Ringkasan Khotbah

10
Des 2017
1 Samuel 10:23-25
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Kitab Samuel merupakan peralihan dari pemerintahan oleh hakim-hakim menjadi oleh raja-raja (1 Sam. 8:1-5). Sebenarnya sistem pemerintahan Israel pada waktu itu benar-benar berbeda dari bangsa-bangsa lain. Mereka dipimpin oleh Allah melalui para Hakim yang dipilih oleh Allah sendiri secara langsung. Para Hakim yang memimpin Israel pada waktu itu tidak mewariskan kepemimpinan mereka kepada anak-anaknya/keturunannya, tetapi setiap kali Allah membangkitkan seorang Hakim adalah sesuai kehendak-Nya untuk memimpin Israel. Pada waktu itu Ibadah seharusnya dilayani oleh suku Lewi.Namun pada era para Hakim, Israel berulang kali tidak setia pada Tuhan, dan bertindak semaunya sendiri. Panggilan Israel sebenarnya adalah “dikuduskan” atau dipisahkan dari bangsa lain untuk menjalani kehidupan dengan kualitas tertinggi yang dipimpin oleh Tuhan. Sebenarnya jabatan raja merupakan bagian dari janji Tuhan kepada Abraham (Kej17:6).Ketika Yakub memberkati anak-anaknya, ia menubuatkan bahwa raja itu adalah dari keturunannya Yehuda (Kej49:10).

Melalui Musa, Tuhan telah menubuatkan bahwa suatu hari Israel akan tidak puas dipimpin oleh Tuhan. Nubuatan itu terkendali saat era Samuel (Ul17:14-15). Allah memandang permintaan bangsa itu sebagai kesalahan: A. Penolakan terhadap Pribadi-Nya sebagai Raja Israel. B. Penolakan terhadap rencana-Nya agar mereka menjadi bangsa yang kudus (berbeda) dari bangsa lain. C. Penolakan terhadap kenyataan bahwa mereka berdosa. Mereka berdosa lalu mengalami penderitaan, tetapi mereka menyalahkan Tuhan karena sistem pemerintahan yang mereka anggap keliru. Mereka malah menyesuaikan diri dengan cara bangsa-bangsa kafir di sekeliling mereka (Hak. 2:1-5). Meskipun saat itu bukanlah saat yang tepat bagi mereka untuk memiliki raja, dan walaupun motivasi mereka salah, Tuhan mengabulkan kinginan mereka, kemudian Ia tetap bermaksud memimpin umat-Nya melalui raja yang diangkat-Nya. Ini merupakan bukti dari kasih dan kesabaran Allah bagi umat-Nya.

Pemerintahan Allah sebenarnya bersifat Teokrasi, melalui bimbingan langsung, wahyu khusus, firman tertulis, dan melalui para pemimpin yang dipilih dan diurapi-Nya secara khusus. Tindakan Israel meminta monarki akan menyebabkan pemerintahan secara turun-temurun, mereka akan dipimpin raja-raja yang memerintah karena garis keturunan, bukan pilihan Allah. Allah menyuruh Samuel mengabulkan permintaan bangsa itu, dan memberi peringatan tentang datangnya hari-hari yang tidak menyenangkan karena permintaan mereka tersebut (1 Sam8:11-20). Meskipun telah diperingatkan tentang konsekuensi yang akan mereka alami di kemudian hari, tetapi bangsa itu tetap bulat hati meminta raja. Tuhan sabar membimbing umat-Nya. Tuhan mengangkat raja untuk mengangkat umat-Nya yang sedang dalam keadaan terpuruk.

APAKAH PANGGILAN MULIA SEORANG PEMIMPIN?

1.   Seorang pemimpin adalah hamba Tuhan (1 Sam10:1).Kekuasaan raja/pemimpin di bawah kekuasaan Tuhan. Bukan berkuasa tanpa batas atas orang lain. Harus rendah hati! Hamba Tuhan melakukan tugas dari Tuhan. Salah satu tugas Saul saat itu adalah untuk menyelamatkan umat Tuhan dari tangan orang Filistin, sekaligus memerintah umat Allah sesuai kehendak-Nya. Hal itu merupakan peningkatan kualitas hidup (UPSIZE) yang diharapkan terjadi dalam hidup umat Tuhan. Tugas raja pada waktu itu selain menjaga keamanan serta kesejahteraan bangsa adalah juga memberi teladan hidup sesuai firman Tuhan. Apakah orang percaya adalah pemimpin? Ya! (1 Pet2:9). Semua orang percaya adalah pemimpin agar orang lain mendapatkan teladan hidup yang benar. Seorang hamba Tuhan memiliki tugas mulia dari Tuhan.Kita semua juga memiliki tugas mulia yang Tuhan berikan sebagai pemimpin dalam area-area lain, contohnya sebagai orang tua, suami, dll. Kita juga memiliki tugas untuk memberitakan Kristus kepada banyak bangsa. Kita dipanggil untuk mengalami upsize, hidup dalam panggilan tertinggi, sekaligus juga menolong orang lain mengalami upsize dalam hidup mereka.

2.   Seorang pemimpin menerima janji penyertaan Tuhan (1 Sam10:6).Samuel menguraikan hak-hak raja, seorang raja Israel haruslah berbeda dari raja-raja dari bangsa-bangsa yang lain. Ia bukan seorang raja yang berkuasa mutlak, tetapi raja teokratis yang tunduk kepada Allah sebagai penguasa tertinggi bangsa itu. Uraian hak yang ditulis tersebut merupakan bentuk jaminan Tuhan akan penyertaan-Nya. Tuhan mengatur semua itu dengan teliti melalui Samuel, dan bahkan Tuhan Roh Kudus datang menyertai, mengubahkan menjadi manusia yang luar biasa. Peringatan untuk pemimpin (Ul17:16-20). Penyertaan Tuhan dapat ditarik ketika seorang pemimpin terus-menerus melawan Allah. Kelak Saul memberontak, dan Roh Kudus meninggalkan-Nya (1 Sam16:14). Tuhan memerlukan pertobatan dan komitmen kita untuk setia mengikut Tuhan. Jika ingin berhasil, kita harus mengandalkan Tuhan. Tuhan berjanji bahwa jika selalu setia menaati firman-Nya, maka ia mengangkat umat-Nya di atas segala bangsa. Upsize akan terjadi karena penyertaan Tuhan.Oleh karena itu kita harus menghargai penyertaan Tuhan melebihi apapun. Daud sadar bahwa tanpa Tuhan ia tidak dapat terus mengalami peningkatan dalam hidupnya menjadi seorang yang menghargai penyertaan Tuhan. Amin!

22
Jul 2018
di Ruang C-D
Pkl. 11:00
29
Jul 2018
di Ruang Ibadah
18-19
Agu 2018
di Hotel Laras Asri Salatiga
15
Jul 2018
Pdt. Johan Chrisdianto
8
Jul 2018
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
1
Jul 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
24
Jun 2018
Ps. Benny Yulianto, S. Th.