Ringkasan Khotbah

3
Des 2017
Rut 1-4
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.

Dalam pasal 1 diceritakan tentang keluarga Naomi yang mengalami krisis kehidupan. Israel yang dilanda kelaparan dan Naomi harus kehilangan suami dan anak-anaknya. Naomi mau pulang ke Israel dengan pengharapan memiliki kehidupan yang lebih baik. Ketika mau pulang ke Israel, menantu Naomi, yaitu Orpa pulang ke negerinya, sedangkan Rut mengikuti Naomi. Pada umumnya orang yang mengalami masa krisis akan memiliki jiwa "pahlawan". Pasal 2 dikisahkan tentang Rut yang bekerja di kebun Boas (ipar Naomi). Rut mendapat perkenanan Boas. Rut dihargai dan merasa nyaman di hadapan Boas. Pasal 3 Naomi mengatur skenario supaya kehidupannya menjadi lebih terang (Ul. 25:5-6). Disinilah titik terang untuk seluruh kehidupan yang terang benderang dimulai. Rut tidur dekat kaki Boas. Rut berharap Boas mau menikahinya. Boas akhirnya mau menikahi Rut. Sebelumnya memang Naomi yakin ide tersebut pasti jadi karena mengenal sifat Boas. Titik terang mulai tampak. Naomi sangat jeli melihat peluang akan masa depannya yang dapat menjadi terang benderang. Pasal 4 merupakan titik terang menjadi kenyataan terang benderang. Rut melahirkan Obed. Obed melahirkan Isai. Isai melahirkan Daud. Daud melahirkan Yesus.

Prinsip Menjadi Terang:

Sumber terang adalah Yesus atau Allah sendiri (Yoh1:1-5).

1. Allah mendelegasikan terang itu kepada orang percaya (Mat5:14). Kamu adalah terang dunia. Kepada orang percaya dan gereja, kita menjadi terang karena sumber terang ada didalam kita.

2. Tidak perlu menjadi hebat untuk menjadi terang.Lilin kecil dapat menjadi terang. Terang itu otomatis. Kita adalah terang dunia bagi banyak orang dan dunia ini.

Beberapa contoh terang yang memberikan titik terang dan akhirnya menjadikan kehidupan ini terang benderang:

1. Gadis kecil budak Naaman (Gehazi) yang hanya memberi usul/saran yang baik. 2. Empat Orang kusta (2 Raja 6-7). 3. Pebisnis dari Skandinavia, yang mengusulkan sistem pemerintahan berdasarkan Alkitab. 4. John Calvin dari Swiss, yang membuat kota Jenewa menjadi "kota terdamai" di dunia. Amin

22
Okt 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
28
Okt 2018
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
14
Okt 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
7
Okt 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
30
Sep 2018
Ev. Surya Supeno (Jakarta)
23
Sep 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.