Ringkasan Khotbah

12
Nov 2017
Hakim-hakim 7:2
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.

Kitab Pentateukh berisi tentang Perjanjian antara Allah dan manusia. Perjanjian disebut sebagai covenant. A.Perjanjian tanpa syarat: Covenant Adam, Nuh dan Abraham. Unilateral covenant tanpa kata “jika”. Covenant Adam: kedatangan Juruselamat. Covenant Nuh: ditandai dengan pelangi. Covenant Abraham: ditandai dengan sunat. B.Perjanjian bersyarat: Covenant Musa. Bilateral covenant dengan kata “jika” dan bersyarat. Natur: Memerlukan kedua belah pihak menghormati perjanjian. Jika salah satu pihak tidak menepati, maka langsung batal. Contoh: Jual beli tanah.

Kitab Yosua berisi tentang kesetiaan Allah menepati semua janji-Nya (Yos23:14). Kitab Hakim-Hakim berisi tentang kisah ketidaksetiaan umat Tuhan pada Perjanjian Musa, sekaligus kesetiaan Allah untuk terus menepati janji-Nya meskipun umat-Nya tidak setia. Salah satu hakim yang disebutkan dalam kitab ini adalah Gideon. Pada masa itu orang Israel ditindas oleh orang Midian, Amalek dan orang-orang Timur, dan mereka dalam keadaan sangat melarat dan tertekan karena kekejaman bangsa-bangsa itu (Hak6:3-6).

Permasalahan mendasar bangsa Israel pada zaman itu: A. Bertobat hanya sementara.  B.Tidak mempercayai firman Tuhan sepenuhnya. Bagi mereka, 5 Kitab Musa dan Kitab Yosua dipertimbangkan sebagai cerita rakyat belaka. Tuhan melakukan mujizat-Nya agar orang Israel menyadari bahwa Tuhanlah yang menolong mereka dan kemudian mereka bertobat dengan sungguh.

Didikan Tuhan kepada umat-Nya:

1. Melalui pengajaran. Kata “torah” atau “Taurat” berarti instruksi yang diberikan seorang ayah kepada anaknya. Hal ini digambarkan seperti seorang pahlawan yang menembakkan anak panah tepat pada sasaran. Uniknya kata “dosa” digambarkan sebagai “salah sasaran”. Jika anak yang dididik tidak menuruti pengajaran itu maka mereka akan didisiplin. Musa dan Yosua telah berulang kali mengajarkan ajaran Tuhan kepada bangsa itu, dan berulang kali memperingatkan mereka. Belajar dari kisah bangsa Israel zaman Gideon, kita harus memperhatikan pengajaran Tuhan, melakukannya dengan setia (Yos24:14-15). Yosua mengajar dan  memberikan teladan.

2. Melalui disiplin. Disiplin yang diberikan oleh Tuhan melalui berbagai macam cara. Tujuan disiplin tersebut adalah agar anak-anak-Nya kembali dapat menikmati berkat dalam hidupnya, dan mencapai tujuan hidup tertinggi yang telah dipersiapkan Allah. Dididik agar dapat mewarisi berkat-berkat Tuhan. Jadi permasalahan yang sedang dihadapi orang Israel zaman itu merupakan disiplin dari Tuhan agar mereka bertobat (Ibr12:5-7; 2 Tim3:16-17).

3. Melalui pertolongan-Nya. Ketika Tuhan menolong bangsa Israel yang sedang dijajah oleh Midian, Tuhan mengirimkan seorang nabi terlebih dahulu untuk menegur mereka, serta mengajar mereka bahwa penderitaan yang mereka alami sebagai akibat dari pemberontakan mereka terhadap hukum Tuhan. Nabi tersebut menunjukkan letak kesalahan mereka, agar mereka dapat bertobat. Kemudian Tuhan memilih Gideon, seorang dari suku Manasye, masih muda, tidak berpengalaman dalam pertempuran. Berkali-kali meminta kepastian dari Tuhan bahwa Allahlah yang menyuruhnya memimpin penyelamatan Israel. Tuhan membangkitkan Gideon untuk menyelamatkan mereka. Gideon harus menghadapi 135.000 pasukan musuh, sedangkan ia sendiri hanya memiliki 32.000 orang pasukan saja. Tidak seimbang.  Namun Tuhan berkata bahwa pasukan Gideon terlalu banyak.Mengapa demikian? Tuhan tidak mau bangsa itu berpikir bahwa merekalah yang berjuang mengalahkan orang Midian, bukan Tuhan. Maka Tuhan menyaring lagi mereka, dan hanya tersisa 300 orang. 300 vs 135.000 secara hitungan akal sehat jelas tidak mungkin menang. Tuhan memakai cara-cara yang di luar akal pikiran manusia. Ketika umat Tuhan berjuang bersama dengan Gideon dalam pimpinan Tuhan, maka mujizat terjadi (Hak7:13-15). Kadang ada permasalahan yang terjadi karena kita melanggar Hukum Tuhan, jika demikian mari sungguh bertobat dan memohon pertolongan Tuhan. Itu semua merupakan didikan Tuhan agar kita mewarisi Kerajaan Allah (Ibr12:10-11). Amin.

22
Jan 2018
di Ruang Rehat
Pkl. 18:00
14
Jan 2018
Ps. Benny Yulianto, S. Th.
7
Jan 2018
Bp. Bambang Sulistyo, M.Th.
31
Des 2017
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.
24
Des 2017
Ps. Dr. dr. Liem Pik Jiang, M. Th.