berarti "ganti agama dan kepercayaan" (berpindah agama) tapi mengalami perjumpaan secara pribadi dengan Tuhan Yesus. Bertemu dengan Tuhan di dalam "angin sepoi-sepoi" karena Tuhan hadir disitu.

Kita tidak boleh berhenti untuk memberitakan Injil dengan kuasa. Kuasa disini berarti bukan kekuatan Tuhan, tapi meminta belas kasihan Tuhan atas jiwa-jiwa yang belum diselamatkan. Dan kita harus minta belas kasihan itu dari Tuhan, karena Tuhan adalah gembala yang kenal dengan domba-dombanya (Yoh10:14). Setelah tinggal di dalam Tuhan (Yoh15:5) maka kita akan hidup di dalam kelimpahan (Yoh10:10). Namun iblis selalu mencoba merebut dan merusak hidup orang percaya. Karena itulah, ada banyak orang percaya yang "disalib" dalam pengertian menderita terus menerus dan tidak pernah "diberkati" oleh Tuhan.

Memang kita harus memikul salib, tapi bukan berarti menderita karena perbuatan iblis. Kita harus mau memikul salib karena itu memang tugas semua orang percaya. Sebaliknya, kalau kita diberkati tapi tidak mau pikul salib, maka kita akan masuk neraka (Mat19:23). Karena itulah, jika kita kaya maka tidak boleh tolak salib. Bahkan kita harus menjual segala milik kita dalam arti menyerahkan seluruh hidup kita kepada Tuhan.

Iblis masuk ke dalam rumah kita, maka kita akan menderita, sebaliknya jika Yesus yang masuk rumah kita, maka kita akan mengalami berkat Tuhan. Untuk itu, supaya kita mengalami hidup yang diberkati dengan kelimpahan, kita harusmenyerahkan seluruh kehidupan kita kepada Tuhan. Amin!

17
Des 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
23
Des 2018
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
2
Des 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
25
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
18
Nov 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
11
Nov 2018
Ps. Benjamin Chew