Ringkasan Khotbah

19
Nov 2017
Hakim-Hakim 14
Ps. Benny Yulianto, S. Th.

Setelah Yosua memimpin bangsa Israel memasuki tanah Kanaan, belum sepenuhnya Kanaan ditaklukkan. Masih ada bangsa-bangsa yang berada di sekitarnya dan itu harus diperangi sampai tuntas, sebab kalau tidak itu sangat mengganggu. Maka dipilihlah oleh Tuhan, orang-orang yang dipercayakan sebagai hakim untuk memimpin bangsa Israel dalam merebut seluruh tanah Kanaan, seperti; Debora, Barak, Gideon, Yefta, dan Simson yang semuanya bukanlah superhero yang memiliki kehebatan tetapi mereka adalah orang-orang yang dipercaya menjadi wakilnya Tuhan untuk memimpin umat-Nya. Salah satu orang yang dipercayakan oleh Tuhan yaitu yang bernama Simson. Jelas dari kelahiran sampai pernikahan Simson merupakan kehendak dan rencana Tuhan (Hak13:3-5  14:1-4).

Mungkin kita berpikir bahwa Tuhan melanggar sendiri hukumnya bahwa orang Israel tidak boleh kawin dengan bangsa lain. Ingat, Tuhan punya kedaulatan penuh atas manusia dan kita tidak dapat mengatur Tuhan dan apa yang dilakukan Tuhan mempunyai maksud dan tujuan untuk tujuan rencana-Nya, yaitu harus mencari gara-gara terhadap orang Filistin karena pada masa itu orang Filistin menguasai orang Israel. Terbukti ketika Simson mengadakan perjalanan bersama orangtuanya ke Timna dan bertemu dengan seekor singa muda maka berkuasalah Roh Tuhanatas dia sehingga singa itu dicabiknya seperti orang mencabik anak kambing.

Di pasal 15, Simson lagi-lagi membuat gara-gara ketika Simson mendengar istrinya diberikan kepada sahabatnya maka ia marah dan menangkap 300 ekor anjing hutan dan diikatnya ekor dengan ekor dan ditatuhnya sebuah obor diantara tiap-tiap dua ekor. Kemudian dinyalakannya obor itu dan dilepaskannya anjing-anjing hutan itu ke ladang gandum milik orang Filistin yang belum dituai sehingga terbakar. Bahkan ketika beberapa kali Simson ditangkap oleh orang Filistin, ia bisa melepaskan diri.oleh sebab kekuatan yang berasal dari Tuhan. Kegagalan Simson sebagai nazir Allah adalah karena lebih menuruti Delila daripada Tuhan.sehingga dia membuka rahasia kekuatan yang ada pada dirinya dan Simson akhirnya mengalami siksaan dan penderitaan oleh orang Filistin hingga kedua matanya buta dan hilang kekuatannya.

Namun di ujung kematiannya,Simson memohon kembali sekali lagi untuk beroleh kekuatan dari Tuhan dan Tuhan memulihkan kekuatannya sehingga dapat merobohkan bangunan dan menimpa seluruh yang ada di dalamnya termasuk para raja. Dan yang mati lebih banyak daripada yang dibunuhnya pada waktu hidupnya.

Menjadi pelajaran bagi kita, bahwa:

1. Tuhan telah memilih kita untuk dipercaya sebagai nazir Allah bagi dunia ini. Nazir artinya orang yang dikhususkan Allah bagi rencana-Nya (Kol3:12; 1 Pet2:9). Tuhan telah mempercayakan jabatan nazir kepada gereja-Nya.

2. Jadilah orang yang dapat menjaga diri sebagai nazir Allah. Kegagalan Simson sebagai nazir Allah: A. Tidak menaruh hormat dan takut kepada Tuhan. B. Tidak menghargai tugas sebagai nazir yang dipercayakan Tuhan kepadanya. Simson lebih takut dan menghargai Delila dibandingkan Tuhan karena membiarkan dirinya hidup di dalam hawa nafsu kedagingan. Inilah yang menjadi alasan untuk orang Kanaan harus ditumpas habis sebab pengaruhnya sangat besar. Begitu pula kehidupan orang percaya harus terus memerangi hawa nafsu kedagingan (Kol3:5-6). Pertobatan membutuhkan ketekunan. Ketidakstabilan rohani bangsa Israel di zaman hakim-hakim dikarenakan tidak tekun mengasihi Tuhan (Yos23:11).

3. Bertobatlah dan berbaliklah kepada Tuhan jika kita melakukan perbuatan dosa. Seperti Simson disaat-saat menjelang kematiannya dia sadar dan bertobat serta memohon pemulihan kekuatan lagi dari Tuhan dan Tuhan mengabulkannya. Tidak ada dosa atau kesalahan yang tidak dapat diampuni kecuali menghujat Roh Kudus (Mrk. 3:29; Mat12:32). Amin.

22
Okt 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
28
Okt 2018
di Ruang Ibadah
Pkl. 08:30
14
Okt 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
7
Okt 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
30
Sep 2018
Ev. Surya Supeno (Jakarta)
23
Sep 2018
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.